Scroll untuk baca artikel
Internasional

Balendra Shah Bantah Nepal Menolak Bantuan Banjir, Kemenlu Jelaskan Faktanya

×

Balendra Shah Bantah Nepal Menolak Bantuan Banjir, Kemenlu Jelaskan Faktanya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi wajah Balendra Shah terkait bantuan banjir Nepal
BANTUAN ASING - Balendra Shah membantah kabar Nepal menolak seluruh bantuan asing. Pemerintah Nepal tetap menerima bantuan teknis, dana, dan logistik sesuai kebutuhan. (foto/ilustrasi)

  • Balendra Shah menyebut kabar Nepal menolak seluruh bantuan asing sebagai informasi yang menyesatkan.
  • Nepal sempat membatasi pengerahan umum tim SAR asing setelah banjir Bhote Koshi.
  • Pemerintah Nepal tetap menerima bantuan dana, logistik, material, dan keahlian teknis.
  • India dan China membantu Nepal melalui dukungan spesialis untuk operasi penyelamatan tertentu.

JAMLIMA.COM, KATHMANDU — Perdana Menteri Nepal Balendra Shah membantah kabar bahwa negaranya menolak bantuan asing setelah banjir bandang Bhote Koshi.

Banjir tersebut melanda sejumlah wilayah Nepal pada Rabu, (26/8/2026).

Bencana itu merusak permukiman, jalan, jembatan, dan sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air.

Shah Beri Klarifikasi

Balendra Shah menyampaikan klarifikasi melalui akun Facebook resminya pada Jumat, (28/8).

“Pemberitaan bahwa bantuan asing ditolak adalah informasi yang menyesatkan,” tulis Shah.

Ia menegaskan bahwa Nepal terus berkoordinasi dengan India, China, dan mitra internasional.

Koordinasi itu mencakup bantuan untuk operasi penyelamatan, penanganan korban, serta pengiriman material yang dibutuhkan. Akun resmi Balendra Shah

Shah juga menjelaskan bahwa, pengerahan helikopter mempertimbangkan keselamatan penerbangan, kondisi geografis, dan kebutuhan di lapangan.

Kemenlu Nepal Jelaskan Posisi Pemerintah

Kementerian Luar Negeri Nepal sebelumnya memang menyatakan belum membutuhkan pengerahan umum tim SAR asing.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kemenlu Nepal, Lok Bahadur Chhetri, pada Jumat, (28/8).

“Penawaran bantuan tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, untuk saat ini kami belum membutuhkan bantuan tersebut,” ujar Chhetri kepada Reuters.

Pernyataan tersebut merujuk pada tawaran sejumlah negara, saat  mengirim tim pencarian dan penyelamatan.

India, China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh termasuk negara yang menawarkan bantuan.

Namun, Nepal tidak menolak seluruh bantuan internasional.

Pemerintah tetap menerima bantuan dana, logistik, material, dan keahlian teknis tertentu.

Bantuan Asing Sesuai Kebutuhan

Pada Sabtu, (29/8), Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal kembali memberikan penjelasan.

Khanal mengatakan Nepal tidak menolak bantuan penyelamatan dari negara lain.

Menurut dia, pemerintah menentukan bentuk bantuan berdasarkan rekomendasi aparat keamanan yang memimpin operasi di lapangan.

Nepal kemudian meminta bantuan teknis, khususnya penyelamatan pekerja yang terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik.

Pemerintah juga membutuhkan dukungan untuk pemeriksaan DNA dan identifikasi jenazah.

Selain itu, Nepal meminta peralatan pendingin jenazah dan drone kargo untuk mengirim bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.

Tim penyelamat terowongan dari India telah tiba di Nepal.

China juga menyiapkan tim ahli untuk membantu operasi di lokasi tertentu.

Bantuan Disalurkan Melalui Jalur Resmi

Dalam pembaruan resmi pada (28/8), Kemenlu Nepal menyatakan pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya negara.

Sumber daya tersebut mencakup operasi pencarian, penyelamatan, evakuasi, layanan medis, dan penyaluran bantuan.

Nepal juga membuka jalur bantuan melalui Dana Bantuan Bencana Perdana Menteri.

Pemerintah meminta bantuan keuangan dari luar negeri disalurkan melalui mekanisme resmi.

Langkah itu bertujuan menjaga koordinasi dan mencegah tumpang tindih bantuan di lapangan. Kemenlu Nepal

Keputusan awal Nepal turut dipengaruhi pengalaman saat gempa 2015.

Ketika itu, banyaknya tim penyelamat asing menimbulkan persoalan koordinasi dalam operasi tanggap darurat.

Karena itu, Nepal memilih memimpin operasi melalui tentara, polisi, dan lembaga penanggulangan bencana dalam negeri.

Data Korban Banjir

Dalam konferensi pers pada Sabtu, (29/8), Kemenlu Nepal menyatakan tim penyelamat telah menemukan 626 jenazah.

Petugas masih belum menemukan sekitar 2.400 orang.

Sedangkan tim penyelamat telah berhasil menyelamatkan lebih dari 4.450 orang.

Jumlah tersebut termasuk lebih dari 187 warga negara asing.

Kemenlu Nepal mengingatkan bahwa data tersebut masih dapat berubah.

Perubahan dapat terjadi karena proses pencarian dan verifikasi masih berlangsung.