Scroll untuk baca artikel
Teknologi

AST SpaceMobile Luncurkan BlueBird 11–13, Bidik Internet Satelit Langsung ke Ponsel Biasa

×

AST SpaceMobile Luncurkan BlueBird 11–13, Bidik Internet Satelit Langsung ke Ponsel Biasa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi satelit BlueBird AST SpaceMobile mengirimkan sinyal seluler langsung ke ponsel di berbagai wilayah tanpa perangkat tambahan.
SATELIT BLUEBIRD - Konsep satelit BlueBird AST SpaceMobile yang dirancang menyediakan layanan seluler langsung ke ponsel biasa melalui teknologi direct-to-cell untuk memperluas cakupan jaringan di wilayah terpencil. (foto/ilustrasi)

  • AST SpaceMobile meluncurkan satelit BlueBird untuk memperluas layanan seluler langsung ke ponsel biasa tanpa antena tambahan.
  • Teknologi BlueBird dirancang mendukung panggilan suara, SMS, dan internet, terutama di wilayah yang belum terjangkau BTS.
  • Layanan ini belum otomatis tersedia secara global, termasuk di Indonesia, karena masih memerlukan kerja sama operator dan izin regulator.

JAMLIMA.COM, TEKNOLIGI – Perusahaan telekomunikasi berbasis antariksa asal Amerika Serikat, AST SpaceMobile, meluncurkan tiga satelit generasi terbaru BlueBird.

Satelit ini bertujuan untuk memperluas jaringan internet seluler yang dapat terhubung langsung ke ponsel biasa.

Satelit BlueBird 11, BlueBird 12, dan BlueBird 13 diluncurkan pada Rabu, 5 Agustus 2026, dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat.

Ketiganya dibawa ke orbit rendah Bumi menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari pembangunan konstelasi SpaceMobile, yakni jaringan satelit yang dirancang untuk menghadirkan layanan suara.

Selian itu terdapat layanan pesan singkat, data, dan video langsung ke telepon seluler standar.

Berbeda dari layanan internet satelit konvensional yang membutuhkan antena atau terminal khusus.

Kehadiran jaringan AST SpaceMobile dirancang agar dapat bekerja dengan ponsel 4G dan 5G tanpa perubahan perangkat keras, aplikasi khusus, atau antena eksternal.

Namun, peluncuran satelit tidak berarti layanan tersebut sudah otomatis tersedia secara global.

Aktivasi komersial tetap bergantung pada jumlah satelit yang beroperasi, integrasi dengan operator seluler, ketersediaan stasiun bumi, alokasi spektrum, serta izin regulator di setiap negara.

BlueBird berfungsi seperti menara seluler di angkasa

Konsep utama BlueBird adalah menempatkan fungsi jaringan akses radio seluler di orbit rendah Bumi atau low Earth orbit.

Satelit menangkap sinyal dari ponsel menggunakan antena besar, kemudian meneruskannya ke stasiun bumi dan jaringan inti operator telekomunikasi mitra.

Dari sisi pengguna, sambungan itu dirancang bekerja melalui nomor telepon dan kartu SIM operator yang sudah digunakan.

Dengan skema tersebut, satelit tidak sepenuhnya menggantikan menara pemancar atau base transceiver station di darat.

BlueBird berperan sebagai lapisan pelengkap jaringan untuk menjangkau wilayah yang tidak memiliki sinyal terestrial atau mengalami gangguan layanan.

AST SpaceMobile menyatakan jaringan BlueBird dirancang untuk mendukung panggilan suara, akses internet, penggunaan aplikasi, dan komunikasi video pada ponsel standar.

Teknologi seperti ini dikenal sebagai direct-to-device atau direct-to-cell, karena sinyal satelit diterima langsung oleh perangkat konsumen tanpa terminal satelit tersendiri.

Menggunakan antena hampir 2.400 kaki persegi

BlueBird generasi terbaru dilengkapi antena komunikasi berbentuk phased array dengan luas hampir 2.400 kaki persegi atau sekitar 223 meter persegi.

Ukuran tersebut lebih dari tiga kali luas antena satelit BlueBird generasi pertama yang mencapai sekitar 693 kaki persegi.

Antena yang lebih besar membantu satelit menerima sinyal berdaya rendah dari ponsel yang berada ratusan kilometer di bawahnya.

AST SpaceMobile menyebut satelit generasi terbaru dirancang memiliki lebih dari 2.000 sel cakupan aktif.

Perusahaan juga mengembangkan cip AST5000 dengan kemampuan pemrosesan hingga 10 gigahertz.

Menurut perusahaan, BlueBird generasi terbaru berpotensi menghasilkan kecepatan puncak lebih dari 150 Mbps pada setiap sel cakupan.

Laporan setelah peluncuran BlueBird 11–13 menyebut kecepatan puncaknya ditargetkan mendekati 200 Mbps.

Angka tersebut merupakan kapasitas atau kecepatan puncak yang dirancang pada tingkat sel cakupan, bukan jaminan kecepatan yang akan diterima setiap pengguna.

Kecepatan nyata nantinya dapat dipengaruhi jumlah pengguna dalam satu area, spektrum yang tersedia dan  kondisi atmosfer.

Selain itu posisi satelit, kemampuan jaringan operator, dan aturan penggunaan frekuensi di masing-masing negara.

Karena itu, klaim mendekati 200 Mbps tidak boleh ditafsirkan bahwa setiap ponsel akan selalu memperoleh kecepatan sebesar itu.

Ponsel tidak memerlukan perangkat tambahan

Salah satu daya tarik utama jaringan AST SpaceMobile adalah kompatibilitasnya dengan ponsel yang tidak dimodifikasi.

Perusahaan menyatakan pengguna tidak perlu membeli telepon satelit, memasang antena tambahan, atau mengunduh aplikasi khusus untuk memperoleh sambungan.

Akan tetapi, pelanggan tetap harus berada dalam jaringan operator yang memiliki kerja sama dan telah mengaktifkan layanan SpaceMobile.

Dengan demikian, keberadaan satelit di atas suatu wilayah belum cukup untuk membuat seluruh ponsel langsung terhubung.

Layanan membutuhkan penggunaan spektrum operator lokal dan persetujuan regulator.

Di Amerika Serikat, Federal Communications Commission atau FCC pada 22 April 2026 memberikan otorisasi kepada AST SpaceMobile.

Khususnya dalam mengoperasikan sistem satelit nongeostasioner hingga 248 satelit.

Izin itu mencakup penyediaan Supplemental Coverage from Space melalui spektrum frekuensi rendah 700 MHz dan 800 MHz bersama AT&T, Verizon, dan FirstNet.

Spektrum frekuensi rendah dipilih karena memiliki karakteristik jangkauan luas dan penetrasi sinyal yang relatif baik.

Meski demikian, persetujuan FCC hanya berlaku dalam yurisdiksi Amerika Serikat dan tidak otomatis berlaku di negara lain.

Teknologi sudah diuji untuk telepon dan internet

Pengembangan jaringan BlueBird tidak dimulai dari peluncuran Agustus 2026.

Pada 2023, AST SpaceMobile menggunakan satelit prototipe BlueWalker 3 untuk mendemonstrasikan panggilan suara dan video langsung antara satelit dan ponsel standar.

Perusahaan juga melaporkan uji koneksi data mencapai 14 Mbps menggunakan spektrum AT&T dan Vodafone.

Selanjutnya, satelit BlueBird 1–5 digunakan dalam pengujian panggilan suara berbasis VoLTE, pesan singkat, koneksi data, serta pemutaran video.

Pada 2025, perusahaan bersama Bell Kanada mendemonstrasikan panggilan suara VoLTE, koneksi internet, dan video streaming melalui satelit menggunakan perangkat biasa.

Pengujian tersebut menunjukkan bahwa konsep komunikasi satelit langsung ke ponsel secara teknis dapat dilakukan.

Namun, demonstrasi terbatas berbeda dari layanan komersial berskala nasional yang memiliki cakupan berkelanjutan, kapasitas besar, dan ribuan atau jutaan pengguna.

AST SpaceMobile gandeng hampir 60 operator

AST SpaceMobile menyatakan telah menjalin kesepakatan dan kemitraan dengan hampir 60 operator seluler yang secara gabungan melayani lebih dari tiga miliar pelanggan.

Mitra strategis perusahaan antara lain AT&T, Verizon, Vodafone, Rakuten, Bell, Telus, stc Group, Google, dan American Tower.

Kemitraan dengan operator menjadi bagian penting karena AST SpaceMobile pada dasarnya tidak membangun jaringan ritel secara mandiri di setiap negara.

Perusahaan memasok kapasitas satelit yang kemudian diintegrasikan dengan jaringan operator lokal.

Di Eropa, Orange mengumumkan kerja sama dengan AST SpaceMobile dan Satellite Connect Europe pada Maret 2026. Uji layanan suara, SMS, dan data direncanakan berlangsung di Rumania pada akhir 2026.

Orange menyatakan teknologi satelit-ke-ponsel dapat membantu memperluas layanan di wilayah yang infrastruktur daratnya belum merata sekaligus meningkatkan ketahanan jaringan saat terjadi keadaan darurat.

BlueBird 14–16 disiapkan untuk peluncuran berikutnya

Setelah BlueBird 11–13 memasuki orbit, AST SpaceMobile mempersiapkan BlueBird 14, 15, dan 16 untuk misi berikutnya.

Fasilitas produksi perusahaan di Midland, Texas, juga melanjutkan proses pembuatan satelit hingga sedikitnya BlueBird 42.

Penambahan jumlah satelit diperlukan untuk memperpendek jeda ketika sebuah wilayah tidak berada dalam jangkauan satelit.

Satu atau beberapa satelit dapat menyediakan sambungan sementara saat melintasi suatu wilayah.

Namun, cakupan terus-menerus selama 24 jam membutuhkan konstelasi yang jauh lebih besar dan distribusi orbit yang tepat.

AST SpaceMobile menargetkan aktivasi layanan awal dan perluasan menuju cakupan berkelanjutan di beberapa pasar utama.

Termasuk Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Arab Saudi, dan Jepang.

Target tersebut masih bersifat bertahap dan bergantung pada keberhasilan peluncuran serta persetujuan masing-masing negara.

Tidak otomatis menggantikan BTS

Teknologi BlueBird berpotensi mengurangi wilayah tanpa sinyal, terutama di kawasan perdesaan, laut, pegunungan, jalur transportasi, dan lokasi terdampak bencana.

Meski demikian, jaringan satelit tidak otomatis menggantikan seluruh menara seluler.

Jaringan darat tetap lebih efisien untuk melayani kawasan padat penduduk karena kapasitasnya dapat ditambah melalui banyak BTS dengan jarak yang berdekatan.

Satelit memiliki area cakupan yang sangat luas, tetapi kapasitas radio harus dibagi kepada pengguna dalam area tersebut.

Oleh sebab itu, fungsi paling realistis BlueBird adalah melengkapi jaringan darat ketika BTS tidak tersedia atau berada di luar jangkauan.

Layanan ini juga berpotensi digunakan untuk komunikasi darurat, layanan pemerintahan, operasi kemanusiaan, penerbangan, pelayaran, pertambangan, dan wilayah terpencil.

Belum ada kepastian layanan di Indonesia

Hingga Kamis, 6 Agustus 2026, belum terdapat pengumuman resmi yang memadai bahwa layanan komersial BlueBird AST SpaceMobile sudah tersedia bagi pelanggan seluler umum di Indonesia.

Ketersediaannya di Indonesia memerlukan kemitraan dengan operator dalam negeri, persetujuan penggunaan spektrum dan hak labuh satelit,

Selain itu, adanya izin penyelenggaraan telekomunikasi, serta koordinasi dengan regulator terkait.

Karena itu, masyarakat belum dapat menganggap ponsel mereka akan langsung menerima sinyal BlueBird hanya karena satelit telah berada di orbit.

Informasi mengenai harga paket, operator mitra di Indonesia, cakupan wilayah, jadwal peluncuran layanan, dan kecepatan aktual juga belum diumumkan secara resmi.

Membuka persaingan baru internet satelit

Peluncuran BlueBird 11–13 memperkuat persaingan pasar komunikasi langsung dari satelit ke ponsel.

AST SpaceMobile bersaing dengan sejumlah perusahaan lain yang mengembangkan teknologi serupa.

Termasuk SpaceX melalui Starlink Direct to Cell, Lynk Global, serta penyedia layanan berbasis standar non-terrestrial network.

Perbedaan utama antarpemain terletak pada spektrum yang digunakan, kemampuan layanan, jumlah satelit, kapasitas jaringan, kompatibilitas perangkat, dan model kerja sama dengan operator.

Keunggulan yang ditawarkan AST SpaceMobile adalah sasaran layanan broadband penuh—bukan hanya pesan darurat—langsung ke ponsel standar melalui spektrum operator.

Namun, keberhasilan akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan satu satelit.

Perusahaan harus membuktikan bahwa konstelasinya mampu memberi layanan stabil, berkelanjutan, terjangkau, dan memenuhi aturan frekuensi di berbagai negara.

Peluncuran BlueBird 11, 12, dan 13 merupakan kemajuan penting dalam pembangunan jaringan tersebut.

Akan tetapi, tonggak utama berikutnya adalah keberhasilan membuka layanan komersial dengan cakupan berkelanjutan.

Termasuk faktor kualitas yang dapat digunakan masyarakat dalam kondisi nyata.