Scroll untuk baca artikel
Lokal

Identifikasi 11 Korban Kebakaran Paniai Tuntas, Labfor Telusuri Penyebab Api di Pasar Bapouda

×

Identifikasi 11 Korban Kebakaran Paniai Tuntas, Labfor Telusuri Penyebab Api di Pasar Bapouda

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Paniai Tewaskan 11 Orang di Pasar Bapouda
KEBAKARAN PANIAI — Kobaran api melalap kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari. Sebanyak 11 orang meninggal, 49 rumah dan kios terbakar, serta 148 warga mengungsi. Polisi dan tim laboratorium forensik masih menyelidiki penyebab kebakaran. (foto/tangkapan layar video)

  • Tim DVI menuntaskan identifikasi 11 korban meninggal dalam kebakaran Pasar Kampung Bapouda, Paniai, Papua Tengah.
  • Korban meninggal terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.
  • Sebanyak 49 rumah dan kios terbakar, sementara 148 warga terpaksa mengungsi.
  • Polisi dan tim laboratorium forensik masih menyelidiki penyebab kebakaran dan belum menyimpulkan adanya unsur kesengajaan.

JAMLIMA.COM, PANIAI — Tim Disaster Victim Identification (DVI) menuntaskan identifikasi 11 korban meninggal dalam kebakaran di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Kapolres Paniai AKBP Royke Betaubun mengatakan seluruh korban telah teridentifikasi hingga Rabu (9/9/2026) malam.

“Tim DVI telah mengidentifikasi 11 jenazah korban kebakaran,” kata Royke.

Setelah proses identifikasi selesai, polisi menyerahkan seluruh jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sebanyak 11 korban meninggal tersebut terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.

Enam Anak Menjadi Korban

Berdasarkan data kepolisian, lima korban dewasa yakni Najamuddin (70), Hasyim (30), Risma Falma (28), Wandi (36), dan Herlina (30).

Sementara itu, enam korban anak-anak yakni Arsi (9), Icha (6), Al Yusuf (2), Aska (9), Abie (6), dan Adit (5).

Seluruh korban kemudian dibawa menuju Kabupaten Nabire.

Jenazah sempat disemayamkan dan disalatkan di salah satu masjid di kawasan Samabusa.

Pemakaman dilakukan pada Rabu sekitar pukul 11.15 WIT.

Atas permintaan keluarga, seluruh korban dimakamkan dalam satu liang lahat.

Terjadi Dini Hari

Kebakaran maut tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 00.25 WIT.

Api muncul di kawasan Pasar Kampung Bapouda dan dengan cepat menjalar ke rumah serta kios yang berdempetan.

Sebagian bangunan di lokasi merupakan bangunan semi permanen yang digunakan warga sebagai tempat tinggal sekaligus tempat berdagang.

Petugas kemudian mengerahkan kendaraan taktis penyemprot air untuk membantu proses pemadaman.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT.

Setelah api padam, petugas melakukan penyisiran di sejumlah bangunan yang terbakar dan menemukan para korban.

Dampak Terhadap Kejadian

Pendataan awal kepolisian mencatat sekitar 40 bangunan terdampak kebakaran.

Namun, hasil pendataan lanjutan Polres Paniai memperbarui jumlah bangunan terbakar menjadi 49 rumah dan kios.

Sebanyak 148 warga juga terpaksa mengungsi ke kantor polisi, masjid, serta rumah keluarga dan kerabat.

“Data terbaru kebakaran terdapat 49 rumah dan kios. Sementara jumlah korban yang mengungsi 148 orang,” ujar Royke.

Selain korban meninggal, laporan awal kepolisian mencatat sekitar 20 orang mengalami luka-luka.

Kerugian materi akibat kebakaran juga diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.

Telusuri Penyebab Kebakaran

Polisi hingga kini belum mengumumkan penyebab pasti kebakaran di Pasar Kampung Bapouda.

Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Tim laboratorium forensik juga diterjunkan untuk membantu menentukan titik awal api.

Selain itu, tim juga mencari data dan fakta penyebab kebakaran.

Dalam penyelidikan awal, polisi memperoleh keterangan saksi yang mengaku melihat dua orang.

Keduanya berada di depan salah satu rumah sebelum kebakaran terjadi.

Namun, informasi tersebut masih didalami penyidik dan belum dapat dikaitkan langsung dengan penyebab kebakaran.

Polisi juga belum menyimpulkan apakah api berasal dari kelalaian, gangguan teknis, atau unsur kesengajaan.

Penyelidikan masih berlangsung dengan menggabungkan hasil olah TKP, keterangan saksi, serta pemeriksaan laboratorium forensik.