Scroll untuk baca artikel
Lokal

Gempa Bandung Berlanjut Hari Ini, M1,7 Tercatat Usai Rangkaian 118 Gempa

×

Gempa Bandung Berlanjut Hari Ini, M1,7 Tercatat Usai Rangkaian 118 Gempa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gempa Bandung 18 September 2026 dan sebaran titik gempa berdasarkan data BMKG
GEMPA BANDUNG — Ilustrasi peta aktivitas gempa di Kabupaten Bandung. BMKG mencatat gempa M1,7 pada Jumat, (18/9/2026), setelah sebelumnya merekam 118 aktivitas gempa pada 11 Agustus–17 September 2026. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Gempa M1,7 kembali tercatat di Kabupaten Bandung pada Jumat, (18/9/2026), pukul 00.49 WIB.
  • Pusat gempa berada di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 5 kilometer.
  • BMKG sebelumnya mencatat 118 gempa pada 11 Agustus–17 September 2026 hingga pukul 08.00 WIB.
  • BMKG menyebut rangkaian gempa berkaitan dengan aktivitas sesar lokal di kawasan yang sumbernya masih memerlukan kajian lebih dalam.

JAMLIMA.COM, BANDUNG — Aktivitas gempa bumi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih berlanjut pada Jumat, (18/9/2026).

Data jaringan BMKG mencatat gempa berkekuatan M1,7 pada pukul 00.49.10 WIB.

Pusat gempa berada di darat sekitar 24 kilometer tenggara Kabupaten Bandung.

Episenternya berada pada koordinat 7,24 Lintang Selatan dan 107,58 Bujur Timur, dengan kedalaman 5 kilometer.

Data tersebut telah berstatus ditinjau dalam daftar gempa bumi realtime BMKG.

Gempa M1,7 ini muncul setelah Kabupaten Bandung mengalami rangkaian gempa dangkal dalam beberapa hari terakhir.

Namun, gempa terbaru tersebut tidak tercantum dalam daftar gempa yang dirasakan masyarakat BMKG hingga pembaruan yang tersedia.

Gempa Bandung Berulang

Sehari sebelumnya, Kamis, (17/9/2026), sejumlah gempa juga tercatat di sekitar Kabupaten Bandung.

Salah satu gempa yang dirasakan terjadi pukul 06.21.05 WIB dengan magnitudo M2,7.

BMKG mencatat pusat gempa berada di darat, sekitar 27 kilometer selatan Kabupaten Bandung, pada kedalaman 4 kilometer.

Getaran gempa M2,7 dirasakan dengan intensitas III MMI di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Sebelumnya, gempa M2,6 juga terjadi pada pukul 04.59.20 WIB.

Pusat gempa berada sekitar 23 kilometer selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.

Getarannya dirasakan pada skala III MMI di Pangalengan dan Kertasari.

Aktivitas gempa kemudian masih tercatat sepanjang 17 September.

Jaringan realtime BMKG mencatat sejumlah gempa kecil lain di sekitar Kabupaten Bandung, termasuk M2,7, M2,4, M2,3, M2,1, M2,0, hingga M1,6.

BMKG Catat 118 Gempa

BMKG sebelumnya mengeluarkan keterangan resmi terkait rangkaian gempa Kabupaten Bandung.

Hingga Kamis, (17/9/2026), pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat 118 aktivitas gempa sejak 11 Agustus 2026.

Magnitudonya berkisar M1,0 hingga M3,4.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 gempa dirasakan masyarakat di Pangalengan, Talegong, Cisewu, dan wilayah sekitarnya.

Intensitas guncangannya berada pada II–III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan di dalam rumah.

Sebagian warga juga dapat merasakan sensasi seperti kendaraan berat melintas.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan rangkaian tersebut merupakan gempa bumi dangkal.

“Dengan memperhatikan lokasi pusat gempa, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal,” kata Wijayanto dalam keterangan resmi BMKG.

Angka 118 tersebut merupakan data hingga 17 September pukul 08.00 WIB.

Dengan demikian, angka itu bukan jumlah gempa yang terjadi pada 18 September 2026.

Sumber Gempa Dikaji

Analisis BMKG menunjukkan pusat-pusat gempa membentuk pola memanjang dari barat daya menuju timur laut.

Lokasinya sekitar 5–8 kilometer di sebelah barat Sesar Garsela Segmen Kendang dan di sebelah utara Sesar Garsela Segmen Kencana.

BMKG menilai rangkaian gempa tersebut secara tektonik berkaitan dengan aktivitas sesar aktif lokal.

Namun, terdapat temuan penting dari sebaran episenternya.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, sebaran gempa itu tidak tepat berada pada zona Sesar Garsela Segmen Kendang, Segmen Kencana, maupun Sesar Cicalengka.

Lokasi gempa justru berada pada kawasan yang sumber sesarnya belum terpetakan dalam peta tersebut.

Karena itu, BMKG menyatakan masih membutuhkan kajian lebih mendalam untuk memastikan sumber rangkaian gempa tersebut.

BMKG Terus Memantau

BMKG mengoperasikan 35 sensor seismik di seluruh Jawa Barat.

Jaringan tersebut mampu mendeteksi gempa mikro dan aktivitas seismik bermagnitudo kecil yang dapat berasal dari pergerakan patahan aktif di daratan.

BMKG memastikan pemantauan aktivitas gempa di Kabupaten Bandung terus dilakukan.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi gempa yang tidak memiliki sumber jelas.

Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dapat dipantau melalui BMKG dan kanal resmi InaTEWS.

Hingga Jumat, (18/9/2026), gempa M1,7 pukul 00.49 WIB menjadi aktivitas terbaru di sekitar Kabupaten Bandung yang tercantum dalam data realtime yang saya verifikasi untuk artikel ini.