- BNPB mengidentifikasi 68 korban meninggal dan mendata 213 warga terluka.
- BPBD mencatat 7.670 warga berada di 38 titik pengungsian pada tujuh kabupaten di Flores.
- Pendataan terbaru mencakup 4.541 rumah terdampak, tetapi petugas masih memverifikasi tingkat kerusakan 1.796 rumah di Ngada.
- BMKG mencatat 1.624 gempa susulan hingga Senin pukul 11.00 WIB. Aktivitas kegempaan masih berlangsung pada Selasa pagi.
JAMLIMA.COM, NTT – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga data terakhir yang diumumkan pada Senin sore, (17/8/2026), petugas telah mengidentifikasi 68 korban meninggal dunia dan mencatat 213 warga terluka.
Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, otoritas belum merilis data baru yang mengubah jumlah tersebut.
Tim gabungan tetap memverifikasi data korban, pengungsi, rumah rusak, dan fasilitas umum di tujuh kabupaten terdampak.
Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan pembaruan korban dalam konferensi pers pada Senin, 17 Agustus 2026.
“Data yang kami peroleh hingga saat ini sebanyak 68 jiwa,” kata Berton,
BNPB merinci sebaran korban meninggal sebagai berikut:
– Kabupaten Manggarai: 26 orang.
– Kabupaten Manggarai Timur: 24 orang.
– Kabupaten Nagekeo: 8 orang.
– Kabupaten Sikka: 4 orang.
– Kabupaten Ende: 2 orang.
– Kabupaten Manggarai Barat: 2 orang.
– Kabupaten Ngada: 2 orang.
BNPB juga mencatat 213 korban luka. Tim kesehatan memberikan perawatan di rumah sakit, fasilitas kesehatan darurat, dan tenda pelayanan medis.
Tim Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, dan unsur pemerintah masih bersiaga di wilayah terdampak.
Hingga pembaruan terakhir, otoritas tidak menerima laporan baru mengenai warga yang hilang. Meski demikian, petugas tetap menyisir lokasi yang mengalami kerusakan berat.
Sebanyak 7.670 warga mengungsi di 38 titik
Data BPBD yang disampaikan Polda NTT pada Senin menunjukkan 7.670 warga mengungsi di 38 titik pada tujuh kabupaten di Pulau Flores.
Jumlah tersebut masih dinamis karena sebagian warga mengungsi secara mandiri, berpindah tempat, atau mulai kembali ke lingkungan rumahnya.
Pemerintah memprioritaskan makanan siap saji, beras, air bersih, obat-obatan, tenda, selimut, kasur, perlengkapan bayi, serta kebutuhan kelompok rentan.
Aparat juga meningkatkan patroli pada permukiman yang ditinggalkan warga untuk mencegah pencurian dan menjaga aset penyintas.
Polda NTT memberikan perhatian khusus kepada pengungsi mandiri yang belum memiliki tempat perlindungan memadai.
Sementara itu, pemerintah daerah dan BPBD terus mendata kebutuhan setiap lokasi agar distribusi bantuan tidak menumpuk pada satu posko.
Gempa NTT berdampak pada 4.541 rumah
Pendataan hingga Senin malam mencakup 4.541 rumah terdampak di tujuh kabupaten.
Petugas telah mengelompokkan tingkat kerusakan 2.745 rumah, sedangkan 1.796 rumah di Kabupaten Ngada masih menunggu verifikasi kategori rusak ringan, sedang, atau berat.
Sebaran sementara rumah terdampak meliputi:
– Nagekeo: 164 rumah.
– Ende: 461 rumah.
– Manggarai: 984 rumah.
– Manggarai Timur: 49 rumah.
– Manggarai Barat: 914 rumah.
– Sikka: 173 rumah.
– Ngada: 1.796 rumah yang masih diverifikasi tingkat kerusakannya.
Gempa juga merusak sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, hotel, jalan, jaringan listrik, dan sarana telekomunikasi.
Pemerintah masih mencocokkan data antarkabupaten sehingga jumlah kerusakan fasilitas umum belum final.
Kepala BNPB Suharyanto meminta pemerintah daerah mendata rumah rusak secara paralel dan mencantumkan nama serta alamat pemilik.
Cara tersebut memungkinkan pemerintah memulai intervensi tanpa menunggu seluruh pendataan selesai.
“Begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses,” ujarnya.
BMKG mencatat 1.624 gempa susulan
Sementara itu, BMKG mencatat 1.624 gempa susulan hingga Senin, 17 Agustus 2026, pukul 11.00 WIB.
Sedangkan gempa susulan memiliki magnitudo antara M1,3 hingga M6,2.
Dari jumlah tersebut, 23 gempa berkekuatan lebih dari M5. Masyarakat merasakan sedikitnya 59 gempa susulan.
Sistem pemantauan waktu nyata BMKG kembali merekam sejumlah gempa kecil di wilayah Flores dan Laut Flores pada Selasa pagi, (18/8/2026).
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa dangkal itu terjadi akibat aktivitas Flores Back-Arc dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault.
BMKG terus memantau pola peluruhan gempa susulan karena aktivitasnya masih berubah-ubah.
Namun demikian, BMKG mengimbau warga tidak memasuki bangunan yang retak atau mengalami kerusakan struktur.
Warga juga perlu mengamankan benda berat yang mudah jatuh dan menyiapkan jalur keluar apabila guncangan kembali terjadi.
Peringatan tsunami telah berakhir
Guncangan M7,7 memicu tsunami yang terekam di 16 lokasi pada empat provinsi, yakni NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
BMKG mencatat gelombang tertinggi sekitar 1,605 meter di Pota, Kabupaten Manggarai Timur.
Selanjutnya, BMKG mengirim peringatan dini pertama sekitar dua menit setelah gempa.
Lembaga tersebut kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan ancaman gelombang tidak lagi membahayakan masyarakat pesisir.
Berakhirnya peringatan berarti ancaman tsunami dari gempa utama telah selesai.
Namun, warga pesisir tetap perlu mengikuti arahan BMKG dan BPBD apabila merasakan gempa kuat atau lama serta menerima perintah evakuasi baru.
Listrik dan komunikasi berangsur pulih
Pemerintah mempercepat perbaikan layanan dasar. Seluruh 11 trafo gardu induk yang terdampak telah kembali beroperasi.
Sementara itu, pemulihan listrik menjangkau sekitar 99,5 persen dari 566.797 pelanggan terdampak, sedangkan 2.732 pelanggan masih memerlukan penanganan.
Pemulihan jaringan telekomunikasi di Pulau Flores mencapai sekitar 95,4 persen.
Sedangkan, Manggarai Timur masih memerlukan perhatian karena tingkat pemulihannya berada di bawah daerah lain.
Petugas telah membuka sebagian besar akses jalan, meskipun kendaraan hanya dapat melintas secara terbatas pada beberapa ruas.
Pemerintah menempatkan tim teknis untuk memeriksa jembatan, bangunan layanan publik, dan titik rawan longsor.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengirim dua rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
Kemenkes juga menempatkan tim manajemen krisis kesehatan di Sikka dan Ende serta mengaktifkan pusat operasi darurat kesehatan pada sembilan lokasi strategis.
Lebih dari 101 ton bantuan dikirim ke NTT
BNPB, TNI, pemerintah, dan mitra kemanusiaan mengirim 101.494 kilogram bantuan melalui tujuh penerbangan selama 15–17 Agustus 2026.
Logistik tersebut mencakup sembako, obat-obatan, tenda rumah sakit lapangan, pakaian, dan makanan kaleng.
Operasi udara menggunakan dua pesawat A-400M Atlas dan empat C-130 Hercules.
Pemerintah juga mengerahkan kapal perang Republik Indonesia untuk membawa bantuan melalui Pelabuhan Maumere, Ende, dan Reo.
Dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Berton, Pelaksana Tugas Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Pos Pendampingan Nasional di Labuan Bajo mengoordinasikan penanganan untuk Flores bagian barat.
Sedangkan Posko Maumere mengendalikan distribusi bantuan menuju Sikka, Ende, Nagekeo, dan wilayah kepulauan, termasuk Pulau Palue.
Data gempa NTT masih dapat berubah
Angka korban, pengungsi, dan kerusakan dalam laporan ini memakai pembaruan resmi terakhir yang tersedia hingga Selasa, (18/8/2026).
Hingga berita ini tayang, BNPB, BMKG, BPBD, Basarnas, dan pemerintah daerah masih melakukan verifikasi lapangan.
Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi melalui BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Selain itu, warga perlu menghindari bangunan rusak, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,
Termasuk melakukan tindakan menuju ke ruang terbuka saat merasakan guncangan kuat.
















