- Yair Netanyahu menjadi sorotan setelah mendukung klaim Argentina atas Kepulauan Falkland atau Malvinas.
- Unggahannya di X ditonton jutaan kali dan memicu kritik dari sejumlah tokoh politik Inggris.
- Yair merupakan podcaster dan aktivis politik yang dikenal aktif membela pemerintahan ayahnya.
- Shin Bet juga mengonfirmasi adanya ancaman serius yang menyebabkan Yair dibawa kembali dari Amerika Serikat ke Israel.
JAMLIMA.COM, YERUSALEM — Nama Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menjadi sorotan.
Setelah ia ikut bersuara dalam sengketa Kepulauan Falkland atau Malvinas.
Yair secara terbuka mendukung klaim Argentina atas kepulauan yang saat ini berada di bawah administrasi Inggris.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun X miliknya pada akhir Agustus 2026.
Unggahannya kemudian menyebar luas dan memicu reaksi keras dari sejumlah tokoh politik Inggris.
Namun, posisinya sebagai putra Benjamin Netanyahu serta aktivitas politiknya membuat komentarnya mendapat perhatian internasional.
Pada saat yang sama, Yair juga sedang menjadi viral karena persoalan keamanan.
Hal tersebut setelah otoritas Israel mengonfirmasi adanya ancaman serius terhadap dirinya.
Bela Argentina soal Falkland
Polemik bermula ketika Yair Netanyahu mengunggah pernyataan dalam bahasa Spanyol melalui akun X miliknya.
“¡Las Islas Malvinas pertenecen a Argentina!”
Pernyataan tersebut berarti Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.
Argentina menggunakan nama Islas Malvinas untuk wilayah yang disebut Inggris sebagai Falkland Islands.
Unggahan tersebut mendapat jutaan tayangan dan dengan cepat menyebar di media sosial.
Sejumlah laporan mencatat tayangannya telah melampaui enam juta.
Komentar Yair kemudian mendapat reaksi dari sejumlah figur politik Inggris.
Mereka menegaskan Falkland tetap merupakan wilayah Inggris dan mempertanyakan mengapa Yair ikut mengambil posisi dalam sengketa tersebut.
Yair juga melanjutkan kritik terhadap pemerintah Inggris.
Ia menggambarkan Falkland sebagai gugusan pulau berbatu yang terletak ribuan kilometer dari Inggris.
Komentar tersebut membuat polemik semakin meluas.
Namun, penting dicatat bahwa Yair tidak berbicara atas nama pemerintah Israel.
Selain itu, dirinya bukan bagian pejabat wilayah pemerintah Israel
Belum ada indikasi bahwa komentarnya tersebut merupakan perubahan kebijakan resmi Israel terhadap status Falkland.
Sengketa Falkland Menghangat
Pernyataan Yair muncul ketika isu Falkland kembali mendapat perhatian internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, (31/8), mengatakan pemerintahannya sedang meninjau kembali posisi Amerika Serikat mengenai Kepulauan Falkland.
Trump tidak menjelaskan apakah proses tersebut akan berujung pada perubahan kebijakan Washington.
Wilayah Falkland sendiri berada di kawasan Atlantik Selatan.
Inggris mengelola kepulauan tersebut sebagai wilayah seberang laut.
Sementara itu, Argentina tetap mengklaim wilayah itu sebagai bagian dari kedaulatannya dan menyebutnya Islas Malvinas.
Perselisihan tersebut pernah berubah menjadi perang terbuka pada 1982.
Perang Falkland berlangsung sekitar 10 pekan sebelum pasukan Argentina menyerah kepada Inggris.
Persoalan kedaulatan tetap belum selesai hingga sekarang.
Siapa Yair Netanyahu?
Yair Netanyahu lahir di Yerusalem pada 26 Juli 1991.
Ia merupakan putra Benjamin Netanyahu dan Sara Netanyahu.
Yair memiliki adik laki-laki bernama Avner Netanyahu serta saudari tiri, Noa Netanyahu-Roth.
Pada Rabu, 2 September 2026, Yair berusia 35 tahun.
Ia menempuh pendidikan hubungan internasional di Hebrew University of Jerusalem.
Yair kemudian melanjutkan pendidikan tingkat magister di Interdisciplinary Center Herzliya, yang kini dikenal sebagai Reichman University.
Sebelum kuliah, Yair menjalani wajib militer Israel.
Ia bertugas di unit juru bicara Pasukan Pertahanan Israel atau IDF.
Menurut Jerusalem Post, tugasnya berkaitan dengan analisis informasi serta komunikasi internasional.
Podcaster dan Aktivis Politik
Berbeda dengan ayahnya, Yair Netanyahu tidak memiliki jabatan dalam kabinet Israel.
Ia lebih dikenal sebagai podcaster, aktivis politik, dan figur media sosial.
Yair kerap menggunakan platform digital untuk membela kebijakan ayahnya.
Ia juga beberapa kali menyerang lawan politik Benjamin Netanyahu.
Termasuk mengkritik media, aparat keamanan, dan lembaga negara Israel.
Gaya komunikasinya yang tajam membuat Yair berulang kali terlibat kontroversi.
Perdana Menteri Netanyahu sendiri sebelumnya pernah menegaskan bahwa pandangan politik putranya bersifat pribadi.
Dalam konferensi pers pada 2023, Netanyahu mengatakan Yair merupakan individu independen yang memiliki pendapat sendiri.
Anggota Komite Sentral Likud
Meski tidak berada di pemerintahan, posisi politik Yair semakin mendapat perhatian pada 2026.
Namanya masuk sebagai anggota Komite Sentral Partai Likud pada Januari 2026.
Likud merupakan partai yang dipimpin Benjamin Netanyahu.
Komite Sentral memiliki peran penting dalam struktur internal partai dan proses pengambilan keputusan organisasi.
The Times of Israel melaporkan Yair masuk melalui struktur regional partai di Ma’ale Yosef.
Masuknya Yair ke dalam struktur Likud memperkuat anggapan bahwa aktivitas politiknya tidak lagi sebatas media sosial.
Pernah Tinggal di Miami
Yair juga lama tinggal di Miami, Florida, Amerika Serikat.
Keberadaannya di Amerika pernah memicu kritik di Israel.
Sorotan meningkat setelah perang Gaza pecah pada Oktober 2023.
Ketika ribuan warga Israel kembali untuk memenuhi panggilan sebagai pasukan cadangan, Yair tetap berada di Florida.
Ia kemudian mengatakan ikut membantu kegiatan sukarela untuk mendukung organisasi Israel.
Selain itu, ia juga ikut serta mengumpulkan kebutuhan bagi personel militer.
Shin Bet Ungkap Ancaman Serius
Pada akhir Agustus 2026, persoalan keamanan Yair kembali menjadi berita.
Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengonfirmasi adanya ancaman serius terhadap keselamatannya.
Shin Bet menyatakan, ancaman tersebut dinilai cukup berat.
Sehingga otoritas mengambil keputusan membawa Yair bersama tim keamanannya kembali dari Amerika Serikat ke Israel.
Shin Bet tidak menjelaskan identitas pihak yang berada di balik ancaman tersebut.
Lembaga itu juga tidak mengungkap bentuk ancaman secara terperinci.
Pernah Jadi Target Iran
Beberapa hari sebelumnya, Benjamin Netanyahu juga membuat pernyataan mengenai ancaman terhadap keluarganya.
Dalam wawancara dengan Channel 14 pada 24 Agustus 2026, Netanyahu mengklaim Iran pernah mencoba membunuh salah seorang putranya.
Walaupun Netanyahu tidak menyebut nama putra yang dimaksud.
Ia juga tidak memberikan rincian mengenai waktu, lokasi, atau mekanisme dugaan rencana pembunuhan tersebut.
Unggahan Jadi Polemik Internasional
Yair Netanyahu bukan diplomat dan tidak memegang jabatan dalam pemerintahan Israel.
Namun, kedekatannya dengan Benjamin Netanyahu membuat setiap komentar politiknya mudah mendapat perhatian.
Polemik Falkland memperlihatkan kondisi tersebut.
Satu unggahan singkat di media sosial berkembang menjadi perdebatan mengenai Inggris, Argentina, dan hubungan politik Israel dengan negara lain.
Nama Yair pun kembali menjadi perhatian dunia.
Kali ini, bukan hanya karena ia merupakan putra Perdana Menteri Israel.
Sorotan juga muncul karena ia memilih ikut mengambil posisi dalam salah satu sengketa teritorial paling lama dan sensitif di dunia.
















