Scroll untuk baca artikel
Enter

ASN Tewas Ditembak di Yahukimo, Papua Pegunungan Kembali Memanas

×

ASN Tewas Ditembak di Yahukimo, Papua Pegunungan Kembali Memanas

Sebarkan artikel ini
asn di yahukimo papua pegunungan
ASN YAHUKIMO — Ilustrasi aparatur sipil negara di Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden penembakan dilaporkan menewaskan Yones Yohame (35) di Dekai, Selasa (21/4/2026). (foto/ist)

JAMLIMA.COM, YAHUKIMO — Penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di Yahukimo kembali terjadi, menewaskan satu orang dan memicu kekhawatiran baru atas situasi keamanan di Papua Pegunungan.

Peristiwa ini terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa malam, 21 April 2026. Insiden tersebut menambah rangkaian gangguan keamanan yang berulang di wilayah ini dalam beberapa waktu terakhir.

Korban diketahui bernama Yones Yohame, 35 tahun. Ia mengalami luka tembak di bagian dada dan dinyatakan meninggal dunia setelah kejadian.

Situasi Kian Rawan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan terjadi pada malam hari di kawasan Dekai. Belum ada rincian resmi mengenai detik-detik kejadian, namun korban dipastikan terkena tembakan di bagian vital.

Hingga kini, belum terdapat keterangan resmi terkait jumlah pelaku maupun motif spesifik. Insiden ini dikaitkan dengan aktivitas kelompok bersenjata yang selama ini beroperasi di wilayah Yahukimo.

penembakan asn di yahukimo, papua pegunungan

Kasus ASN ditembak Yahukimo ini menjadi sorotan karena terjadi di wilayah yang dikenal rawan konflik.

Pasca kejadian, aparat gabungan dari Satgas Damai Cartenz langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Operasi difokuskan pada penyisiran wilayah rawan yang diduga menjadi jalur pelarian.

Selain itu, patroli keamanan diperketat untuk mencegah gangguan lanjutan dan memastikan situasi tetap terkendali. Dalam laporan 24 jam terakhir, belum ada informasi resmi terkait penangkapan pelaku.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pemerintahan tetap berjalan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Yahukimo, termasuk meninjau RSUD Dekai.

Kunjungan tersebut difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan, dengan dorongan peningkatan status rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C. Pengamanan dilakukan oleh aparat TNI dan Polri, dan dilaporkan berlangsung aman.

Insiden penembakan ini menunjukkan bahwa aparat sipil masih menghadapi risiko di wilayah Papua Pegunungan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik serta aktivitas pemerintahan.