JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Selatan periode Januari 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur, Jumat (13/2/2026).
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi memimpin rapat tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman selaku Ketua Harian TPID dan TP2DD Sulsel turut hadir bersama para bupati dan wali kota, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD se-Sulawesi Selatan.
Syaharuddin hadir didampingi Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Badan Pendapatan Daerah Muhammad Rohady Ramadhan, Kabag Perekonomian Haris Alimin, serta Plt Kepala BKAD Sunandar Priyoatmojo bersama jajaran TPID dan TP2DD.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta ketahanan ekonomi daerah,” ujar Fatmawati Rusdi.
Baca juga: Lepas 15 Truk Telur, Bupati Sidrap Tegaskan Ketahanan Pangan
Strategi Kendali Inflasi
HLM digelar untuk memperkuat sinergi kebijakan dan langkah strategis pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi keuangan daerah. Fatmawati berharap forum tersebut menghasilkan kebijakan konkret dan berkelanjutan yang dimonitor secara berkala.
Syaharuddin memaparkan capaian produksi dan peningkatan ekonomi Kabupaten Sidrap dalam satu tahun terakhir. Peningkatan kesejahteraan masyarakat ditopang oleh kenaikan produksi sektor pertanian dan perkebunan.
“Untuk menekan inflasi, kami akan terus berkoordinasi dengan kabupaten lain guna memenuhi kebutuhan komoditas yang kurang di Sidrap,” jelasnya.
Digitalisasi dan Daya Beli
Bupati Kabupaten Sidrap menyebut daya beli masyarakat relatif tinggi seiring peningkatan pendapatan dari sektor pertanian dan perkebunan. Kondisi tersebut menjaga stabilitas Indeks Harga Konsumen meski inflasi berada di angka 5,46 persen.
“Dengan pendapatan masyarakat yang baik, daya beli tetap terjaga sehingga gejolak inflasi masih bisa kami atasi,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang untuk terus meningkatkan kinerja TPID dan TP2DD. Pemkab juga berupaya mempertahankan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Indonesia Timur dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan daerah.
Baca juga:


























