- Bayi perempuan yang ditemukan di Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, direncanakan diserahkan kepada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (7/9/2026).
- Saat ditemukan pada Minggu (6/9/2026), bayi masih hidup, terbungkus kain di dalam kardus, dengan tali pusat masih menempel.
- Bayi kemudian mendapat pemeriksaan, perawatan, pemantauan kondisi kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar di Puskesmas Kanjilo.
- Polsek Barombong masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap identitas orang tua dan pihak yang meninggalkan bayi.
JAMLIMA.COM, GOWA – Penanganan bayi perempuan yang ditemukan di dalam kardus di Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memasuki tahap selanjutnya.
Setelah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis di Puskesmas Kanjilo, bayi tersebut direncanakan diserahterimakan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (7/9/2026).
“Rencana hari ini, Senin, pihak Dinsos Sulsel akan melakukan serah terima bayi tersebut,” ujar dr. Mutmainnah, salah satu dokter yang bertugas di Puskesmas Kanjilo, Kecamatan Barombong, Gowa.
Dalam proses menuju Dinsos Sulsel, bayi tersebut mendapat pengawalan dari aparat Polsek Barombong.
Serah terima dilakukan setelah pelayanan medis awal dan pemantauan kondisi bayi dilakukan di Puskesmas Kanjilo.
Tahapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan keberlanjutan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan bayi setelah meninggalkan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ditemukan dengan Tali Pusat Masih Menempel
Bayi perempuan tersebut ditemukan warga di pinggir jalan Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Minggu (6/9/2026).
Saat ditemukan, bayi berada di dalam sebuah kardus dan terbungkus kain.
Warga awalnya mengetahui keberadaan bayi setelah mendengar suara tangisan dari dalam kardus.
Setelah diperiksa, warga menemukan bayi perempuan dalam kondisi masih hidup.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.
Bayi selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Kanjilo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Informasi awal menyebutkan tali pusat bayi masih menempel saat ditemukan.
Kondisi tersebut menunjukkan bayi masih berada pada periode awal kehidupan setelah dilahirkan.
Dalam terminologi kesehatan, bayi berusia 0 hingga 28 hari termasuk dalam kelompok neonatus, yang membutuhkan perhatian khusus karena masih berada dalam masa adaptasi setelah kelahiran.
Kondisi Kesehatan Bayi Jadi Prioritas
Sejak tiba di Puskesmas Kanjilo, keselamatan dan kondisi kesehatan bayi menjadi prioritas tenaga kesehatan.
Pemeriksaan awal dilakukan untuk menilai kondisi umum bayi sekaligus memastikan tidak terdapat masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.
Selama berada di Puskesmas Kanjilo, bayi juga mendapatkan pemantauan serta pemenuhan kebutuhan dasar sesuai kondisi klinisnya.
Pada bayi baru lahir, pengawasan menjadi penting karena kemampuan tubuh dalam mempertahankan suhu, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta beradaptasi dengan lingkungan masih membutuhkan perhatian lebih ketat.
Tenaga kesehatan juga memastikan kondisi bayi tetap terpantau sebelum proses serah terima kepada instansi sosial dilakukan.
Koordinasi dengan Dinsos Sulsel menjadi bagian dari kelanjutan perlindungan bayi setelah pelayanan kesehatan awal selesai diberikan.
Penyidikan Masih Dilakukan
Serah terima kepada Dinsos Sulsel dilakukan agar aspek perlindungan dan pelayanan sosial bayi dapat dilanjutkan oleh instansi yang memiliki kewenangan.
Sementara itu, aspek kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama selama proses transisi.
Puskesmas Kanjilo memastikan proses peralihan penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan kesehatan dan keselamatan bayi.
Dengan demikian, penanganan tidak berhenti setelah bayi keluar dari fasilitas kesehatan.
Pemantauan kesehatan dan perlindungan sosial perlu berjalan secara berkesinambungan, terutama karena bayi ditemukan tanpa pendamping orang tua.
Di sisi lain, Polsek Barombong masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul bayi tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Barombong IPDA H. Budi mengatakan polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan bersama bayi untuk kepentingan penyelidikan.
“Kardus dan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut telah diamankan di Mapolsek Barombong sebagai barang bukti,” ujar IPDA H. Budi.
Barang bukti tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menelusuri pihak yang membawa dan meninggalkan bayi di lokasi penemuan.
Proses penyelidikan kepolisian berjalan terpisah dari pelayanan kesehatan serta perlindungan sosial terhadap bayi.
Identitas Orang Tua Ditelusuri
Hingga Senin (7/9/2026), belum terdapat informasi terverifikasi bahwa identitas orang tua bayi telah diketahui.
Polisi juga belum mengumumkan adanya pihak yang diamankan terkait kasus tersebut.
Karena itu, latar belakang maupun motif bayi ditinggalkan di lokasi masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Berbagai dugaan terkait alasan bayi ditinggalkan belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum didukung hasil pemeriksaan dan alat bukti yang memadai.
Polisi masih mendalami keterangan para saksi serta menelusuri pihak yang diduga mengetahui proses kelahiran maupun keberadaan bayi sebelum ditemukan warga.
Selanjutnya Ditangani Dinsos Sulsel
Penyerahan bayi kepada Dinsos Provinsi Sulawesi Selatan menjadi tahap lanjutan setelah pelayanan medis awal dilakukan di Puskesmas Kanjilo.
Penanganan selanjutnya akan berfokus pada perlindungan, pengasuhan sementara, serta pelayanan sosial sesuai kewenangan instansi terkait.
Koordinasi antara tenaga kesehatan, Dinas Sosial dan kepolisian menjadi penting karena penanganan kasus ini berjalan pada dua jalur secara bersamaan.
Pertama, memastikan kondisi kesehatan, keselamatan dan kebutuhan dasar bayi tetap terpenuhi.
Kedua, mengungkap identitas orang tua serta kronologi yang menyebabkan bayi ditemukan tanpa pendamping di pinggir jalan.
Sementara perlindungan terhadap bayi terus berjalan, Polsek Barombong masih melanjutkan penyelidikan.
Hal ini untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa sebelum bayi tersebut ditemukan warga.
















