- Umpan bekerja dengan memanfaatkan semut pekerja untuk membawa bahan aktif kembali ke sarang.
- Semprotan dapat membunuh semut yang terlihat, tetapi belum tentu menjangkau koloninya.
- Umpan sebaiknya ditempatkan dekat jalur semut dan dibiarkan bekerja selama beberapa hari.
- Jika semut tidak tertarik pada satu umpan, jenis atraktannya mungkin perlu diganti.
JAMLIMA.COM, SEHAT — Semut yang berbaris di dapur, meja makan, atau sekitar tempat sampah sering langsung dibasmi menggunakan semprotan serangga.
Namun, penelitian dan panduan pengendalian hama menunjukkan cara lain yang dapat bekerja lebih jauh hingga ke koloninya, yakni menggunakan umpan atau ant bait.
Prinsipnya sederhana. Semut pekerja menemukan umpan, memakannya, lalu membawa sebagian kembali menuju sarang.
University of California Statewide Integrated Pest Management Program atau UC IPM menjelaskan, bahan aktif dalam umpan harus bekerja cukup lambat agar semut masih sempat kembali ke sarang dan membagikannya kepada anggota koloni lainnya.
Karena itu, ketika semut sudah mendatangi umpan, justru jangan buru-buru dibunuh.
Cara Praktis Menggunakan Umpan
Tidak diperlukan cara yang rumit untuk memulai pengendalian semut menggunakan umpan.
Pertama, perhatikan jalur yang paling sering dilalui semut dan cari titik tempat mereka masuk atau keluar.
Selanjutnya, letakkan bait station atau gel umpan dekat jalur tersebut.
Jangan menyemprot insektisida di sekitar umpan.
Biarkan semut pekerja mendatangi umpan, memakannya, kemudian kembali menuju sarang.
Periksa umpan setiap hari. Jika habis atau mengering, ganti dengan yang baru sesuai petunjuk pada kemasan.
UC IPM menyebut penurunan jumlah semut dapat mulai terlihat sekitar lima hingga 10 hari setelah penggunaan umpan, meskipun pengendalian koloni secara keseluruhan bisa membutuhkan waktu lebih lama.
Jika umpan sama sekali tidak disentuh, pindahkan posisinya atau coba jenis umpan lain.

Mengapa Jangan Langsung Disemprot?
Semprotan insektisida dapat memberikan hasil cepat karena semut yang terkena langsung mati.
Namun, semut yang terlihat berjalan hanya merupakan bagian dari koloni.
Ratu, larva, dan banyak anggota koloni lainnya tetap berada di dalam sarang.
UC IPM menyebut penggunaan semprotan pada semut yang masuk rumah umumnya hanya memberikan pengendalian sementara. Umpan dinilai lebih sesuai untuk membawa bahan aktif menuju koloni.
Menyemprot area di sekitar umpan juga dapat mengganggu proses tersebut.
Semut bisa mati atau menjauh sebelum membawa umpan kembali ke sarangnya.
Umpan Manis Banyak Digunakan
Semut tertentu sangat tertarik terhadap makanan yang mengandung gula.
Karena itu, larutan berbasis gula banyak digunakan sebagai atraktan dalam penelitian.
Penelitian terhadap Argentine ant atau Linepithema humile, misalnya, menguji larutan sukrosa yang mengandung boric acid.
Penelitian tersebut menemukan konsumsi larutan gula menurun secara signifikan ketika konsentrasi boric acid lebih dari 1 persen.
Temuan ini menunjukkan racun dengan konsentrasi semakin tinggi belum tentu membuat umpan semakin efektif.
Umpan tetap harus menarik dan bekerja cukup lambat agar semut membawanya menuju sarang.
Namun, hasil penelitian pada Argentine ant tidak boleh langsung dianggap berlaku sama pada seluruh spesies semut.
Tidak Semua Semut Suka Gula
Inilah alasan satu jenis umpan bisa sangat menarik bagi semut tertentu tetapi diabaikan oleh semut lainnya.
UC IPM menjelaskan umpan semut dapat menggunakan gula, protein, minyak, atau kombinasinya sebagai bahan penarik.
Preferensi tersebut berbeda menurut spesies dan bahkan dapat berubah sepanjang tahun.
Argentine ant umumnya menyukai umpan manis.
Sebaliknya, beberapa jenis semut lebih tertarik pada protein atau bahan berminyak.
Karena itu, jika satu umpan tidak disentuh, jangan langsung menyimpulkan metode tersebut gagal.
Mencoba jenis atraktan lain bisa menjadi pilihan.
Bersihkan Makanan di Sekitarnya
Umpan juga akan sulit bersaing jika semut masih menemukan banyak makanan lain.
Bersihkan gula yang tumpah, remah makanan, minyak, sisa minuman, dan sampah.
Simpan makanan dalam wadah tertutup.
Sumber air seperti keran bocor juga sebaiknya diperbaiki karena dapat menarik semut.
UC IPM turut menyarankan membersihkan jalur semut menggunakan spons dan air sabun untuk membantu menghilangkan jejak aroma yang ditinggalkan semut.
Namun, langkah tersebut lebih baik dilakukan setelah program umpan berjalan dan aktivitas semut mulai menurun.
Setelah Semut Berkurang, Tutup Jalurnya
Tahap terakhir adalah mencegah semut kembali masuk.
Periksa retakan dinding, kusen, sekitar pintu, jendela, pipa, dan celah kecil lain yang menjadi jalur masuk.
Setelah aktivitas koloni berkurang, titik tersebut dapat ditutup menggunakan bahan yang sesuai.
Dengan demikian, pengendalian tidak hanya mengandalkan insektisida.
Umpan, kebersihan, dan penutupan jalur masuk menjadi satu rangkaian.
Pilih Umpan Siap Pakai
Sejumlah penelitian memang menggunakan boric acid atau bahan aktif lain dengan konsentrasi tertentu.
Namun, formula penelitian bukan berarti harus diracik sendiri di rumah.
Pilihan yang lebih praktis adalah menggunakan produk umpan yang terdaftar dan mengikuti petunjuk pemakaian pada label.
UC IPM menyebut bait station siap pakai atau yang dapat diisi ulang termasuk bentuk umpan yang paling mudah digunakan.
Beberapa bahan aktif yang digunakan pada produk umpan antara lain borat, fipronil, avermectin, dan hydramethylnon.
Umpan juga harus ditempatkan jauh dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan.
Jadi, ketika semut muncul di rumah, langkah pertama tidak harus memburu setiap semut dengan semprotan.
Cari jalurnya, letakkan umpan, biarkan semut membawanya kembali ke sarang, kurangi sumber makanan lain, lalu tutup jalan masuk setelah aktivitasnya menurun.
Cara tersebut memanfaatkan perilaku alami semut sehingga pengendalian tidak berhenti pada semut yang terlihat, tetapi diarahkan pada koloninya.
















