- Gempa M7,7 di Flores menyebabkan 47 orang meninggal.
- Sekitar 2.000 warga mengungsi atau mengevakuasi diri.
- Sebanyak 346 rumah dan sedikitnya 116 fasilitas publik rusak.
- BMKG mencatat ratusan gempa susulan setelah gempa utama.
JAMLIMA.COM, FLORES – Dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, terus bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 47 orang meninggal dunia hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 18.48 WIB.
Gempa juga melukai puluhan warga dan memaksa sekitar 2.000 orang mengevakuasi diri.
Selain itu, guncangan kuat merusak sedikitnya 346 rumah serta lebih dari seratus fasilitas publik.
Petugas gabungan masih mencari dan mengevakuasi korban.
Mereka juga mendata kerusakan di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akibat longsor serta gangguan listrik dan telekomunikasi.
BNPB menegaskan seluruh angka tersebut masih bersifat sementara.
Pendataan dapat berubah setelah petugas menjangkau desa dan kawasan terpencil.
BMKG memastikan tsunami terjadi dan mencatat ketinggian puncak sekitar 1,61 meter.
Korban meninggal tersebar di enam kabupaten
BNPB mencatat korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Rincian korban meninggal dunia meliputi:
- Kabupaten Manggarai: 24 orang
- Kabupaten Manggarai Timur: 17 orang
- Kabupaten Sikka: 3 orang
- Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang
- Kabupaten Ngada: 1 orang
- Kabupaten Ende: 1 orang
Dengan demikian, total korban meninggal mencapai 47 orang.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan petugas terus menangani warga terdampak.
“Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” kata Berton.
Pemerintah masih menyinkronkan jumlah korban luka dari berbagai wilayah terdampak.
BNPB sebelumnya mencatat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang mengalami luka ringan hingga pukul 15.00 WIB.
Dengan demikian, data awal BNPB mencakup 13 korban luka.
Namun, Pemerintah Provinsi NTT kemudian melaporkan 23 korban luka.
Sebarannya meliputi enam orang di Sikka, 13 orang di Ende dan empat orang di Manggarai.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menekankan bahwa pendataan belum selesai.
“Itu hanya data sementara. Saat ini masih terus dilakukan pendataan,” kata Melki.
Dua angka korban luka tersebut tidak dapat dijumlahkan karena berasal dari waktu pembaruan.
Termasuk pendataan berbeda dan rilis BNPB terbaru ini belum menyebutkan angka akhir korban luka.
Pemerintah juga belum mengumumkan jumlah resmi korban hilang atau warga yang masih tertimbun.
Tim gabungan masih melakukan pencarian di sejumlah titik terdampak.
Sekitar 2.000 warga mengungsi
BNPB mencatat sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi atau mengungsi secara mandiri.
Banyak warga memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir terhadap gempa susulan.
Petugas mendirikan posko dan layanan darurat untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
Pemerintah menyalurkan makanan, air bersih, tenda, genset serta perlengkapan dasar.
Dampak gempa juga meluas ke luar NTT. Guncangan terasa di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
BPBD mendirikan pos pengungsian di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sementara itu, kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum dilaporkan kondusif.
Sebanyak 346 rumah mengalami kerusakan
BNPB mencatat 346 rumah rusak berdasarkan data sementara pada Sabtu pukul 17.00 WIB.
Kerusakan tersebut terdiri atas:
- 157 rumah rusak berat
- 41 rumah rusak sedang
- 148 rumah rusak ringan
Selain rumah penduduk, gempa merusak sedikitnya 116 fasilitas publik yang sudah memiliki rincian angka.
Kerusakan fasilitas publik mencakup:
- 87 fasilitas pendidikan
- 18 fasilitas kesehatan
- 5 tempat ibadah
- 6 gedung kantor
BNPB juga menerima laporan kerusakan fasilitas umum lainnya. Namun, petugas belum merinci jumlah maupun tingkat kerusakannya.
Jika seluruh kategori yang sudah memiliki angka dijumlahkan, gempa merusak sedikitnya 462 rumah dan fasilitas. Jumlah tersebut merupakan hasil penjumlahan data terperinci, bukan angka total final BNPB.
Fasilitas kesehatan ikut terdampak
Sebanyak 18 fasilitas kesehatan tercatat mengalami kerusakan. Laporan awal juga menyebut satu rumah sakit di Maumere dan sejumlah puskesmas terdampak.
Tenaga kesehatan memindahkan sebagian pasien ke area terbuka untuk menjaga keselamatan mereka.
Sementara, petugas tetap memberikan pelayanan medis kepada korban, meskipun beberapa bangunan mengalami kerusakan.
Pemerintah menyiapkan dukungan tenaga kesehatan, obat-obatan dan fasilitas pelayanan darurat.
Tim medis juga menangani korban luka di rumah sakit serta fasilitas kesehatan yang masih dapat beroperasi.
Lima bandara dan dua pelabuhan terdampak
Gempa turut merusak infrastruktur transportasi. Pemerintah mencatat lima bandara terdampak, terutama pada bagian gedung terminal.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan kerusakan tidak mengenai landasan pacu.
“Yang terdampak rusak adalah gedung terminal,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pemerintah belum mengumumkan rincian tingkat kerusakan seluruh bandara tersebut dalam pembaruan terakhir.
Selain bandara, gempa berdampak pada Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere. Pemerintah masih mendata tingkat kerusakan kedua pelabuhan.
Sejumlah penerbangan sempat mengalami penyesuaian.
Namun, aktivitas penerbangan dan wisata di Labuan Bajo berangsur kembali berjalan.
Hal ini setelah petugas melakukan pemeriksaan keselamatan.
Longsor menghambat distribusi bantuan
Guncangan gempa memicu longsor di sejumlah ruas jalan.
Kerusakan dan timbunan material mengganggu jalur Ende–Nagekeo serta beberapa titik pada jalur Ende–Maumere.
Kondisi tersebut sempat menghambat pergerakan tim penyelamat dan distribusi bantuan.
Petugas juga menghadapi gangguan listrik dan jaringan telekomunikasi di beberapa wilayah.
Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor.
Namun, pemerintah belum memastikan seluruh ruas jalan kembali terbuka.
BNPB menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat fixed-wing untuk membantu evakuasi serta pengiriman logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.
BMKG memutakhirkan kekuatan gempa menjadi M7,7
Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB atau 05.58.23 WITA.
BMKG semula mengumumkan magnitudo 7,0. Setelah menganalisis data tambahan, BMKG memutakhirkan kekuatannya menjadi magnitudo 7,7.
Pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.
Lokasinya sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Gempa berada pada kedalaman 15 kilometer. BMKG menyimpulkan aktivitas sesar naik busur belakang Flores, atau Flores Back-Arc Thrust memicu gempa tersebut.
Guncangan mencapai intensitas VII MMI di beberapa wilayah.
Pada tingkat ini, masyarakat merasakan guncangan sangat kuat dan bangunan, dengan konstruksi rentan dapat mengalami kerusakan berat.
Efek Gempa dan Tsunami
Gempa M7,7 tersebut benar-benar memicu tsunami. BMKG mengeluarkan peringatan dini sekitar dua menit setelah gempa utama terjadi.
Alat pemantau mencatat gelombang tsunami di sejumlah pesisir NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Pemutakhiran BMKG mencatat ketinggian puncak sekitar 1,61 meter di kawasan Reo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Gelombang setinggi 0,94 meter terukur di Maurole, Ende.
Tsunami juga terdeteksi di Bulukumba, Labuan Bajo, Pelabuhan Kewapante, Sikka, Flores Timur, Dompu, Alor, Baubau dan Kolaka.
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB, setelah alat pemantau tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang membahayakan.
“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, Sabtu.
Istilah “diakhiri” menandakan tsunami memang terjadi, tetapi ancamannya telah berlalu.
Kondisi ini berbeda dengan pencabutan peringatan akibat kekeliruan atau tidak terjadinya tsunami.
Sedikitnya 235 gempa susulan terjadi
BMKG mencatat sedikitnya 235 gempa susulan hingga Sabtu pukul 14.00 WIB.
Magnitudonya berkisar antara M2,5 hingga M6,2.
Aktivitas gempa masih berlanjut setelah batas pembaruan tersebut.
BMKG antara lain mencatat gempa M5,1 pada pukul 19.14 WIB di sekitar Nagekeo.
Karena itu, angka 235 bukan jumlah akhir seluruh gempa susulan.
BMKG belum merilis jumlah agregat terbaru untuk dini hari Minggu.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan proses peluruhan aktivitas sesar dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu.
BMKG meminta warga tidak memasuki bangunan yang retak atau mengalami kerusakan struktur.
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi dari kanal resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Pemerintah mengerahkan bantuan dan personel
BNPB menyiapkan 50.000 paket bantuan dengan berat sekitar 275 ton.
Sebanyak 10.500 paket telah tiba di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma ketika BNPB menerbitkan pembaruan.
Pemerintah mengirim bantuan pangan dan nonpangan melalui gudang logistik di Flores Timur serta dari Jakarta.
TNI mengerahkan 1.267 personel ke sejumlah wilayah terdampak.
Personel tersebut membantu pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan, pengoperasian posko dan distribusi bantuan.
TNI juga mengerahkan 89 kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan dan menyiapkan 120 velbed.
Selain itu, TNI AL menyiapkan Helikopter Bell 412 untuk membantu mobilitas personel dan logistik.
Tim gabungan masih memprioritaskan pencarian korban, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan pengungsi.
Termasuk tindakan pembukaan akses jalan dan pemulihan listrik dan telekomunikasi.
Masyarakat perlu memahami bahwa angka korban dan kerusakan masih dapat berubah.
Pemerintah masih melakukan verifikasi, terutama di wilayah terpencil yang sebelumnya terisolasi.
















