Scroll untuk baca artikel
Sport

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Nyaris Rp5 Triliun, Target 2026 Naik

×

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Nyaris Rp5 Triliun, Target 2026 Naik

Sebarkan artikel ini
Tampilan baru Sirkuit Mandalika jelang MotoGP 2026
SIRKUIT MANDALIKA — Tampilan baru Sirkuit Mandalika menjelang MotoGP 2026 di Lombok Tengah, NTB. Setelah mencatat dampak ekonomi Rp4,96 triliun pada 2025, penyelenggara membidik capaian di atas Rp5 triliun tahun ini. (Foto: Ist/Jamlima.com)

  • Dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 mencapai Rp4,96 triliun secara nasional.
  • Erick Thohir menilai MotoGP memberi dampak nyata terhadap perekonomian.
  • Ajang 2025 menarik 140.324 penonton, melibatkan lebih dari 600 UMKM, dan menyerap 3.000 tenaga kerja.
  • Pada 2026, penyelenggara membidik dampak ekonomi di atas Rp5 triliun.

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Dampak ekonomi MotoGP Mandalika nyaris menyentuh Rp5 triliun pada 2025. Penyelenggara kini membidik capaian lebih tinggi pada edisi 2026.

Studi Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB) mencatat nilainya mencapai Rp4,96 triliun secara nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai angka tersebut menunjukkan besarnya perputaran ekonomi dari ajang balap internasional itu.

“MotoGP ini bukan kaleng-kaleng, itu real, ekonomi impactnya mencapai hampir Rp5 triliun,” kata Erick di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Erick menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri peluncuran buku “MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata” di Bappenas.

Menurut Erick, Indonesia masih memiliki ruang untuk memperluas manfaat MotoGP, salah satunya melalui peningkatan jumlah penonton.

“Kami terus tingkatkan, dan target pengunjung tahun ini bisa 145 ribu orang,” ujarnya.

MotoGP Gerakkan Ekonomi Lokal

Kehadiran penonton menggerakkan hotel, restoran, transportasi, perdagangan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa pendukung.

ITDC mencatat 140.324 orang menghadiri MotoGP Mandalika 2025.

Tingginya kunjungan ikut mengerek okupansi hotel hingga 100 persen di kawasan Mandalika.

Sementara itu, rata-rata okupansi di Pulau Lombok mencapai 93 persen dan Kota Mataram 90 persen.

Dampaknya juga menjangkau pelaku usaha dan pekerja lokal.

MotoGP melibatkan lebih dari 600 UMKM serta menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja. Sekitar 67 persen pekerja berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

Dengan cakupan tersebut, nilai dampak ekonomi mencerminkan multiplier effect dari berbagai aktivitas selama penyelenggaraan.

Namun, angka itu bukan pendapatan bersih pemerintah dan tidak seluruhnya masuk ke kas daerah.

Target 2026 Naik

Capaian tahun lalu menjadi acuan penyelenggara untuk memasang target lebih tinggi.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, NTB.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Reza Warokka optimistis dampak ekonomi tahun ini melampaui Rp5 triliun.

“2026 insyaallah kita mencapai Rp5 sekian triliun,” kata Troy di Mandalika, Jumat (4/9/2026).

Namun, angka tersebut masih berupa target. Realisasinya baru dapat dihitung setelah seluruh rangkaian balapan selesai.

Hotel Terisi, Penerbangan Bertambah

Menjelang MotoGP, aktivitas sektor pendukung mulai meningkat.

Pemesanan hotel di Mandalika dan sekitarnya telah melampaui 85 persen.

Di Lombok Barat, angkanya mencapai sekitar 80 persen. Sementara itu, Mataram masih berada di kisaran 40 persen.

Peningkatan mobilitas turut mendorong kebutuhan transportasi udara.

Penyelenggara pun menyiapkan 66 penerbangan tambahan menuju dan dari NTB.

Arus wisatawan tersebut berpotensi memperluas perputaran ekonomi ke sektor kuliner, penginapan, transportasi, UMKM, dan destinasi wisata di luar kawasan sirkuit.

Persiapan Capai 95 Persen

Hingga Senin (28/9/2026), ITDC mencatat persiapan MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai 95 persen.

Penyelenggara menyiapkan 400 marshal dan 118 shuttle di dalam kawasan. Pemerintah Provinsi NTB menambah 35 shuttle.

Sementara untuk pengamanan, 170 personel keamanan dan 550 personel pengendalian massa akan bertugas selama rangkaian balapan.

Penyelenggara juga menjadwalkan homologasi FIM Grade A pada 8 Oktober 2026.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai MotoGP turut mempercepat pengembangan pariwisata Mandalika.

“Ajang MotoGP Indonesia ini mempercepat pengembangan pariwisata di The Mandalika,” kata Maya.

Dengan demikian, MotoGP Mandalika 2026 menjadi tolok ukur kontribusi ajang tersebut terhadap ekonomi dan pariwisata NTB.