Seluruh koleksi itu menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sulut, mulai dari jejak sejarah, tradisi, hingga kekayaan budaya daerah.
Dengan wajah baru ini, museum tidak hanya diposisikan sebagai tempat penyimpanan artefak.
Pemerintah daerah ingin menjadikannya sebagai ruang belajar yang lebih hidup, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
Baca juga: Subsidi Haji Sulut Naik Jadi Rp5 Juta, Gubernur Setujui Usulan Baru
Dukung Wisata Budaya
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi langkah revitalisasi tersebut.
Ia menilai pembenahan museum daerah penting untuk memperkuat pelestarian sejarah sekaligus membuka ruang edukasi budaya yang lebih menarik.
Selanjutnya, dukungan lanjutan juga telah disiapkan melalui program pemerintah pusat.
Kementerian Kebudayaan disebut akan mendorong keberlanjutan pengembangan museum melalui Dana Alokasi Khusus pada tahun anggaran mendatang.
Peresmian museum turut dirangkaikan dengan pertunjukan budaya, tarian khas Sulawesi Utara, penghargaan kepada tokoh budaya dan seniman daerah, serta bantuan alat musik kolintang untuk sejumlah sanggar seni.
Dengan pembenahan ini, Museum Negeri Sulawesi Utara diharapkan menjadi ikon baru wisata budaya di Bumi Nyiur Melambai.
Sedangkan fungsi dengan kehadirannya juga diharapkan mampu memberi dampak pada pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah.
















