Scroll untuk baca artikel
Sehat

Buah Bidara Kaya Vitamin C, Ini Manfaat dan Cara Aman Mengonsumsinya

×

Buah Bidara Kaya Vitamin C, Ini Manfaat dan Cara Aman Mengonsumsinya

Sebarkan artikel ini
Buah bidara segar dan kering kaya vitamin C serta antioksidan
MANFAAT BUAH BIDARA - Buah bidara mengandung vitamin C, kalium, dan senyawa antioksidan yang bermanfaat sebagai bagian dari pola makan bergizi. (foto/ilustrasi)

  • Bidara terdiri dari beberapa jenis, tetapi bidara laut dan bidara upas bukan anggota genus Ziziphus.
  • Setiap 100 gram jujube segar mengandung sekitar 79 kalori, 69 miligram vitamin C, dan 250 miligram kalium.
  • Buah bidara berpotensi mendukung daya tahan tubuh, pencernaan, dan perlindungan sel dari radikal bebas.
  • Manfaat bidara untuk menurunkan gula darah masih perlu diteliti dan tidak dapat menggantikan obat dokter.

JAMLIMA.COM, SEHAT – Tanaman bidara semakin populer karena daun dan buahnya telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.Selain berkaitan dengan tradisi keagamaan, buah bidara juga mengandung vitamin, mineral, dan berbagai senyawa bioaktif.Namun, masyarakat perlu mengenali jenis tanaman secara tepat.

Sebab, tidak semua tumbuhan yang memakai nama “bidara” berasal dari genus Ziziphus.

Kandungan gizi dan potensi manfaatnya juga dapat berbeda antara satu spesies dan varietas lainnya.

Mengenal Ragam Jenis Bidara

Klasifikasi Ziziphus sebagai genus dalam keluarga Rhamnaceae.

Genus tersebut mencakup puluhan spesies, termasuk Ziziphus jujuba, Ziziphus mauritiana, dan Ziziphus spina-christi.

Berikut sejumlah tanaman yang umum disebut bidara di Indonesia:

1. Bidara Arab (Ziziphus spina-christi)

Bidara Arab juga dikenal dengan sebutan sidr. Pohonnya memiliki cabang berduri, daun berbentuk oval, serta buah berukuran kecil yang berubah warna ketika matang.

Jenis ini banyak ditemukan di wilayah beriklim kering dan dikenal luas dalam tradisi masyarakat Timur Tengah.

2. Bidara India (Ziziphus mauritiana)

Bidara India mempunyai buah yang relatif lebih besar. Beberapa varietasnya dikenal sebagai apel putsa karena bentuknya menyerupai apel berukuran kecil.

Buah muda biasanya berwarna hijau. Setelah matang, warnanya berubah menjadi hijau kekuningan atau kecokelatan dengan rasa manis dan tekstur renyah.

3. Bidara Cina (Ziziphus jujuba)

Bidara Cina lebih dikenal secara internasional sebagai jujube atau kurma merah.

Buah segarnya memiliki tekstur renyah, sedangkan buah yang mengering akan mengerut dan berwarna merah kecokelatan.

Spesies inilah yang paling banyak menjadi objek penelitian mengenai kandungan gizi dan potensi manfaat buah bidara.

4. Bidara Laut (Strychnos lucida)

Meskipun memakai nama bidara, bidara laut bukan anggota genus Ziziphus.

Tanaman ini termasuk genus Strychnos dan kerap ditemukan di kawasan pesisir maupun wilayah beriklim kering.

Karena berasal dari kelompok berbeda, masyarakat tidak boleh menyamakan kandungan dan cara penggunaannya dengan buah jujube.

5. Bidara Upas (Merremia mammosa)

Bidara upas juga tidak termasuk genus Ziziphus. Tanaman ini merupakan tumbuhan merambat dari keluarga Convolvulaceae.

Bagian yang lebih dikenal dari bidara upas ialah umbinya, bukan buah seperti pada Ziziphus.

Karena itu, penggunaan bidara upas sebagai herbal memerlukan pertimbangan keamanan tersendiri.

Kandungan Gizi Buah Bidara

Data gizi yang paling banyak tersedia merujuk pada buah segar Ziziphus jujuba. Berdasarkan basis data USDA FoodData Central, setiap 100 gram jujube segar mengandung:

Komponen gizi Kandungan per 100 gram
Energi 79 kkal
Air 77,86 gram
Karbohidrat 20,23 gram
Protein 1,2 gram
Lemak 0,2 gram
Vitamin C 69 miligram
Kalium 250 miligram
Fosfor 23 miligram
Kalsium 21 miligram
Magnesium 10 miligram
Zat besi 0,48 miligram

Kadar serat tidak selalu sama pada setiap varietas.

Salah satu penelitian terhadap varietas jujube lokal menemukan kandungan serat sekitar 9,7 gram per 100 gram.

Namun, angka tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk seluruh jenis bidara karena varietas, tingkat kematangan, dan metode pemeriksaan dapat memengaruhi hasilnya.

Buah bidara juga mengandung senyawa bioaktif, antara lain polifenol, flavonoid, saponin, dan triterpenoid.

Kadar senyawa tersebut dapat berbeda antara buah segar, buah kering, daun, biji, dan ekstrak olahan.

Potensi Manfaat Buah Bidara bagi Kesehatan

Kandungan gizi buah bidara berpotensi memberikan sejumlah manfaat.

Meskipun demikian, buah ini tetap merupakan bahan pangan dan belum dapat menggantikan obat atau terapi medis.

1. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Vitamin C membantu menjaga fungsi sistem imun, membentuk kolagen, dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Setiap 100 gram jujube segar tercatat mengandung sekitar 69 miligram vitamin C.

Namun, mengonsumsi bidara tidak otomatis mencegah atau menyembuhkan penyakit infeksi.

Daya tahan tubuh tetap dipengaruhi pola makan, istirahat, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

2. Membantu memenuhi kebutuhan antioksidan

Polifenol dan flavonoid dalam buah bidara mempunyai aktivitas antioksidan.

Senyawa tersebut membantu tubuh menghadapi stres oksidatif akibat radikal bebas.

Meski hasil penelitian laboratorium terlihat menjanjikan, manfaat klinis pada manusia masih memerlukan penelitian lebih luas.

3. Mendukung kesehatan pencernaan

Kandungan air dan serat pada beberapa varietas jujube dapat membantu mempertahankan pola buang air besar yang teratur.

Namun, konsumsi dalam jumlah banyak, terutama buah kering, dapat memicu kembung atau gangguan pencernaan pada orang yang sensitif.

4. Berpotensi memengaruhi gula dan lemak darah

Sejumlah penelitian menilai potensi jujube terhadap gula darah, trigliserida, dan profil lipid.

Meta-analisis yang melibatkan tujuh penelitian dan 483 peserta menemukan beberapa hasil positif, terutama pada kelompok tertentu.

Namun, peneliti menegaskan bahwa kualitas bukti secara keseluruhan masih terbatas.

Karena itu, jujube belum dapat direkomendasikan sebagai pengganti obat diabetes maupun terapi gangguan lemak darah.

Cara Memilih Buah Bidara yang Berkualitas

Kualitas buah bidara dapat dikenali melalui warna, tekstur, dan kondisi kulitnya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilih buah yang warnanya sesuai dengan varietas dan tingkat kematangan. Buah hijau pekat umumnya masih muda, sedangkan warna hijau kekuningan hingga kecokelatan menandakan proses pematangan.
  • Pastikan buah terasa kokoh, tetapi tidak terlalu keras atau lembek.
  • Hindari buah yang memar, berlubang, berjamur, atau mengeluarkan cairan.
  • Pilih buah dengan aroma segar. Jangan membeli buah yang berbau asam menyengat karena dapat menandakan fermentasi atau pembusukan.
  • Untuk jujube kering, pilih produk yang bersih, tidak lembap, dan tidak ditumbuhi jamur.

Sebelum dikonsumsi, cuci buah di bawah air mengalir. Buang bijinya karena bagian tersebut keras dan tidak dimakan seperti daging buah.

Berapa Banyak Buah Bidara yang Boleh Dikonsumsi?

Belum terdapat standar medis khusus yang menetapkan konsumsi buah bidara harus sebanyak tiga hingga lima butir per hari.

Ukuran buah juga sangat bervariasi sehingga jumlah butir bukan ukuran yang akurat.

Sebagai panduan praktis, sekitar 100 gram buah segar dapat dijadikan satu porsi.

Jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi, pola makan, dan kondisi kesehatan seseorang.

Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi buah sekitar 150 gram per hari sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Jumlah tersebut merupakan total berbagai jenis buah, bukan khusus bidara.

Buah bidara kering mengandung gula dan energi yang lebih terkonsentrasi dibandingkan buah segar.

Oleh sebab itu, porsinya sebaiknya lebih kecil, terutama bagi penderita diabetes atau orang yang sedang membatasi asupan gula.

Cara Sederhana Membuat Teh Buah Bidara

Buah jujube kering dapat diolah menjadi minuman hangat. Berikut cara sederhana membuatnya:

Bahan:

  • 3–5 buah jujube kering
  • 300–500 mililiter air
  • Satu iris jahe atau kayu manis, jika diinginkan

Cara membuat:

  1. Cuci buah hingga bersih.
  2. Belah atau tusuk permukaan buah agar sarinya lebih mudah keluar.
  3. Masukkan buah dan air ke dalam panci.
  4. Rebus dengan api kecil selama 15–30 menit.
  5. Saring dan sajikan dalam keadaan hangat.
  6. Hindari menambahkan banyak gula atau madu, terutama jika perlu mengontrol gula darah.

Minuman tersebut merupakan olahan pangan, bukan obat dengan dosis terapi. Khasiatnya juga tidak dapat disamakan dengan ekstrak bidara yang digunakan dalam penelitian.

Siapa yang Perlu Berhati-hati?

Konsumsi bidara sebagai buah dalam jumlah wajar umumnya berbeda risikonya dengan penggunaan ekstrak, kapsul, atau ramuan pekat.

Kelompok berikut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai produk herbal bidara secara rutin:

  • Ibu hamil atau menyusui.
  • Penderita diabetes yang menggunakan obat penurun gula darah.
  • Pasien yang mengonsumsi obat rutin, termasuk obat penenang atau antidepresan.
  • Orang yang akan menjalani operasi.
  • Pasien dengan penyakit kronis.
  • Orang yang pernah mengalami alergi setelah mengonsumsi buah atau herbal tertentu.

Data mengenai interaksi bidara dengan obat masih terbatas.

Karena itu, klaim bahwa bidara pasti berinteraksi dengan venlafaxine atau obat tertentu tidak boleh dianggap sebagai kepastian tanpa penilaian tenaga kesehatan.

Fokus Kilasan

Buah bidara, terutama Ziziphus jujuba, mengandung vitamin C, kalium, karbohidrat, serta berbagai senyawa antioksidan.

Buah ini dapat menjadi bagian dari pola makan beragam dan bergizi seimbang.

Walaupun sejumlah penelitian menunjukkan potensi manfaat terhadap pencernaan dan kesehatan metabolik.

Namun bukti ilmiahnya belum cukup untuk menempatkan bidara sebagai pengganti obat.

Masyarakat juga perlu membedakan bidara dari genus Ziziphus dengan bidara laut dan bidara upas yang berasal dari kelompok tanaman berbeda.