Scroll untuk baca artikel
Nasional

ESDM Usulkan Rp635,24 Miliar, 63 Ribu Motor BBM Dibidik Beralih ke Listrik pada 2027

×

ESDM Usulkan Rp635,24 Miliar, 63 Ribu Motor BBM Dibidik Beralih ke Listrik pada 2027

Sebarkan artikel ini
Rapat Kementerian ESDM membahas anggaran konversi motor listrik 2027
KONVERSI MOTOR LISTRIK — Kementerian ESDM membahas program konversi 63.000 sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026). ESDM mengusulkan anggaran Rp635,24 miliar untuk menjalankan program tersebut pada 2027. (foto/ist)

  • Kementerian ESDM mengusulkan anggaran Rp635,24 miliar untuk program konversi motor listrik pada 2027.
  • Pemerintah menargetkan 63.000 sepeda motor berbahan bakar minyak mengikuti program konversi tahun depan.
  • Anggaran program masuk dalam infrastruktur strategis Ditjen EBTKE untuk mendukung transformasi energi.
  • Komisi XII DPR RI menyetujui anggaran Kementerian ESDM 2027 sebesar Rp27,372 triliun.

JAMLIMA.COM, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan anggaran Rp635,24 miliar untuk program konversi motor listrik pada 2027.

Pemerintah akan menggunakan alokasi tersebut untuk mendorong konversi 63.000 sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan bertenaga listrik.

Melalui program ini, pemerintah berupaya mengurangi konsumsi BBM sekaligus mempercepat elektrifikasi sektor transportasi.

Kebutuhan Rp635,24 Miliar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kebutuhan anggaran tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.

Rapat berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

“Konversi motor listrik 63.000 unit sebesar Rp635,24 miliar,” kata Bahlil dalam rapat tersebut.

Kementerian ESDM memasukkan program konversi motor listrik dalam pagu program strategis infrastruktur Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).

Selain konversi motor listrik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program energi lainnya.

Kementerian ESDM mengusulkan Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik.

Sementara itu, pembangunan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) multiyears 2027–2028 mendapat alokasi Rp58,58 miliar.

Secara keseluruhan, tiga program infrastruktur tersebut masuk dalam pagu strategis Ditjen EBTKE sekitar Rp1,509 triliun.

Target 63 Ribu Motor

Target konversi 63.000 sepeda motor tidak muncul pertama kali dalam rapat Kementerian ESDM bersama DPR.

Pemerintah sebelumnya telah mencantumkan target tersebut dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027.

Dokumen itu menempatkan konversi motor BBM menjadi motor listrik sebagai bagian dari transformasi konsumsi energi sektor transportasi.

Pemerintah mengarahkan kebijakan tersebut untuk mengurangi konsumsi energi fosil, terutama BBM.

Selain itu, program konversi diharapkan mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Pemerintah juga memasang sasaran jangka lebih panjang.

Dalam dokumen RAPBN 2027, pemerintah mengarahkan program konversi menuju target 6 juta unit hingga 2029.

Dengan demikian, target 63.000 unit pada 2027 menjadi bagian dari rencana perluasan program dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan kesiapan ekosistem pendukung.

Pemerintah harus memastikan ketersediaan bengkel konversi, pasokan komponen dan baterai, standar keselamatan, serta mekanisme bantuan bagi masyarakat.

Konversi Tekan Konsumsi BBM

Program konversi memungkinkan masyarakat mempertahankan sebagian struktur sepeda motor yang sudah mereka gunakan.

Bengkel konversi akan mengganti sistem penggerak berbahan bakar minyak dengan sistem penggerak listrik sesuai ketentuan teknis.

Pemerintah telah menjalankan program serupa dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian ESDM menilai penggunaan motor listrik dapat membantu mengurangi konsumsi BBM dan menekan ketergantungan terhadap energi fosil.

Selain itu, elektrifikasi kendaraan berpotensi meningkatkan pemanfaatan listrik domestik sekaligus mendukung agenda transisi energi.

Skema konversi juga berbeda dengan pembelian sepeda motor listrik baru.

Melalui skema ini, pemilik tetap menggunakan kendaraan lama setelah bengkel mengganti sistem penggeraknya dan memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis.

Anggaran Tembus Rp27,37 Triliun

Sementara itu, Komisi XII DPR RI telah menyetujui anggaran Kementerian ESDM untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp27.372.845.631.000 atau sekitar Rp27,37 triliun.

Dari jumlah tersebut, Ditjen EBTKE memperoleh anggaran sekitar Rp1,815 triliun.

Anggaran Ditjen EBTKE antara lain mendukung pembangunan PLTMH, program konversi motor listrik, dan program kompor listrik.

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng menyampaikan persetujuan tersebut dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen.

“Jadi cukup ya, kita setujui. Anggaran Kementerian ESDM Rp27.372.845.631.000,” kata Mekeng.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung kemudian menyampaikan komitmen kementeriannya setelah Komisi XII memberikan persetujuan.

“Terima kasih atas persetujuan anggaran untuk Tahun Anggaran 2027,” kata Yuliot.

Menurut Yuliot, Kementerian ESDM akan berupaya menjaga berbagai indikator yang ditetapkan dalam APBN 2027.

Realisasi Perlu Dikawal

Persetujuan pagu Kementerian ESDM menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penganggaran 2027.

Namun, angka Rp635,24 miliar harus ditempatkan dalam konteks tersebut.

Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran itu untuk mendukung program konversi 63.000 sepeda motor.

Artinya, angka tersebut bukan laporan realisasi dan tidak menunjukkan bahwa pemerintah telah mencairkan seluruh dana kepada masyarakat.

Tahap berikutnya akan menentukan bagaimana program dijalankan secara teknis.

Pemerintah masih perlu memastikan mekanisme pelaksanaan, kriteria penerima, besaran dukungan per kendaraan, serta kesiapan jaringan bengkel konversi.

Selain itu, pemerintah harus menjaga biaya konversi tetap terjangkau dan memastikan setiap kendaraan hasil konversi memenuhi standar keselamatan.

Ketersediaan infrastruktur pendukung di berbagai daerah juga akan memengaruhi keberhasilan program.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program 2027 dapat menjadi tahap penting dalam memperluas konversi sepeda motor listrik di Indonesia.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya mempercepat peralihan sepeda motor berbahan bakar minyak menuju kendaraan bertenaga listrik.