Reuters juga melaporkan aktivitas kapal di Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda pemulihan hati-hati.
Sejumlah kapal tanker dan kapal LNG mulai kembali melintasi jalur tersebut, meski volume pelayaran belum sepenuhnya normal.
Bagi Indonesia, situasi ini tetap perlu dipantau karena Selat Hormuz berkaitan dengan jalur energi dan keselamatan pelaut internasional.
Namun, hingga artikel ini disusun, belum ada rincian resmi terbaru yang menyebut jumlah pelaut Indonesia dalam daftar sekitar 11.000 pelaut yang akan dievakuasi.
Tinjauan Target
Operasi evakuasi pelaut Selat Hormuz menjadi langkah penting untuk melindungi ribuan pelaut sipil yang terdampak konflik dan gangguan keamanan maritim.
IMO sudah memulai pengaturan jalur aman secara bertahap. Namun, situasi Selat Hormuz belum sepenuhnya normal.
Kapal-kapal masih harus mengikuti jadwal lintasan yang ketat agar proses evakuasi tidak menimbulkan risiko baru.
Dengan kondisi tersebut, istilah paling tepat untuk menggambarkan situasi saat ini adalah evakuasi mulai berjalan bertahap, bukan evakuasi selesai.
Baca juga: Dunia Tegang! Jalur Minyak Hormuz Terancam, Ini Dampaknya ke Indonesia
















