Scroll untuk baca artikel
Nasional

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Manifes Catat 114 Penumpang

×

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Manifes Catat 114 Penumpang

Sebarkan artikel ini
Penumpang memakai pelampung saat dievakuasi dari kapal yang terbakar di Selat Lombok
KMP PUTRI YASMIN TERBAKAR - Proses evakuasi KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok, Rabu dini hari (12/8/2026). Manifes mencatat 114 penumpang. (foto/thread)

  • KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran di perairan sisi Bali, Rabu (12/8/2026), sekitar pukul 05.00 WITA.
  • Manifes kapal mencatat sebanyak 114 penumpang.
  • KMP Port Link II dan KM Eka Jaya 25 membantu penarikan kapal serta evakuasi penumpang.
  • Otoritas masih memeriksa penyebab kebakaran, tingkat kerusakan, dan jumlah kendaraan di kapal.

JAMLIMA.COM, KARANGASEM – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin mengalami kebakaran saat berlayar di perairan sisi Bali.

Kejadian ini berada di lintasan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) pagi. Manifes kapal mencatat sebanyak 114 penumpang dalam pelayaran tersebut.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WITA.

Saat kejadian, KMP Putri Yasmin berada di jalur penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Padangbai, Bali, dengan Pelabuhan Lembar, Lombok.

KMP Port Link II yang melintas di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.

Selanjutnya, KM Eka Jaya 25 ikut membantu proses penarikan kapal dan evakuasi penumpang menuju Padangbai.

Manifes mencatat 114 penumpang

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor KSOP Kelas IV Padangbai, Heri Wiyanto, mengungkap jumlah penumpang yang tercatat dalam dokumen pelayaran KMP Putri Yasmin.

“Berdasarkan manifes, jumlah penumpang tercatat sebanyak 114 orang,” ungkap Heri Wiyanto, Rabu (12/8/2026).

Data tersebut merujuk pada jumlah penumpang.

Sementara itu, otoritas belum memublikasikan jumlah awak kapal dan rincian kendaraan yang berada di geladak KMP Putri Yasmin.

Petugas masih mencocokkan data manifes dengan hasil pendataan setelah evakuasi.

Langkah ini penting untuk memastikan seluruh orang di atas kapal telah tertangani.

KMP Port Link II bergerak memberikan pertolongan

Ketika kebakaran terjadi, KMP Port Link II berada tidak jauh dari lokasi.

Awak kapal tersebut kemudian mendekati KMP Putri Yasmin dan memberikan pertolongan.

KMP Port Link II membantu mengevakuasi penumpang sekaligus menarik KMP Putri Yasmin menuju alur Pelabuhan Padangbai.

Informasi awal menyebutkan, kapal Port Link 2 yang melintas di sekitar lokasi turut melakukan pertolongan terhadap penumpang KMP Putri Yasmin.

Proses tersebut melibatkan koordinasi antarkapal di tengah kondisi darurat.

Awak kapal berupaya memindahkan penumpang dengan aman sekaligus menjaga KMP Putri Yasmin tetap terkendali.

KM Eka Jaya 25 melanjutkan evakuasi

Ketika rombongan mencapai alur Padangbai, KM Eka Jaya 25 melanjutkan proses penarikan.

Kemudian, petugas juga memindahkan penumpang KMP Putri Yasmin ke kapal tersebut.

Selanjutnya, KM Eka Jaya 25 membawa para penumpang hingga sandar di Pelabuhan Rakyat Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali.

Otoritas menyampaikan apresiasi kepada awak KMP Port Link II dan KM Eka Jaya 25 yang membantu penanganan darurat.

Sampai berita ini tayang, belum terdapat laporan resmi mengenai korban meninggal atau penumpang hilang.

Namun, petugas masih menyelesaikan pencocokan data evakuasi dengan manifes.

Penyebab kebakaran masih diperiksa

Otoritas belum mengungkap bagian kapal yang pertama kali terbakar.

Hingga saat ini, petugas juga belum memastikan apakah api berasal dari kamar mesin, instalasi listrik, kendaraan, atau bagian lainnya.

Karena itu, dugaan korsleting maupun kebakaran kendaraan belum dapat menjadi kesimpulan.

Petugas perlu memeriksa kondisi kapal, meminta keterangan awak, serta mempelajari sistem kelistrikan dan peralatan pemadam.

Selain penyebab kebakaran, otoritas belum merilis jumlah serta jenis kendaraan yang berada di geladak.

Nilai kerusakan kapal juga belum diketahui.

Pemeriksaan menyeluruh akan menentukan sumber api, tingkat kerusakan, dan kemungkinan KMP Putri Yasmin kembali beroperasi.

Lokasi berada di perairan sisi Bali

Sejumlah laporan menyebut lokasi kebakaran berada di perairan Bali. Sementara itu, informasi lain menggunakan penyebutan Selat Lombok.

Kedua keterangan tersebut tidak bertentangan. Selat Lombok membentang di antara Pulau Bali dan Pulau Lombok.

Adapun istilah perairan Bali menunjukkan posisi kapal berada di sisi Bali ketika kebakaran terjadi.

Namun, otoritas belum memublikasikan koordinat pasti lokasi kejadian.

Karena itu, penyebutan paling aman ialah perairan sisi Bali pada lintasan Padangbai–Lembar di Selat Lombok.

Profil singkat KMP Putri Yasmin

KMP Putri Yasmin merupakan kapal penumpang jenis roll-on/roll-off atau ro-ro. Kapal jenis ini dapat membawa penumpang sekaligus kendaraan dalam satu pelayaran.

Data pelayaran mengidentifikasi KMP Putri Yasmin dengan nomor IMO 9037575 dan MMSI 525010084.

Kapal berbendera Indonesia tersebut memiliki panjang sekitar 62 meter. Data pelacakan komersial mencatat kapal dibangun pada 1992.

KMP Putri Yasmin secara rutin melayani lintasan Padangbai–Lembar.

Jalur tersebut menjadi salah satu akses utama penyeberangan kendaraan dan penumpang antara Bali dan Lombok.

Pernah mengikuti uji petik kelaiklautan

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebelumnya memasukkan Putri Yasmin dalam uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Padangbai pada 28–31 Januari 2026.

Tim memeriksa aspek teknis dan operasional sejumlah kapal.

Kementerian Perhubungan menyatakan kondisi kapal-kapal yang diperiksa secara umum laik laut, meskipun petugas menemukan beberapa catatan minor yang harus segera dipenuhi operator.

“Melalui kegiatan ini, Ditjen Perhubungan Laut menegaskan kembali komitmen untuk menjaga standar keselamatan pelayaran nasional serta memastikan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi laut yang aman, selamat, dan nyaman,” kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, dalam keterangan yang dipublikasikan Selasa (3/2/2026).

Saat ini, Otoritas tetap harus melakukan pemeriksaan khusus terhadap KMP Putri Yasmin setelah kejadian.

Petugas cocokkan data evakuasi

KSOP mencatat sebanyak 114 penumpang dalam manifes KMP Putri Yasmin. Selanjutnya, petugas mencocokkan data tersebut dengan hasil evakuasi.

Selain itu, otoritas masih perlu mengumumkan jumlah awak, kendaraan, serta rincian kronologi ketika api pertama kali muncul.

Berita ini masih berkembang. Data dapat berubah setelah KSOP, Basarnas, kepolisian, ASDP, atau operator kapal menyampaikan keterangan resmi terbaru.