- Marc Marquez berpeluang memperlebar keunggulan MotoGP 2026 setelah Jorge Martin mundur dari GP Malaysia karena cedera.
- Pada MotoGP Malaysia 2025, Marquez justru absen akibat patah tulang dan cedera ligamen bahu kanan.
- Marquez menempati posisi kedua kualifikasi Sepang 2026, hanya tertinggal 0,070 detik dari adiknya, Alex Marquez.
- Jika memenangkan Sprint dan balapan utama, Marquez berpeluang unggul 47 poin atas Martin sebelum tiga seri terakhir.
JAMLIMA.COM, SEPANG — Setahun lalu, Marc Marquez tidak bisa tampil di MotoGP Malaysia karena cedera. Kini, situasinya berbalik.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu justru berpeluang mendekati gelar dunia ke-10 setelah Jorge Martin mundur dari MotoGP Malaysia 2026.
Martin mengakhiri partisipasinya di Sirkuit Sepang, Sabtu (31/10/2026), akibat patah tulang pergelangan tangan kanan.
Keputusan tersebut memberi keuntungan penting bagi Marquez dalam perebutan gelar dunia.
Apalagi, pembalap asal Spanyol itu masih memimpin klasemen dengan selisih 10 poin.
Namun, Marquez belum memastikan gelar. Ia tetap harus mengumpulkan poin dalam Sprint dan balapan utama.
Baca juga: Gagal Podium Mandalika, Marc Marquez Ungkap Kesulitan dan Kritik Jadwal MotoGP
Nasib Marquez Berbalik dalam Setahun
MotoGP Malaysia menghadirkan cerita berbeda bagi Marquez dalam dua musim terakhir.
Pada Oktober 2025, ia terpaksa melewatkan balapan Australia dan Malaysia setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Pemeriksaan medis menemukan patah tulang pada pangkal prosesus korakoid, bagian dari tulang belikat kanan. Dokter juga menemukan cedera ligamen bahu.
Awalnya, tim medis memilih penanganan tanpa operasi.
Namun, kondisi tulang dan ligamen belum cukup stabil sehingga Marquez akhirnya menjalani pembedahan.
Cedera tersebut menghentikan penampilannya di Sepang pada 2025.
Ketika itu, Marquez sudah memastikan gelar dunia kesembilan sepanjang kariernya.
Kini, setahun kemudian, pembalap berusia 33 tahun tersebut kembali menghadapi perebutan gelar. Hanya saja, Martin yang harus menepi akibat cedera.
Pernah Empat Kali Operasi Lengan Kanan
Perjalanan Marquez tidak lepas dari cedera berat yang sempat mengancam kelanjutan kariernya.
Pada Juli 2020, ia mengalami patah tulang lengan atas kanan atau humerus setelah kecelakaan di Sirkuit Jerez, Spanyol.
Marquez sempat mencoba kembali membalap sepekan kemudian. Namun, kondisi lengannya belum memungkinkan.
Pemulihan berlangsung panjang dan disertai sejumlah komplikasi.
Ia akhirnya menjalani empat operasi pada tulang lengan kanan tersebut, termasuk tindakan lanjutan di Amerika Serikat pada 2022.
Marquez juga pernah mengalami gangguan penglihatan ganda atau diplopia yang menghambat aktivitas balapnya.
Bahkan, pada Mei 2026, ia kembali mengalami patah tulang metatarsal kelima kaki kanan saat Sprint MotoGP Prancis.
Cedera itu membuatnya absen dari balapan utama Prancis dan GP Catalunya. Tim medis juga mempercepat rencana operasi bahu kanannya.
Rangkaian cedera tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Marquez kembali bersaing memperebutkan gelar.
Marquez Pahami Kondisi Jorge Martin
Menariknya, sebelum Martin memutuskan mundur, Marquez justru menyambut upaya rivalnya kembali membalap.
Dalam konferensi pers MotoGP Malaysia, Kamis (29/10/2026), ia mengaku senang melihat Martin kembali ke lintasan.
“Jika Martin berada di lintasan, dia pasti akan cepat,” kata Marquez.
Pernyataan itu muncul ketika Martin masih berusaha mengikuti balapan meski pergelangan tangan kanannya belum pulih.
Marquez sendiri pernah menghadapi situasi serupa.
Ketika harus absen akibat cedera bahu pada Oktober 2025, ia menegaskan pentingnya mengikuti waktu pemulihan yang ditentukan dokter.
“Prioritasnya adalah pulih dengan baik dan kembali dalam kondisi 100 persen,” ujar Marquez saat itu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Marquez memahami pentingnya pemulihan sebelum kembali menghadapi risiko balapan.
Peluang Juara Dunia Semakin Besar
Marquez memasuki MotoGP Malaysia dengan 365 poin.
Sementara itu, Martin mengumpulkan 355 poin dan Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 315 poin.
Pengunduran diri Martin membuatnya tidak memperoleh poin dari dua balapan di Sepang.
Sebaliknya, Marquez masih berkesempatan meraih maksimal 37 poin.
Perinciannya, pemenang Sprint memperoleh 12 poin, sedangkan pemenang balapan utama mendapat 25 poin.
Jika Marquez memenangkan keduanya, koleksi poinnya meningkat menjadi 402.
Dengan demikian, selisih atas Martin akan melebar menjadi 47 poin.
Namun, perhitungan tersebut merupakan skenario maksimal, bukan hasil yang sudah terjadi.
Selain itu, masih tersedia 111 poin dari tiga seri setelah Malaysia. Artinya, perebutan gelar tetap terbuka secara matematis.
Alex Marquez Jadi Tantangan di Sepang
Meski Martin mundur, Marquez tidak otomatis menjadi pembalap tercepat.
Dalam kualifikasi Sabtu, adiknya, Alex Marquez, justru merebut pole position.
Pembalap Gresini Racing itu mencatatkan waktu 1 menit 56,493 detik.
Marc menyusul di posisi kedua dengan selisih 0,070 detik.
Sementara itu, Pedro Acosta melengkapi barisan terdepan. Ai Ogura dan Marco Bezzecchi menempati posisi keempat serta kelima.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa persaingan di Sepang masih ketat.
Pada latihan Jumat, Marquez juga sempat terjatuh di Tikungan 15 sebelum bangkit dan mencatatkan waktu tercepat.
“Kecepatan kami sangat baik, tetapi yang terpenting adalah tidak berlebihan,” kata Marquez dalam keterangan resmi Ducati, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai performa motornya semakin baik ketika daya cengkeram ban mulai berkurang.
Gelar Ke-10 Belum di Tangan
Marquez sudah mengoleksi sembilan gelar dunia dari tiga kelas berbeda.
Rinciannya, satu gelar kelas 125cc, satu gelar Moto2, dan tujuh gelar MotoGP.
Karena itu, gelar musim 2026 akan menjadi gelar dunia kesepuluh sepanjang kariernya sekaligus gelar kedelapan di kelas utama.
Namun, sejarah cedera membuat persaingan musim ini memiliki sisi lain.
Pada 2025, Marquez harus melewatkan Sepang untuk memulihkan bahunya. Kini, Martin menghadapi keputusan serupa ketika peluang gelarnya masih terbuka.
Perubahan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh kondisi fisik terhadap perebutan kejuaraan.
Bagi Marquez, kesempatan memperlebar keunggulan kini berada di depan mata.
Namun, ia tetap harus menyelesaikan balapan dan menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Baca juga: MotoGP Australia 2026 Batal Total, Marquez Gagal Menjauh dan Veda Ega Kehilangan Peluang





































