Scroll untuk baca artikel
Sehat

Sering Bad Mood Tanpa Sebab? Deretan Makanan Ini Bisa Ikut Memengaruhi Suasana Hati

×

Sering Bad Mood Tanpa Sebab? Deretan Makanan Ini Bisa Ikut Memengaruhi Suasana Hati

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makanan tinggi gula, ultra-proses, kopi, dan minuman berkafein yang dapat memengaruhi suasana hati
BAD MOOD — Ilustrasi makanan tinggi gula, ultra-proses, serta minuman berkafein yang dapat ikut memengaruhi energi dan suasana hati jika dikonsumsi berlebihan. (foto/ilustrasi)

  • Pola makan dapat memengaruhi energi, kualitas tidur, dan kestabilan suasana hati.
  • Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat memicu perubahan gula darah yang cepat pada sebagian orang.
  • Konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk gangguan mental dalam berbagai penelitian observasional.
  • Pola makan seimbang, makan teratur, serta membatasi gula dan kafein dapat membantu menjaga energi lebih stabil.

JAMLIMA.COM, JAKARTA – Suasana hati yang tiba-tiba memburuk tidak selalu dipicu masalah pekerjaan, hubungan, atau kurang tidur.

Apa yang seseorang makan juga dapat ikut memengaruhi energi dan kondisi emosional sepanjang hari.

Beberapa jenis makanan bahkan dapat membuat tubuh mengalami perubahan energi yang cepat.

Kondisi itu pada sebagian orang dapat muncul sebagai rasa lelah, sulit berkonsentrasi, gelisah, atau mudah tersinggung.

Namun, makanan tidak bisa disebut sebagai satu-satunya penyebab seseorang mengalami bad mood.

Faktor psikologis, kualitas tidur, aktivitas fisik, penyakit tertentu, hingga kondisi lingkungan juga ikut menentukan suasana hati.

1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Minuman berpemanis, permen, kue, donat, dan berbagai makanan tinggi gula sering memberikan energi dengan cepat.

Masalahnya, perubahan kadar gula darah setelah makan juga dapat berlangsung cukup cepat.

Harvard Health menjelaskan bahwa perubahan gula darah yang terlalu lebar dapat berkaitan dengan kelelahan dan perubahan suasana hati.

Menjaga kadar gula darah lebih stabil menjadi salah satu alasan penting untuk mengatur waktu dan komposisi makanan.

Karena itu, mengonsumsi minuman manis saat perut kosong lalu tidak makan dalam waktu lama bukan pilihan ideal bagi sebagian orang.

2. Karbohidrat Olahan

Roti putih, makanan berbahan tepung olahan, serta sejumlah camilan manis termasuk makanan yang mudah dicerna tubuh.

Jika dikonsumsi tanpa cukup protein, serat, atau lemak sehat, rasa kenyang juga dapat berlangsung lebih singkat.

Akibatnya, seseorang bisa lebih cepat merasa lapar.

Pada kondisi tertentu, rasa lapar yang disertai penurunan energi dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif atau mudah marah.

Karena itu, kombinasi karbohidrat dengan protein dan serat lebih baik untuk membantu menjaga rasa kenyang.

3. Makanan Ultra-Proses

Mi instan, minuman bersoda, makanan ringan dalam kemasan, dan berbagai makanan siap santap termasuk kelompok yang kerap masuk kategori makanan ultra-proses.

WHO menyebut pola makan dengan banyak makanan yang diproses tinggi sering mengandung gula, natrium, atau lemak tidak sehat dalam jumlah besar.

Penelitian yang diterbitkan The BMJ pada 2024 juga menemukan hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses yang lebih tinggi dengan sejumlah hasil kesehatan yang merugikan.

Analisis tersebut menemukan hubungan dengan kecemasan, gangguan mental umum, serta gejala depresi.

Namun, sebagian besar bukti mengenai hubungan tersebut masih berasal dari penelitian observasional.

Artinya, hasil penelitian menunjukkan hubungan atau asosiasi dan belum membuktikan bahwa makanan ultra-proses secara langsung menyebabkan depresi atau kecemasan.

4. Minuman Berkafein Lebih

Kopi dalam jumlah yang sesuai masih dapat menjadi bagian dari pola konsumsi seseorang.

Namun, masalah dapat muncul saat tubuh menerima kafein terlalu banyak.

Kopi, teh tertentu, minuman kola, dan minuman energi mengandung kafein.

Pada orang yang sensitif, konsumsi berlebihan dapat memperburuk rasa gelisah dan mengganggu tidur.

NHS bahkan menyarankan orang dengan gangguan kecemasan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak kopi, teh, kola, atau minuman energi karena kafein dapat mengganggu tidur dan membuat kecemasan lebih sulit dikendalikan.

Tidur yang terganggu kemudian dapat berpengaruh terhadap suasana hati pada hari berikutnya.

5. Minuman Berenergi

Minuman energi perlu mendapat perhatian khusus karena beberapa produk menggabungkan kafein dengan gula dalam jumlah cukup tinggi.

Efeknya bisa berbeda pada setiap orang.

Namun, seseorang yang sensitif terhadap kafein dapat mengalami gelisah, jantung berdebar, atau kesulitan tidur.

Jika dikonsumsi menjelang malam, efek terhadap kualitas tidur juga berpotensi menjadi lebih besar.

Karena itu, minuman energi bukan pilihan terbaik untuk mengatasi kelelahan akibat kurang tidur secara terus-menerus.

6. Makanan Cepat Saji

Burger, kentang goreng, ayam goreng, serta makanan cepat saji lainnya tidak otomatis menyebabkan seseorang mengalami bad mood.

Namun, masalah dapat muncul apabila makanan tersebut mendominasi pola makan sehari-hari.

WHO menekankan bahwa pola makan sehat sebaiknya mengutamakan makanan yang beragam.

Selain itu, sebagian besar harusnya berasal dari bahan yang tidak atau hanya sedikit diproses.

WHO juga menganjurkan pembatasan makanan tinggi gula bebas, natrium, lemak jenuh, dan lemak trans.

Karena itu, yang lebih penting bukan satu kali makan makanan cepat saji.

Frekuensi dan keseluruhan pola makan menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Terlambat Makan Juga

Seseorang tidak harus mengonsumsi makanan tertentu untuk merasakan perubahan suasana hati.

Tidak makan terlalu lama juga dapat berpengaruh.

Ketika tubuh membutuhkan energi, rasa lapar dapat disertai lelah dan sulit berkonsentrasi.

Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga membuat emosi lebih mudah terpancing.

Harvard Health menyarankan, pola makan teratur untuk membantu mencegah perubahan gula darah yang terlalu ekstrem.

Karena itu, kebiasaan melewatkan sarapan atau makan siang kemudian menggantinya dengan porsi sangat besar juga perlu diperhatikan.

Pilih Makanan Tepat Bantu Energi Lebih Stabil

Tidak ada satu jenis makanan yang mampu menjamin seseorang selalu berada dalam suasana hati yang baik.

Namun, pola makan yang seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan menjaga energi.

WHO menyebut empat prinsip dasar pola makan sehat, yakni kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman.

Buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber protein tanpa lemak dapat menjadi bagian dari pola makan tersebut.

Hal yang juga penting adalah memperhatikan pola tubuh sendiri.

Jika seseorang merasa mudah gelisah setelah minum kopi, misalnya, jumlah kafein dapat dikurangi.

Begitu pula ketika tubuh terasa lemas setelah mengonsumsi makanan sangat manis.

Catatan sederhana mengenai makanan, waktu makan, tidur, dan perubahan mood dapat membantu mengenali pola tersebut.

Pada akhirnya, bad mood merupakan kondisi yang memiliki banyak faktor.

Makanan dapat menjadi salah satu bagian dari masalah, tetapi bukan satu-satunya penyebab.

Jika perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus, berat, mengganggu aktivitas, atau disertai gejala depresi dan kecemasan, pemeriksaan profesional tetap diperlukan.