Scroll untuk baca artikel
Lokal

Jemaah Haji Gorontalo Kini Tak Perlu Antre, Fast Track Berlaku di Bandara Hasanuddin Makassar

×

Jemaah Haji Gorontalo Kini Tak Perlu Antre, Fast Track Berlaku di Bandara Hasanuddin Makassar

Sebarkan artikel ini
jemaah haji gorontalo saat pemberangkatan di bandara hasanuddin makassar
JEMAAH HAJI — Petugas melayani jemaah haji asal Gorontalo saat proses pemberangkatan di Bandara Hasanuddin Makassar, 2025. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Jemaah haji asal Gorontalo kini tak lagi harus antre panjang di bandara Arab Saudi. Pemeriksaan keimigrasian kini dilakukan lebih awal melalui skema Fast Track di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Selama ini, antrean panjang saat proses keimigrasian menjadi salah satu momen paling melelahkan bagi jemaah. Kini, proses itu dipangkas sejak dari Indonesia, memberi pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.

Jalur Makkah Berlaku

Skema Fast Track atau Jalur Makkah memungkinkan seluruh proses keimigrasian dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan. Dengan demikian, jemaah setibanya di Arab Saudi dapat langsung menuju bus tanpa pemeriksaan tambahan.

Program Fast Track telah diterapkan di beberapa embarkasi besar Indonesia dan terbukti mampu mempercepat proses kedatangan jemaah haji di Arab Saudi.

Kebijakan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Gorontalo bersama sejumlah instansi terkait di Makassar, Kamis (16/4/2026).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, menjelaskan kesiapan seluruh unsur menjadi prioritas, terutama saat proses keberangkatan di Bandara Hasanuddin.

“Kami memastikan seluruh alur pelayanan berjalan optimal, termasuk penerapan Fast Track yang tahun ini berbeda dari sebelumnya,” ujar Jamal.

Proses Lebih Cepat

Ia menambahkan, penerapan Fast Track Haji di Hasanuddin akan memangkas waktu tunggu jemaah secara signifikan sekaligus meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Kondisi ini menjadi kabar baik, terutama bagi jemaah lanjut usia yang selama ini harus menunggu lama saat proses keimigrasian. Dengan alur baru ini, perjalanan diharapkan menjadi lebih ramah dan tidak menguras tenaga.

Dalam simulasi yang dilakukan, jemaah akan turun dari pesawat penghubung, lalu masuk ke area bandara untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi sebelum keberangkatan.

Rakor tersebut turut dihadiri sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Imigrasi, Bea Cukai, Angkasa Pura, serta maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memberi pengalaman ibadah yang lebih tenang sejak awal keberangkatan.