Scroll untuk baca artikel
SehatTeknologi

Stella Juva, Ambulans Tenaga Surya Pertama di Dunia, Tempuh 800 Kilometer di Kenya

×

Stella Juva, Ambulans Tenaga Surya Pertama di Dunia, Tempuh 800 Kilometer di Kenya

Sebarkan artikel ini
Stella Juva ambulans tenaga surya dalam uji coba di Kenya
AMBULANS - Stella Juva, ambulans tenaga surya yang dikembangkan Solar Team Eindhoven, menempuh lebih dari 800 kilometer dalam uji coba di wilayah pedalaman Kenya pada Agustus 2026. (foto/ilustrasi)

  • Stella Juva menempuh perjalanan lebih dari 800 kilometer dalam uji coba di pedalaman Kenya.
  • Kendaraan ini membawa mesin sinar-X, ultrasonografi, defibrilator, dan lemari pendingin vaksin.
  • Panel surya Stella Juva menghasilkan energi lebih besar daripada konsumsi peralatan medis saat kendaraan berhenti.
  • Stella Juva masih berupa prototipe dan belum memasuki tahap produksi komersial.

JAMLIMA.COM, TEKNOLOGI – Ambulans tenaga surya Stella Juva berhasil menempuh perjalanan lebih dari 800 kilometer.

Pencapaian jarak ini dalam uji coba di wilayah pedalaman Kenya pada Agustus 2026.

Kendaraan tersebut dikembangkan oleh Solar Team Eindhoven yang beranggotakan 23 mahasiswa Eindhoven University of Technology, Belanda.

Uji coba berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Nakuru, Narok, dan Kajiado.

Tim juga membawa Stella Juva menuju Mosiro, Narok, yang belum memiliki akses listrik.

Perjalanan menuju Mosiro melewati jalan tanah, berlubang, dan medan berat.

Meski demikian, Stella Juva mampu menyelesaikan rangkaian pengujian dengan kendala teknis yang relatif kecil.

Sebagai Klinik Kesehatan Bergerak

Stella Juva tidak hanya dirancang untuk mengangkut pasien seperti ambulans konvensional.

Kendaraan ini juga berfungsi sebagai klinik kesehatan bergerak yang membawa peralatan medis.

Termasuk sumber energi langsung ke masyarakat terpencil.

Stella Juva dilengkapi mesin sinar-X, alat ultrasonografi, defibrilator eksternal otomatis, serta lemari pendingin vaksin.

Panel surya pada bagian atap menghasilkan energi saat kendaraan berjalan.

Sementara itu, panel tambahan di sisi kendaraan dapat dibentangkan ketika Stella Juva berhenti di lokasi pelayanan.

Dalam pengujian, kendaraan tersebut menghasilkan energi surya lebih besar daripada konsumsi seluruh peralatan medis saat digunakan secara bersamaan.

Hasil itu menunjukkan Stella Juva berpotensi beroperasi tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik atau bahan bakar konvensional.

Namun, peralatan medis dalam uji coba tersebut belum digunakan untuk menangani pasien sungguhan.

Berdasarkan simulasi, kendaraan ini diperkirakan mampu mendukung pelayanan bagi sekitar 200 orang selama dua hari.

Bantu Ibu Hamil di Daerah Terpencil

Ketiadaan listrik membuat sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terpencil Kenya kesulitan menggunakan alat diagnostik.

Kondisi tersebut dapat membatasi pemeriksaan ibu hamil, termasuk penggunaan ultrasonografi.

Manajer program Amref Health Africa, John Kutna, menilai Stella Juva berpotensi membantu masyarakat di daerah tanpa akses listrik.

“Ambulans tenaga surya ini akan sangat berguna di lokasi seperti itu,” kata Kutna.

Kennedy Wakoli dari Amref Health Africa juga menilai energi matahari dapat menjadi sumber penting bagi pelayanan kesehatan di wilayah terpencil.

Status Prototipe

Stella Juva masih berstatus prototipe dan belum diproduksi secara massal.

Setelah uji coba di Kenya selesai, kendaraan tersebut akan dikirim kembali ke Belanda.

Solar Team Eindhoven berharap inovasi ini dapat mendorong pemerintah, industri, dan organisasi kesehatan untuk mengembangkan layanan medis bergerak berbasis energi bersih.