JAMLIMA.COM, PAREPARE — Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyebut Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada atau IAS bisa menjadi pilihan bagi aparatur sipil negara atau ASN yang ingin melanjutkan studi tanpa harus keluar daerah.
Pernyataan itu disampaikan Tasming saat menghadiri peresmian Auditorium IAS di Kota Parepare, Kamis (30/4/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan tinggi di kampus tersebut.
Peresmian auditorium tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan tinggi di IAS. Kehadiran gedung baru itu diharapkan menunjang kegiatan akademik dan nonakademik mahasiswa.
Tasming menilai pengembangan fasilitas kampus dan capaian akademik IAS menjadi kabar baik bagi Kota Parepare. Ia juga menyoroti peluang aparatur sipil negara atau ASN untuk melanjutkan studi tanpa harus keluar daerah.
IAS Jadi Pilihan Pendidikan ASN
Dalam sambutannya, Tasming menyampaikan apresiasi kepada IAS atas sejumlah capaian yang diraih. Ia menyoroti keberhasilan Program Studi Magister Manajemen IAS yang meraih akreditasi unggul.
Tasming juga mengapresiasi keberadaan Program Studi Kriminologi yang baru dibuka di IAS. Menurut dia, program studi tersebut tidak banyak tersedia di Indonesia.
“Saya menyampaikan apresiasi. Ini membanggakan bagi Kota Parepare. Apa lagi Prodi Kriminologi ini tidak banyak di Indonesia. Sangat membanggakan bagi Kota Parepare,” ujar Tasming.
Ia menilai sejumlah program studi di IAS membuka peluang bagi ASN di Parepare untuk meningkatkan kapasitas pendidikan. Dengan begitu, ASN tidak perlu jauh keluar daerah jika ingin melanjutkan studi.
“Kalau ada ASN yang ingin melanjutkan studi, tidak perlu jauh ke luar kota lagi. IAS bisa menjadi pilihan,” tambahnya.
Pemkot Parepare dan IAS Teken MoU
Tasming juga memuji Rektor IAS, Prof. Bakhtiar Tijjang, atas upaya mendorong kemajuan kampus. Ia menyebut Pemerintah Kota Parepare siap menjalin kolaborasi untuk mendukung pengembangan pendidikan di daerah.
Menurut Tasming, capaian IAS juga terlihat dari banyaknya mahasiswa yang menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar dari pemerintah pusat.
“Sekitar setengah mahasiswa IAS mendapatkan bantuan KIP. Ini menunjukkan kinerja yang baik dari pihak kampus dan juga kinerja Pak Prof sangat luar biasa sekali,” katanya.
Selain peresmian auditorium, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Parepare dan IAS.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia di Kota Parepare, terutama melalui peningkatan akses pendidikan tinggi dan kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi.
Penguatan akses pendidikan tinggi ini juga sejalan dengan dinamika kegiatan mahasiswa yang menjadi bagian penting dalam ekosistem kampus di Sulawesi Selatan.
















