Scroll untuk baca artikel
Lokal

Ekspor Nonmigas Kaltara Turun 45,83 Persen, Ingkong Ala Dorong Ekspor Langsung

×

Ekspor Nonmigas Kaltara Turun 45,83 Persen, Ingkong Ala Dorong Ekspor Langsung

Sebarkan artikel ini
ingkong ala dorong ekspor langsung komoditas unggulan kaltara
EKSPOR KALTARA — Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala bersama peserta FGD percepatan ekspor langsung komoditas unggulan di Sri Tower Tarakan, Rabu (13/5/2026). Pemprov Kaltara mendorong penguatan jalur ekspor perikanan dan UMKM ke pasar dunia. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, TARAKAN — Penurunan ekspor nonmigas Kalimantan Utara sebesar 45,83 persen pada 2025 menjadi alarm baru bagi arah ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala menyebut kondisi itu harus dijawab dengan strategi baru.

Provinsi Kaltara, menurutnya, tidak bisa terus bergantung pada komoditas mentah dan batu bara sebagai penopang utama ekonomi.

Pesan itu disampaikan Ingkong saat membuka Focus Group Discussion atau FGD percepatan ekspor langsung komoditas unggulan di Sri Tower Tarakan, Rabu (13/5/2026).

Pada fForum tersebut membahas berbagai penguatan ekspor langsung melalui jalur laut dan udara.

“Kaltara tidak boleh hanya menjadi penonton atau sekadar pemasok bahan mentah,” kata Ingkong Ala.

Perikanan Jadi Pintu Ekspor Baru

Ingkong menilai Kaltara memiliki peluang besar dari sektor perikanan dan hasil laut.

Potensi itu dinilai bisa menjadi mesin ekonomi baru jika didukung logistik, standar mutu, dan akses ekspor yang lebih cepat.

Pemerintah daerah mendorong penguatan Pelabuhan Malundung dan Bandara Juwata sebagai simpul ekspor langsung.

Dengan dua fasilitas itu dipandang penting agar produk segar dari Kaltara tidak kehilangan nilai akibat rantai distribusi yang panjang.

Salah satu contoh yang disorot ialah pengiriman langsung ikan bawal segar dan ikan malong dari Tarakan menuju Hong Kong.

Dengan capaian itu dinilai menjadi sinyal bahwa Kaltara punya ruang masuk ke pasar internasional, terutama untuk komoditas perikanan bernilai tinggi.

UMKM Didorong Naik Kelas

Selain perikanan, Pemprov Kaltara juga mendorong pelaku UMKM masuk ke pasar global.

Ingkong menekankan pentingnya kualitas produk, kemasan, dan sertifikasi agar produk lokal bisa diterima pembeli luar negeri.

Sertifikasi seperti HACCP dan ISO dinilai penting untuk memperkuat daya saing produk Kaltara.

Pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan, termasuk sawit dan rumput laut.

Dengan cara itu, Kaltara tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk olahan bernilai tambah.

Selain itu, Ingkong menegaskan seluruh kebijakan ekspor harus kembali pada kepentingan masyarakat kecil.

“Semua ini harus bermuara pada kesejahteraan nelayan, petani, dan pelaku UMKM di Kaltara,” ungkapnya.

Angka Penurunan Nilai Ekspor

Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara, sepanjang Januari hingga Desember 2025 total nilai ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara tercatat sebesar US$1.389,03 juta.

Angka itu turun 45,83 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2024. Khusus Desember 2025, nilai ekspor Kaltara mencapai US$135,46 juta, sedangkan nilai impornya tercatat US$74,22 juta.