- Museum Negeri Sulawesi Utara diresmikan kembali setelah direvitalisasi sejak pertengahan 2025.
- Bangunan yang sebelumnya kurang terurus kini diarahkan menjadi ruang edukasi, literasi sejarah, dan wisata budaya modern.
- Pemerintah pusat menyiapkan dukungan lanjutan melalui DAK untuk memperkuat pengembangan museum ke depan.
JAMLIMA,COM, MANADO — Museum Negeri Sulawesi Utara (Sulut) kini tampil dengan wajah baru setelah diresmikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus di Kota Manado, Jumat (22/5/2026).
Dengan peresmian ini menjadi penanda perubahan besar pada museum daerah tersebut.
Bangunan yang selama bertahun-tahun disebut kurang terurus kini diarahkan menjadi ruang edukasi, pusat literasi sejarah, dan destinasi wisata budaya modern.
Sedangkan masa revitalisasi museum mulai dikerjakan sejak pertengahan 2025.
Adapun pembenahan dilakukan pada bagian interior, eksterior, hingga sistem penyajian informasi agar koleksi sejarah lebih mudah dipahami pengunjung.
Baca juga: Gubernur Yulius Rangkul 13 Negara, Ekonomi Biru Sulut Jadi Fokus Global
Museum Tampil Baru
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyebut pembenahan museum dilakukan karena kondisi awal bangunan cukup memprihatinkan.
Museum tersebut bahkan sempat dikaitkan dengan wacana alih fungsi karena dinilai tidak lagi optimal sebagai ruang kebudayaan.
Namun demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memilih mengambil langkah berbeda.
Museum itu tetap dipertahankan, dibenahi, lalu dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih terbuka bagi pelajar, generasi muda, wisatawan, dan masyarakat umum.
Kehadiran Museum Negeri Sulawesi Utara disebut menyimpan ribuan benda peninggalan sejarah.
















