- KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar, Minggu (2/8/2026), memicu operasi SAR besar-besaran.
- Hingga pembaruan terakhir, 231 orang berhasil diselamatkan dan lima orang meninggal dunia. Tim SAR masih melakukan rekonsiliasi data manifes penumpang.
- Evakuasi melibatkan Basarnas, TNI AL, kapal niaga, kapal tunda, dan nelayan yang menyelamatkan penumpang dari laut serta kapal yang terbakar.
- Kementerian Perhubungan dan KNKT menginvestigasi penyebab kebakaran, sementara operasi pencarian dan pendataan korban masih terus berlangsung.
JAMLIMA.COM, SURABAYA— Kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/8/2026).Kapal yang membawa 271 penumpang dan awak tersebut terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Pulau Madura.
Berdasarkan pembaruan Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Kantor SAR Surabaya hingga Minggu pukul 21.00 WIB, sebanyak 231 orang berhasil diselamatkan. Sementara itu, lima orang ditemukan meninggal dunia.
“Update evakuasi pukul 21.00 WIB, selamat 231 orang, meninggal dunia lima orang, total 236 orang,” kata Humas Kantor SAR Surabaya Novita Nirmala, Minggu malam.
Data manifes awal menyebutkan KMP Mutiara Sentosa 2 membawa 232 penumpang dan 39 anak buah kapal atau ABK. Dengan demikian, jumlah orang di atas kapal tercatat sebanyak 271 orang.
Namun, jumlah korban yang telah terdata hingga Minggu malam baru mencapai 236 orang. Artinya, masih terdapat selisih 35 orang yang perlu dicocokkan melalui proses pendataan dan rekonsiliasi manifes.
Tim SAR belum menyatakan secara resmi seluruh selisih tersebut sebagai korban hilang. Pendataan dapat berubah karena sebagian korban dievakuasi oleh kapal berbeda, berpindah kapal, atau diselamatkan nelayan di sekitar lokasi.
Kebakaran diperkirakan terjadi pagi hari
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan petugas menerima informasi pertama mengenai kebakaran kapal pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak.
Sekitar satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut melaporkan kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima perusahaan dari nakhoda, kebakaran diperkirakan mulai terjadi antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
“Perusahaan mendapatkan informasi dari nakhoda bahwa kapal terbakar sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di ujung utara Madura. Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali,” kata Nanang.
Kantor SAR Surabaya kemudian berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak, Pos SAR Sumenep, dan Stasiun Radio Pantai atau SROP Kalianget untuk mencari posisi terakhir kapal.
Sekitar pukul 09.45 WIB, komunikasi dengan KM Meratus Project 3 mengonfirmasi posisi KMP Mutiara Sentosa 2 sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung atau kawasan Pulau Sapudi, Sumenep.
Saat ditemukan, api dilaporkan telah membakar hampir seluruh bagian kapal. Sejumlah penumpang bertahan di anjungan dan haluan sambil mengenakan jaket pelampung.
Penumpang melompat ke laut
KM Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal pertama yang mendekati lokasi. Namun, kapal tersebut tidak dapat merapat karena membawa muatan berbahaya yang mudah terbakar.
Proses penyelamatan kemudian dilakukan TB Hasnur 26 dan sejumlah kapal lain yang sedang melintas di sekitar lokasi.
Pada pukul 09.59 WIB, TB Hasnur 26 mulai mengevakuasi penumpang. Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang dilaporkan melompat ke laut untuk menghindari kobaran api dan asap tebal.
Para penumpang yang berada di laut kemudian dievakuasi oleh TB Hasnur 26, British Mentor, serta kapal-kapal penolong lainnya.
Sementara itu, Kantor SAR Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi menuju lokasi. Pos SAR Sumenep juga sempat mengirim Rigid Inflatable Boat atau RIB, tetapi armada tersebut harus kembali karena menghadapi gelombang tinggi dan kondisi laut yang tidak memungkinkan.
Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal
Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan kapal SAR, kapal niaga, kapal tunda, dan nelayan.
Berdasarkan pembaruan pukul 21.00 WIB, KM Meratus Pematangsiantar membawa 111 korban selamat dan dua korban meninggal dunia menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
KM Selaras Mas membawa 13 korban selamat, termasuk enam orang yang sebelumnya dipindahkan dari KM Prakarsa Mas.
TB Hasnur 26 mengamankan 65 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. KM Meratus Project 3 mengevakuasi 13 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.
KN SAR Permadi membawa sembilan korban selamat menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Para korban sebelumnya berada di kapal SC Aila XVII.
Selain itu, KM Ferindo 1 membawa 17 korban selamat menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, setelah menerima pemindahan korban dari KM Transco Arafura.
Kapal Alcon Daniel mengevakuasi satu korban meninggal dunia. British Mentor menyelamatkan dua orang, sedangkan seorang korban lainnya ditemukan dan ditolong nelayan Ambunten.
Sebaran korban ke berbagai kapal membuat petugas harus melakukan pemeriksaan ulang agar tidak terjadi pencatatan ganda maupun kekeliruan dalam menentukan jumlah orang yang belum ditemukan.
Kapal membawa 181 kendaraan
Selain membawa 232 penumpang dan 39 ABK, KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan mengangkut sekitar 181 kendaraan.
Muatan kendaraan tersebut terdiri atas sepeda motor, kendaraan angkutan barang, truk, hingga alat berat yang akan dibawa dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Makassar.
KMP Mutiara Sentosa 2 merupakan kapal jenis roll-on/roll-off atau Ro-Ro dengan panjang sekitar 160 meter dan lebar sekitar 25 meter.
Rute Surabaya–Makassar yang dilayani kapal tersebut biasanya ditempuh sekitar 40 jam dan banyak digunakan untuk mengangkut penumpang serta kendaraan logistik dari Pulau Jawa menuju Sulawesi.
Kemenhub dan KNKT investigasi penyebab kebakaran
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Kemenhub telah berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk membantu operasi evakuasi.
“Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” ujar Masyhud dalam keterangan resminya, Minggu.
Kementerian Perhubungan juga mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai. Distrik Navigasi turut menyiapkan KN Masalembo untuk membantu operasi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah akan menginvestigasi insiden tersebut secara menyeluruh.
“Tapi sekaligus kita ingin segera meluncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” kata AHY di Bangkalan, Minggu.
Menurut AHY, laporan awal menyebutkan kapal memiliki kelayakan operasi dan daftar manifes penumpang. Meski demikian, seluruh aspek teknis, operasional, muatan, dan kondisi cuaca tetap harus diperiksa.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT akan dilibatkan untuk mengungkap sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran menyebar ke hampir seluruh bagian kapal.
Hingga Senin pagi (3/8/2026), penyebab pasti kebakaran belum diumumkan. Pemerintah meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak menyebarkan dugaan yang belum didukung hasil investigasi.
Operasi SAR dan proses rekonsiliasi data penumpang masih berlanjut. Basarnas juga masih mencatat kecelakaan KMP Mutiara Sentosa 2 sebagai operasi aktif hari kedua pada Senin, 3 Agustus 2026.
















