Scroll untuk baca artikel
Lokal

Korban Banjir Plumbon Disiapkan Huntara, Bisa Dapat Sewa Rp600 Ribu

×

Korban Banjir Plumbon Disiapkan Huntara, Bisa Dapat Sewa Rp600 Ribu

Sebarkan artikel ini
korban banjir plumbon semarang disiapkan huntara dan bantuan sewa rumah
BANJIR PLUMBON — Kepala BNPB Suharyanto bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan jajaran terkait meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Semarang, Selasa (19/5/2026). Pemerintah menyiapkan huntara dan bantuan sewa rumah bagi warga terdampak. (foto/ist)
  • Pemerintah menyiapkan huntara bagi korban banjir Plumbon Semarang setelah tanggul Sungai Plumbon jebol dan merendam permukiman warga.

  • Warga terdampak yang tidak menempati huntara akan didata untuk menerima bantuan sewa rumah Rp600 ribu per bulan hingga hunian tetap tersedia.

  • Penanganan jangka panjang dilakukan melalui rencana pelebaran Sungai Plumbon oleh Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, BNPB, dan BBWS untuk mencegah banjir berulang.


JAMLIMA.COM, SEMARANG — Korban banjir Plumbon Semarang disiapkan hunian sementara atau huntara setelah tanggul Sungai Plumbon jebol di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Sedangkan warga terdampak yang memilih tidak tinggal di huntara akan didata untuk menerima bantuan sewa rumah Rp600 ribu per bulan.

Keberadaan skema tersebut disiapkan setelah banjir di kawasan terdampak dilaporkan surut.

Sementara itu, titik tanggul yang jebol juga sudah ditutup sementara oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.


Baca juga: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Kerahkan TRC Tangani Banjir


Huntara Korban Banjir

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan penanganan warga tidak berhenti pada bantuan kebutuhan dasar.

Selanjutnya, pemerintah juga mulai menyiapkan tempat tinggal bagi warga yang rumahnya tidak aman ditempati kembali.

“Bagi warga yang tidak mau tinggal di huntara nanti akan didata dan diberikan bantuan Rp600 ribu per bulan sampai hunian tetap jadi,” kata Suharyanto di Semarang, Selasa (19/5/2026).

Menurut Suharyanto, hunian tetap akan dipikirkan untuk warga yang tidak memungkinkan kembali ke lokasi semula.

Hal ini terutama jika kawasan tersebut masih berpotensi terdampak bencana serupa.

Selain penanganan warga, pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang untuk Sungai Plumbon.

Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Semarang, dan BBWS akan membahas pembebasan lahan agar sungai dapat dilebarkan.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir berulang di lokasi yang sama.

“Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bekerja sama dengan BBWS akan membebaskan lahan agar sungai bisa dilebarkan,” ujar Suharyanto.


Baca juga: Banjir di Gresik dan Puting Beliung di Kalimantan Selatan, Warga Diminta Waspada


Data Warga Terdampak

Sebelumnya, BNPB mencatat banjir Semarang terjadi setelah hujan lebat berdurasi lama pada Jumat (15/5/2026).

Kondisi tersebut, menyebabkan tanggul Sungai Plumbon jebol dan Sungai Silandak meluap.

Sementara itu, banjir berdampak pada enam kelurahan di tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan.

Data BNPB menyebutkan terdapat 389 kepala keluarga atau 1.302 jiwa terdampak.

Selain itu, sebanyak 76 warga sempat mengungsi di Balai RW 4 Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Pemprov Jateng telah menurunkan sejumlah dinas untuk membantu penanganan warga.

Sedangkan khusus bantuan yang telah disalurkan Pemprov Jateng bernilai total Rp124 juta.

Bantuan itu meliputi logistik makanan, nonmakanan, beras, mi mocaf, obat-obatan, layanan dokter spesialis keliling, serta perlengkapan sekolah.

Pemerintah memastikan penanganan darurat tetap berjalan sambil menyiapkan perbaikan permanen pada tanggul Sungai Plumbon.