- TNI mengerahkan 1.892 personel untuk membantu korban gempa Flores.
- Hercules membawa bantuan logistik dan personel menuju wilayah terdampak.
- TNI AU menyalurkan 13 ton bantuan ke Maumere pada Minggu, 16 Agustus 2026.
- Pemerintah mencatat 52 ton bantuan telah tersalurkan hingga hari kedua penanganan.
JAMLIMA.COM, FLORES — TNI memperkuat operasi kemanusiaan untuk warga terdampak gempa M7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.TNI mengerahkan personel, pesawat Hercules, helikopter dan kendaraan lapangan
Termasuk perlengkapan pengungsian untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.
Keterangan Puspen TNI mencatat, hingga Sabtu malam, (15/8/2026), TNI telah mengerahkan 1.892 personel dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang.
Prajurit membantu pencarian korban, evakuasi warga, perawatan darurat, dan penanganan kerusakan.
Tindakan ini bersama Basarnas, BPBD, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
TNI Siapkan Personel dan Alat Pendukung
TNI mengerahkan 75 kendaraan, tujuh tenda lapangan, serta 40 velbed untuk mendukung operasi darurat.
Tim TNI juga menyiagakan helikopter Bell 412 untuk mengangkut personel dan bantuan ke lokasi yang sulit dijangkau.
Pengerahan tersebut menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
Hingga saat ini, tim gabungan masih mendata dampak gempa dan kebutuhan pengungsi di sejumlah kabupaten di Flores.
Pada hari pertama tanggap darurat, TNI mengirim bantuan logistik tahap awal menggunakan dua pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Bantuan itu diangkut menuju Labuan Bajo dan Maumere.
TNI turut menerbangkan pesawat Boeing 737-800 untuk membawa personel yang memperkuat operasi kemanusiaan.
“TNI hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan ini kami kirim secepatnya agar dapat segera diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas.
TNI AU Salurkan 13 Ton Bantuan ke Maumere
TNI AU kembali mengirim 13 ton bantuan sembako dan logistik menggunakan pesawat Hercules pada Minggu, (16/8/2026).
Pesawat membawa bantuan menuju Maumere, Kabupaten Sikka.
Petugas kemudian menyalurkan bantuan ke Ende, Nagekeo, Bajawa, dan wilayah terdampak lainnya.
“Dari Maumere kemudian akan kami distribusikan ke Ende, Nagekeo, Bajawa, dan beberapa daerah lainnya.” ujar Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad.
TNI menyiagakan helikopter untuk mengantar bantuan ke wilayah terisolasi.
Lanud El Tari juga menempatkan 66 personel di Maumere, Labuan Bajo, dan titik rawan lainnya.
Somad menyebut distribusi bantuan hingga hari kedua berlangsung tanpa kendala berarti.
“Untuk kendala, ini baru hari kedua, tetapi memang tak ada kendala yang berarti selama proses pendistribusian.” tegasnya.
Total Bantuan Pemerintah Capai 52 Ton
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan, pemerintah telah menyalurkan total 52 ton bantuan logistik.
Total bantuan ini, hingga hari kedua penanganan bencana pada Minggu, (16/8/2026).
Jumlah itu mencakup makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan, alat kesehatan, tenda, air bersih, dan kebutuhan pengungsi lainnya.
Pemerintah menyalurkan bantuan melalui jalur darat, udara, dan helikopter ke Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Sikka, Ende, serta Nagekeo.
“Di hari kedua, bantuan logistik terus didatangkan untuk saudara-saudara kita di NTT. Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi,” kata Teddy.
Operasi kemanusiaan masih berlangsung. TNI dan seluruh unsur terkait terus memprioritaskan pencarian korban, layanan pengungsian.
Termasuk kepastian pengiriman kebutuhan dasar khususnya bagi warga terdampak.
















