Scroll untuk baca artikel
Sport

Tango Terakhir Messi Berakhir Manis, Argentina Tekuk Benin 3-0 di Monumental

×

Tango Terakhir Messi Berakhir Manis, Argentina Tekuk Benin 3-0 di Monumental

Sebarkan artikel ini
Tango terakhir Messi saat Argentina menang 3-0 atas Benin
TANGO TERAKHIR — Lionel Messi menjalani pertandingan terakhir bersama Timnas Argentina saat La Albiceleste menang 3-0 atas Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires. Messi menutup laga dengan satu gol dan dua assist. (Foto: Tangkapan Layar/Jamlima.com)

  • Argentina mengalahkan Benin 3-0 dalam pertandingan terakhir Lionel Messi bersama La Albiceleste.
  • Messi terlibat langsung dalam seluruh gol Argentina dengan satu gol penalti dan dua assist.
  • Nicolas Otamendi dan Nico Paz mencetak dua gol pertama sebelum Messi menutup kemenangan.
  • Messi mengakhiri karier internasional dengan 208 penampilan dan 126 gol untuk Argentina.

JAMLIMA.COM, BUENOS AIRES — Tango terakhir Messi bersama Timnas Argentina berakhir manis di Estadio Monumental, Buenos Aires.

La Albiceleste mengalahkan Benin 3-0 dalam pertandingan terakhir sang kapten, Selasa malam (6/10/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (7/10/2026) WITA.

Messi terlibat langsung dalam seluruh gol Argentina.

Ia membuat dua assist sebelum menutup kemenangan melalui titik penalti.

Laga itu menjadi penampilan ke-208 sekaligus pertandingan terakhir Messi bersama Argentina.

Ia mengakhiri perjalanan internasionalnya dengan 126 gol serta tetap memegang rekor penampilan dan gol terbanyak Argentina.

Lebih dari 85.000 penonton memenuhi Monumental untuk menyaksikan penutup perjalanan Messi selama 21 tahun bersama negaranya.

Benin tahan Argentina pada babak pertama

Argentina langsung mendominasi permainan.

Namun, Benin mampu menjaga pertahanan dan menutup ruang sepanjang babak pertama.

Skuad Lionel Scaloni akhirnya memecah kebuntuan tiga menit setelah jeda.

Messi mengambil sepak pojok dari sisi kiri.

Bola kirimannya mengarah kepada Nicolas Otamendi yang menyambutnya dengan tendangan voli.

Gol menit ke-48 membawa Argentina unggul 1-0.

Momen itu juga terasa emosional karena Otamendi menjalani pertandingan terakhir bersama Argentina.

Ia merayakan gol dengan memeluk Messi di dekat sudut lapangan.

Dua pemain senior Argentina tersebut menutup perjalanan internasional mereka dalam satu rangkaian gol.

Messi kirim assist kedua untuk Nico Paz

Argentina bermain lebih lepas setelah membuka keunggulan.

Messi kembali menjadi kreator pada menit ke-61.

Ia mengirim bola kepada Nico Paz.

Pemain muda Argentina itu menuntaskan peluang dan membawa tuan rumah unggul 2-0.

Messi pun mencatat assist keduanya.

Gol tersebut sekaligus menghadirkan simbol pergantian generasi.

Messi yang memainkan pertandingan terakhir memberi umpan kepada Nico Paz, salah satu pemain muda dalam regenerasi La Albiceleste.

Tango terakhir Messi ditutup gol ke-126

Argentina mendapat penalti pada menit ke-71.

Messi maju sebagai eksekutor.

Ia menuntaskan peluang tersebut dan mengubah skor menjadi 3-0.

Gol itu menjadi gol ke-126 Messi untuk Argentina dalam penampilannya yang ke-208.

Sang kapten akhirnya menutup pertandingan terakhir dengan satu gol dan dua assist.

Artinya, Messi terlibat langsung dalam ketiga gol Argentina.

Skor 3-0 bertahan hingga peluit akhir.

Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan terakhir Messi dalam seragam La Albiceleste.

Tangis Messi di Monumental

Peluit akhir mengubah suasana pertandingan menjadi seremoni perpisahan.

Messi terlihat emosional di tengah lapangan.

Keluarganya hadir menyaksikan malam terakhir tersebut bersama sejumlah pemain yang pernah membawa Argentina menjadi juara dunia.

Lebih dari 85.000 penonton memenuhi Monumental.

Sejumlah bangunan di Buenos Aires juga diterangi warna biru langit dan putih Argentina.

Pertunjukan drone, musik, dan kembang api melengkapi perpisahan sang kapten.

Messi mengaku sulit menggambarkan seluruh emosinya.

Perpisahan itu terasa semakin berat ketika ia mengenang mendiang ayahnya saat berbicara di hadapan publik Monumental.

“Saya mencintai kalian semua dan akan merindukan kalian. Saya bangga menjadi orang Argentina,” kata Messi.

Dari kartu merah hingga 208 pertandingan

Laga melawan Benin menutup perjalanan yang dimulai lebih dari dua dekade lalu.

Messi menjalani debut bersama tim senior Argentina melawan Hungaria pada 17 Agustus 2005.

Saat itu usianya baru 18 tahun.

Debut tersebut hanya berlangsung singkat setelah wasit memberinya kartu merah.

Namun, awal pahit itu tidak menentukan akhir perjalanan.

Messi berkembang menjadi pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah Timnas Argentina.

Sebelum laga melawan Benin, ia mengoleksi 207 penampilan dan 125 gol.

Satu pertandingan dan satu gol pada malam perpisahan membuat catatan akhirnya menjadi 208 penampilan dan 126 gol.

Jalan panjang sebelum menjadi juara dunia

Kesuksesan Messi bersama Argentina tidak datang cepat.

Ia membantu negaranya meraih emas Olimpiade Beijing 2008.

Namun, gelar senior utama terus menjauh.

Argentina mencapai final Piala Dunia 2014 sebelum kalah 0-1 dari Jerman melalui perpanjangan waktu.

Messi kemudian merasakan kekalahan pada final Copa América 2015 dan Copa América Centenario 2016.

Kekalahan dari Chile pada 2016 bahkan membuatnya sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional.

Namun, Messi kembali.

Perjalanan itu berubah pada Copa América 2021.

Argentina mengalahkan Brasil di Maracanã dan menjadi juara.

Trofi tersebut membuka periode tersukses Messi bersama negaranya.

Argentina kemudian menjuarai Finalissima 2022 setelah mengalahkan Italia.

Beberapa bulan kemudian, Messi membawa La Albiceleste mencapai puncak tertinggi.

Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti di Qatar.

Mereka kembali meraih Copa América pada 2024.

Messi menutup karier internasional dengan satu Piala Dunia, dua Copa América, dan satu Finalissima.

Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhir

Piala Dunia 2026 menjadi turnamen kompetitif terakhir Messi bersama Argentina.

Pada usia 39 tahun, ia masih membawa Argentina hingga final.

Messi mencetak delapan gol sepanjang turnamen.

Namun, Spanyol menghentikan langkah sang juara bertahan.

Argentina kalah 0-1 setelah perpanjangan waktu.

Messi kemudian mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada 31 Agustus 2026.

AFA lalu membuka satu halaman terakhir.

Federasi Argentina memanggilnya kembali untuk menjalani pertandingan perpisahan melawan Benin.

Benin akhirnya menjadi lawan terakhir dalam perjalanan internasional sang kapten.

Dari kritik menjadi simbol Argentina

Hubungan Messi dengan publik Argentina tidak selalu berjalan mulus.

Ia meninggalkan Rosario menuju Barcelona ketika berusia 13 tahun.

Perjalanan panjangnya di Spanyol sempat membuat sebagian publik mempertanyakan kedekatannya dengan Argentina.

Tekanan semakin besar ketika kesuksesan bersama Barcelona tidak langsung menghasilkan trofi bersama tim nasional.

Messi juga mengalami sejumlah kekalahan di final.

Namun, Copa América 2021 mengubah perjalanan itu.

Piala Dunia 2022 kemudian menempatkannya pada posisi berbeda dalam sejarah sepak bola Argentina.

Kritik perlahan berubah menjadi penerimaan.

Kegagalan berubah menjadi gelar.

Messi pun berkembang dari pemain yang terus dipertanyakan menjadi simbol utama generasinya.

Monumental menutup satu era

Malam melawan Benin akhirnya lebih besar daripada pertandingan persahabatan.

Argentina memang menang 3-0.

Namun, skor hanya menjadi bagian dari cerita.

Otamendi mencetak gol dari assist Messi.

Nico Paz mencetak gol kedua setelah menerima umpan sang kapten.

Kemudian Messi sendiri mencetak gol terakhirnya melalui penalti.

Satu gol dan dua assist menjadi kontribusi terakhirnya dalam seragam Argentina.

Dua puluh satu tahun setelah debut yang berakhir dengan kartu merah, Messi meninggalkan tim nasional sebagai pemegang rekor penampilan dan gol Argentina.

Ia pergi setelah memainkan 208 pertandingan dan mencetak 126 gol.

Ia juga meninggalkan panggung sebagai juara dunia dan dua kali juara Copa América.

Dari remaja yang harus membuktikan dirinya hingga kapten yang mengangkat Piala Dunia, perjalanan tersebut akhirnya berhenti di Monumental.

Tango terakhir Messi berakhir dengan kemenangan.

Argentina 3, Benin 0.

Satu malam di Buenos Aires menutup satu era besar dalam sejarah sepak bola Argentina.


Baca juga: Akhir Era Sang Nomor 10, Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina