Selain membantu pemadaman, keberadaan armada udara juga memperkuat pemantauan lapangan. Satu helikopter patroli tetap disiagakan untuk memantau potensi titik api dan mendukung pengambilan keputusan petugas di lapangan.
Langkah ini menjadi penting karena karhutla membutuhkan respons cepat. Jika titik api terlambat ditangani, kebakaran berisiko meluas dan menimbulkan dampak lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat.
Fokus Cegah Kebakaran Meluas
Dengan tambahan dua helikopter dari BNPB, Pemerintah Provinsi Riau berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif. Terutama, pada kawasan rawan kebakaran yang berada jauh dari permukiman atau sulit dilalui kendaraan pemadam.
BPBD Damkar Riau juga menekankan pentingnya kecepatan respons. Oleh karena itu, armada water bombing akan diarahkan untuk membantu pemadaman dari udara, sementara tim darat tetap bergerak melakukan penanganan langsung di lokasi.
Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan BNPB untuk mengantisipasi potensi karhutla di Riau. Selain pemadaman, patroli dan pemantauan titik panas tetap menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi warga dinilai tetap menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla, terutama saat memasuki periode rawan kebakaran.
Dengan penguatan lima helikopter, Riau kini memiliki dukungan udara yang lebih memadai untuk mempercepat pemadaman dan menjaga agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Baca juga: El Nino Ancam Gowa hingga Oktober, BPBD Siapkan Air Bersih dan Patroli Karhutla
















