- Enam anggota dan simpatisan OPM di Papua Tengah menyatakan ikrar setia kepada NKRI dalam dua hari berturut-turut.
- Lima simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya menyatakan ikrar di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
- Erison Murib alias Buton Murib, anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga, menyatakan kembali ke NKRI di Kabupaten Puncak.
- TNI menyebut Erison berperan sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.
JAMLIMA.COM, PAPUA TENGAH — Enam orang yang terdiri atas lima simpatisan dan satu anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mereka berasal dari kelompok OPM di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Prosesi berlangsung dalam dua hari berturut-turut pada Minggu (6/9/2026) dan Senin (7/9/2026).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, lima simpatisan OPM lebih dahulu menyatakan kembali ke NKRI di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Kelima orang tersebut berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS. Mereka disebut sebagai simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya.
Latar belakang mereka beragam, mulai dari pelajar, pengemudi ojek, hingga pekerja mandiri.
Sebelum mengambil keputusan tersebut, TNI melakukan komunikasi dan dialog persuasif dengan kelimanya. Mereka sebelumnya terindikasi berinteraksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.
“Kelima orang tersebut sempat mengikuti proses komunikasi dan dialog persuasif,” kata Wirya dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Penyuplai Logistik OPM
Sehari kemudian, giliran Erison Murib alias Buton Murib (22) yang menyatakan ikrar setia kepada NKRI.
Erison merupakan anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga di bawah pimpinan Arodi Kulla.
Prosesi berlangsung di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Kabupaten Puncak, Senin (7/9/2026).
Menurut TNI, Erison memiliki peran sebagai penyuplai logistik bagi kelompok bersenjata.
Ia juga disebut terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.
Setelah kembali ke NKRI, keluarga Erison berharap ia bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.
Keluarga juga menyampaikan terima kasih atas pendekatan humanis yang dilakukan personel TNI.
Cium Bendera Merah Putih
Prosesi ikrar di Intan Jaya dan Puncak melibatkan personel TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Enam orang tersebut menandatangani surat ikrar kesetiaan kepada NKRI.
Mereka kemudian mencium Bendera Merah Putih dan mengikuti doa bersama.
Wirya mengatakan TNI akan terus mengedepankan komunikasi sosial dalam menangani dinamika keamanan di Papua.
TNI juga akan mengawal proses pemulihan sosial terhadap mantan anggota maupun simpatisan OPM yang kembali ke masyarakat.
“TNI berkomitmen untuk terus mengedepankan komunikasi sosial dan memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Wirya.
Menurut dia, pengawalan juga diperlukan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
TNI berharap langkah enam orang tersebut dapat diikuti anggota kelompok bersenjata lainnya.
Pendekatan dialog dan komunikasi sosial juga diharapkan membuka jalan bagi penyelesaian konflik secara damai serta menciptakan kondisi keamanan yang lebih stabil di Papua.
















