Scroll untuk baca artikel
Entertainment

Profil Nene Royal, Gitaris 16 Tahun Thailand yang Mengguncang Panggung AGT 2026

×

Profil Nene Royal, Gitaris 16 Tahun Thailand yang Mengguncang Panggung AGT 2026

Sebarkan artikel ini
Nene Royal memainkan gitar saat tampil di America’s Got Talent 2026
AGT THAILAND - Nene Royal, gitaris muda asal Phuket, Thailand, tampil membawa gitar di panggung America’s Got Talent Season 21. (foto/ist).

  • Nene Royal merupakan gitaris, penyanyi, dan penulis lagu berusia 16 tahun asal Phuket, Thailand.
  • Penampilan “Zombie” di AGT 2026 menghasilkan empat “Yes” dan mengantarkannya ke babak Judges’ Callbacks.
  • Nene belajar gitar secara otodidak sejak usia sekitar enam hingga tujuh tahun.
  • Per 10 Agustus 2026, hasil akhir penampilannya pada babak Judges’ Callbacks belum diumumkan secara resmi.

JAMLIMA.COM, ENTERTAIMENT – Nama Nene Royal mendadak menjadi perhatian pencinta musik dunia setelah tampil memukau di America’s Got Talent atau AGT Season 21.

Remaja asal Phuket, Thailand, itu bukan hanya memperlihatkan kemampuan vokalnya.

Ia juga memainkan gitar elektrik dengan teknik matang ketika membawakan lagu “Zombie” milik The Cranberries.

Penampilannya menghasilkan empat “Yes” dari Simon Cowell, Sofia Vergara, Howie Mandel, dan Mel B.

Setelah lolos audisi, Nene kembali tampil pada babak Judges’ Callbacks dengan membawakan “Hysteria” milik Muse.
Intisari berita

Nene Royal merupakan gitaris, penyanyi, dan penulis lagu berusia 16 tahun asal Phuket, Thailand.

Penampilan “Zombie” di AGT 2026 menghasilkan empat “Yes” dan mengantarkannya ke babak Judges’ Callbacks.

Nene belajar gitar secara otodidak sejak usia sekitar enam hingga tujuh tahun.

Per 10 Agustus 2026, hasil akhir penampilannya pada babak Judges’ Callbacks belum diumumkan secara resmi.

Siapa Nene Royal?

Nene Royal memiliki nama asli Rattikarn “Praew” Amloy. Ia merupakan gitaris, vokalis, dan penulis lagu muda asal Provinsi Phuket, Thailand.

Nene berusia 16 tahun ketika penampilan audisinya ditayangkan dalam AGT Season 21 pada 2026.

Saat proses audisi dilakukan, ia masih berusia 15 tahun dan memberi tahu para juri bahwa keesokan harinya merupakan hari ulang tahunnya yang ke-16.

Situs resminya memperkenalkan Nene sebagai musisi rock dengan pengaruh musik modern rock, alternative pop, dan melodic metal.

Kemampuannya tidak terbatas pada memainkan gitar.

Nene juga menyanyi, menulis lagu, serta tengah mempersiapkan rekaman musik orisinal untuk album mini atau EP perdananya.

Belajar gitar secara otodidak sejak kecil

Perjalanan musik Nene dimulai ketika ia berusia sekitar enam hingga tujuh tahun.

Ia sebagian besar mempelajari gitar secara mandiri melalui video daring dan dengan mendengarkan lagu.

Nene kemudian berusaha menemukan nada-nada yang didengarnya langsung pada papan fret gitar.

Metode belajar tersebut perlahan membentuk karakter permainannya.

Kemudian, ia menggabungkan melodi ekspresif, distorsi kuat, solo gitar, serta teknik permainan cepat.

Namun, Nene tetap mempertahankan unsur emosional dalam setiap penampilannya.

Kemampuan menyanyi sambil memainkan bagian gitar yang rumit menjadi salah satu kekuatannya.

Hal itu terlihat ketika ia membawakan lagu “Zombie” dan “Hysteria” di panggung AGT.

Tumbuh dari panggung pasar malam Phuket

Sebelum tampil di Amerika Serikat, Nene telah mengasah kemampuan panggungnya selama bertahun-tahun di Phuket.

Ia dikenal sering tampil bersama OZONE Band, termasuk di Naka Weekend Market.

Pasar malam itu menjadi salah satu tempat Nene membangun pengalaman menghadapi penonton secara langsung.

Panggung terbuka memiliki tantangan berbeda dari studio televisi.

Seorang musisi harus mampu menarik perhatian orang yang sedang berjalan, berbelanja, atau berbincang di tengah keramaian.

Pengalaman tersebut ikut membentuk kepercayaan diri, spontanitas, dan kemampuan Nene berinteraksi dengan penonton.

Ayahnya, Narong Amloy, juga diketahui mendampingi perjalanan musik putrinya.

Selanjutnya, ia terlihat memberikan dukungan dari sisi panggung ketika Nene mengikuti audisi AGT.

Prestasi Nene Royal di Thailand

Kemunculan Nene di AGT bukanlah keberhasilan yang muncul dalam waktu singkat.

Sebelumnya, ia telah mengikuti sejumlah acara dan kompetisi musik di Thailand.

Berdasarkan biografi resminya dan laporan media Thailand, perjalanan prestasinya mencakup:

  • Meraih posisi runner-up Overdrive Guitar Contest atau The Guitar Battle.
  • Mendapatkan pengakuan sebagai Outstanding Player dalam King Power Band Competition.
  • Tampil dalam program pencarian bakat anak Thailand, Super 10.
  • Menjadi gitaris dan vokalis OZONE Band.
  • Membangun basis penggemar dengan total lebih dari tiga juta pengikut di berbagai platform media sosial.
  • Terpilih sebagai Featured Artist Enya Music.
  • Mengembangkan materi orisinal untuk EP perdananya.

Laporan The Nation menyebut Nene meraih posisi kedua dalam Overdrive Guitar Contest pada 2023.

Sementara itu, penghargaan Outstanding Player dari King Power Band Competition diperolehnya pada 2025.

Catatan itu memperlihatkan bahwa Nene bukan sekadar sosok yang viral karena satu video.

Sementara itu, ia telah melewati proses latihan, kompetisi, dan pertunjukan langsung sejak masih kecil.

Membawakan “Zombie” di America’s Got Talent

Nama Nene Royal semakin dikenal dunia setelah mengikuti audisi AGT Season 21.

Ia membawakan versi rock dari “Zombie”, lagu terkenal milik band asal Irlandia, The Cranberries.

Dalam pertunjukan itu, Nene memadukan vokal bertenaga dengan permainan gitar elektrik.

Kemudian, ia juga menampilkan teknik two-hand tapping pada gitarnya.

Teknik tersebut ikut memberikan warna lebih berat dibandingkan aransemen asli lagu tersebut.

Audisi Nene berlangsung di hadapan Simon Cowell, Sofia Vergara, Howie Mandel, dan Mel B. Terry Crews bertugas sebagai pembawa acara.

Pada awal penampilan, Nene terlihat pemalu dan mengaku gugup.

Namun, suasana berubah ketika ia mulai memainkan gitar dan menyanyikan bagian pertama “Zombie”.

Penonton kemudian memberikan tepuk tangan sambil berdiri.

Keempat juri juga memberikan suara “Yes” sehingga Nene lolos dari tahap audisi.

“Nene, itu spektakuler. Anda memiliki peluang besar untuk melangkah jauh dalam kompetisi ini,” kata Sofia Vergara.

Sementara itu, Howie Mandel menyebut Nene sebagai seorang bintang rock muda.

“Anda merupakan kejutan. Energi dan rock and roll itu—Anda seorang bintang rock,” ujar Howie.

Video audisi ditonton jutaan kali

Penampilan Nene tidak hanya mendapat respons positif di dalam auditorium.

Video audisinya juga menyebar luas melalui YouTube, Facebook, TikTok, dan platform lainnya.

The Nation melaporkan pada 15 Juli 2026 bahwa salah satu unggahan Facebook, terkait penampilan Nene telah mengumpulkan sekitar 42 juta penayangan.

Unggahan lain dilaporkan mencapai 33 juta penayangan.

Sementara itu, video pada akun resmi AGT di YouTube telah melampaui 8,2 juta penayangan pada periode yang sama.

Salah satu klip TikTok bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 124 juta penayangan.

Angka tersebut bersifat dinamis dan dapat terus berubah seiring bertambahnya penonton.

Besarnya perhatian publik, membuat Nene menjadi salah satu peserta AGT 2026 yang paling banyak diperbincangkan di media sosial.

Kembali membawakan “Hysteria” milik Muse

Empat suara “Yes” tidak langsung menjamin seorang peserta memperoleh tempat dalam pertunjukan langsung AGT.

Season 21 memperkenalkan tahapan baru bernama Judges’ Callbacks.

Pada tahap ini, sejumlah peserta terpilih diminta tampil kembali sebelum juri menentukan siapa yang berhak melaju ke Live Shows.

Nene memilih “Hysteria”, lagu milik band rock Inggris Muse, untuk penampilan keduanya.

Lagu tersebut dikenal memiliki bagian bass dan struktur ritmis yang menuntut konsentrasi tinggi.

Kemudian, Nene membawakannya sambil bernyanyi dan memainkan gitar elektrik.

AGT merilis video penampilan Nene pada Sabtu, 8 Agustus 2026, lebih awal daripada jadwal tayangan televisinya pada 11 Agustus 2026.

Video itu diberi judul “Early Release: Nene Royal CRUSHES ‘Hysteria’ by Muse | Judges’ Callbacks | AGT 2026.”

Rilis lebih awal tersebut kembali menghasilkan respons besar.

Hingga Senin, 10 Agustus 2026, video resminya telah ditonton sekitar 2,8 juta kali di YouTube.

Namun, publik tetap perlu membedakan antara penayangan video dan keputusan kompetisi.

Pemerintah Thailand memberikan penghargaan

Keberhasilan Nene menembus panggung AGT mendapatkan perhatian dari Pemerintah Thailand.

Pada 14 Juli 2026, Pemerintah Thailand menyatakan mengakui pencapaian internasional Nene.

Hal tersebut, setelah remaja asal Phuket itu mendapatkan dukungan dari seluruh juri AGT.

Selanjutnya, Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand, menginstruksikan kantor provinsinya di Phuket, untuk memberikan buket penghargaan kepada Nene.

Pemerintah juga mempertimbangkan pemberian plakat Inspirational Youth pada Hari Pemuda Nasional Thailand, yang diperingati setiap 20 September.

Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand Patdarasm Thongsaluaykorn mengatakan, pemerintah akan terus mendukung generasi muda.

Khususnya dalam mengembangkan bakat dan mengejar kesempatan di tingkat internasional.

Pengakuan tersebut, memperkuat posisi Nene sebagai salah satu talenta muda Thailand yang memperoleh perhatian global pada 2026.

Dukungan dari musisi internasional

Perjalanan Nene juga mendapatkan dukungan dari luar Thailand.

Seorang musisi dan penggemar asal Denmark, Strit Bram, dilaporkan memberikan gitar Ibanez Musician Series MC300 kepada Nene pada 2024.

Gitar tersebut kemudian digunakan Nene dalam sejumlah pertunjukan langsung.

Strit Bram juga pernah mengundangnya untuk tampil di Denmark.

Dukungan itu menunjukkan bahwa jangkauan Nene telah melampaui komunitas musik lokal bahkan sebelum ia mengikuti AGT.

Potensi Nene Royal menjadi juara AGT

Besarnya antusiasme publik membuat sejumlah unggahan media sosial menyebut Nene sebagai calon juara AGT 2026.

Namun, klaim tersebut masih berupa dukungan atau prediksi.

Hingga 10 Agustus 2026, fakta yang telah terkonfirmasi adalah Nene mendapatkan empat “Yes” pada audisi dan terpilih mengikuti Judges’ Callbacks.

Penampilan “Hysteria” telah dirilis lebih awal. Akan tetapi, keputusan apakah ia lolos ke Live Shows masih menunggu pengumuman resmi dari AGT.

Dari Phuket menuju panggung dunia

Perjalanan Nene Royal menunjukkan bahwa perhatian internasional tidak terbentuk hanya karena satu penampilan viral.

Ia mulai belajar gitar sejak kecil, berlatih secara mandiri, tampil di pasar malam dan mengikuti kompetisi nasional.

Kemudian ia membangun audiens digital, dan akhirnya mendapat kesempatan tampil di Amerika Serikat.

Tantangan berikutnya adalah mengubah popularitas digital menjadi karier musik jangka panjang.

Nene sedang mempersiapkan karya orisinal dan EP perdana dengan perpaduan modern rock, alternative pop, dan melodic metal.

Apa pun hasil akhirnya di AGT, penampilannya telah memperkenalkan seorang gitaris muda Asia Tenggara kepada audiens global.

Dari panggung sederhana di pasar malam Phuket, Nene Royal kini sedang menapaki jalan menuju industri musik internasional—dengan gitar, suara kuat, dan identitas rock yang dibangunnya sejak kecil.