Scroll untuk baca artikel
LokalNasional

Update Penanganan di Gunung Bawakaraeng: 16 Pendaki Dievakuasi, Mayoritas Mengalami Hipotermia saat HUT RI

×

Update Penanganan di Gunung Bawakaraeng: 16 Pendaki Dievakuasi, Mayoritas Mengalami Hipotermia saat HUT RI

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Basarnas mengevakuasi pendaki Gunung Bawakaraeng di Gowa, Sulawesi Selatan.
EVAKUASI PENDAKI - Tim SAR gabungan membawa pendaki melalui jalur Gunung Bawakaraeng untuk mendapat penanganan medis, Senin, (17/8/2026). Basarnas Makassar menangani 16 pendaki yang mengalami hipotermia, cedera kaki, kelelahan, dan keluhan kesehatan lain saat rangkaian HUT RI ke-81. (foto/thread)

  • Tim SAR gabungan menangani 16 pendaki di Gunung Bawakaraeng hingga Senin petang.
  • Delapan pendaki pertama status evakuasi sekitar pukul 06.30 Wita melalui jalur menuju Posko Bulu Balea.
  • Keluhan pendaki meliputi gejala hipotermia, asma, kram paha, cedera kaki, kelelahan, dan gejala tifus.
  • Basarnas mengerahkan 295 personel untuk operasi siaga 15–18 Agustus 2026.

JAMLIMA.COM, GOWA — Tim SAR gabungan menangani dan mengevakuasi 16 pendaki, baik yang mengalami gangguan kesehatan maupun kendala fisik di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin, (18/8/2026).

Jumlah itu meningkat dari laporan awal pada pagi hari yang mencatat delapan pendaki dievakuasi.

Mereka berada di Gunung Bawakaraeng untuk mengikuti rangkaian pengibaran bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut mayoritas pendaki yang membutuhkan pertolongan mengalami gejala hipotermia, cedera kaki, dan kelelahan berat.

“Pendaki mengalami gangguan kesehatan atau kendala fisik dilaporkan menjadi 16 orang,” ujar Arif Anwar.

Delapan Pendaki Dievakuasi pada Pagi Hari

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi awal terhadap delapan pendaki pada Senin pagi.

Mereka terdiri atas dua laki-laki dan enam perempuan.

Para pendaki mengalami kondisi kesehatan yang berbeda.

Basarnas mencatat keluhan berupa hipotermia, asma, kram paha, serta gejala tifus.

Tim membawa mereka ke Posko Registrasi Bulu Balea untuk menerima pemeriksaan dan pertolongan medis awal.

“Kedelapan pendaki tersebut mengalami kondisi berbeda, antara lain hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus,” ujarnya.

Setelah tim posko menangani mereka, petugas merujuk beberapa pendaki ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan medis masing-masing.

Delapan pendaki pada laporan awal berhasil dievakuasi dengan selamat. detikSulsel

Jumlah Penanganan Bertambah Menjadi 16 Pendaki

Basarnas memperbarui data pada Senin petang. Tim mencatat total 16 pendaki telah memperoleh penanganan dan evakuasi.

“Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap pendaki yang mengalami trouble. Sampai sore ini ada 16 orang yang sudah ditangani,” ungkap Arif.

Tim menemukan sebagian pendaki dalam kondisi menggigil, kelelahan, atau mengalami cedera pada kaki.

Petugas memberikan penanganan di posko darurat, sebelum membawa pendaki yang membutuhkan perawatan lanjutan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Petugas melakukan evakuasi secara bertahap sambil memantau pendaki lain yang masih berada di jalur dan kawasan puncak.

Hampir 3.800 Pendaki Registrasi

Data Pos Siaga Merah Putih menunjukkan 3.786 pendaki melakukan registrasi di Gunung Bawakaraeng pada momentum HUT RI ke-81.

Rinciannya, 2.033 pendaki masuk melalui jalur Bulu Balea, 1.081 pendaki melalui Tassoso, 422 pendaki melalui Kanreapia, dan 250 pendaki melalui Lembanna.

Besarnya jumlah pendaki membuat risiko kesehatan meningkat, khususnya saat suhu menurun, jalur padat, dan fisik pendaki mulai melemah.

Basarnas menggelar Operasi Siaga Khusus Merah Putih dari 15 hingga 18 Agustus 2026, dengan melibatkan 295 personel gabungan.

Tim menempatkan personel SAR, relawan, komunitas, dan tenaga medis di delapan titik, yaitu Posko Lembanna, Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8, Lembah Ramma, jalur Tassoso, serta kawasan puncak.

Basarnas: Pendaki Utamakan Keselamatan

Muhammad Arif mengingatkan pendaki agar tidak memaksakan diri untuk terus naik atau turun.

Apalagi dalam keadaan tubuh mulai menunjukkan tanda gangguan kesehatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” katanya.

Ia meminta pendaki membawa perlengkapan penahan dingin, pakaian ganti kering, makanan dan minuman cukup, serta menjaga komunikasi dengan anggota rombongan.

Pendaki yang mengalami menggigil hebat, sesak, lemas, cedera, atau penurunan kesadaran perlu segera melapor ke titik siaga terdekat.

Sementara itu, Basarnas menjadwalkan operasi pengamanan di Gunung Bawakaraeng berlangsung hingga 18 Agustus 2026.

Petugas masih dapat memperbarui jumlah pendaki yang ditangani sesuai perkembangan kondisi di lapangan.