- Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Dekai, Yahukimo, Selasa (1/9/2026).
- Empat orang yang disebut aparat sebagai anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi tewas.
- Polisi mengamankan enam orang untuk pemeriksaan serta menyita satu senjata api rakitan dan 11 butir amunisi.
- Satgas mengaitkan operasi tersebut dengan penyidikan sejumlah kasus kekerasan di Yahukimo sejak 2023.
JAMLIMA.COM, YAHUKIMO – Operasi penangkapan terhadap kelompok bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berujung baku tembak.
Empat orang yang disebut aparat sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas dalam peristiwa tersebut.
Kontak tembak terjadi di kawasan Kantor KPU Lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (1/9/2026).
Operasi melibatkan personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo.
Kelompok yang menjadi sasaran operasi diduga berasal dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi.
Satgas menyebut kelompok tersebut berada di bawah pimpinan Wadanyon Habis Nare.
Informasi Konsolidasi Awali Operasi
Operasi bermula setelah kepolisian memperoleh informasi dari proses penyidikan.
Informasi tersebut menyebut sejumlah anggota Batalyon Eden Sawi akan berkumpul untuk melakukan konsolidasi.
Mereka diduga menggunakan sebuah rumah persinggahan di sekitar kawasan Kantor KPU Lama.
Personel gabungan kemudian bergerak menuju lokasi.
Sekitar pukul 16.35 WIT, tim tiba di kawasan tersebut.
Namun, saat memasuki area, aparat mengaku mendapat tembakan dari kelompok bersenjata.
Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan tembakan dari kelompok tersebut tetap berlangsung.
“Personel sudah memberikan tembakan peringatan, namun penembakan masih berlangsung,” kata Yusuf, Rabu (2/9/2026).
Baku Tembak Pecah di Dekai
Menurut keterangan Satgas, sejumlah orang kemudian bergerak menuju hutan di belakang lokasi.
Mereka disebut membawa senjata api sambil menembak ke arah personel.
Situasi tersebut membuat aparat melakukan tindakan balasan.
Baku tembak kemudian terjadi antara kedua pihak.
Setelah situasi dinilai relatif aman, petugas memeriksa lokasi.
Aparat menemukan empat orang dalam kondisi meninggal dunia.
Keempat jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk pemeriksaan dan proses identifikasi.
Tiga dari Empat Jenazah Teridentifikasi
Hasil identifikasi awal telah mengungkap identitas tiga dari empat orang yang meninggal.
Ketiganya masing-masing berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M.
Sementara itu, identitas satu jenazah lainnya masih dalam proses pendalaman.
Satgas juga melakukan pencocokan data wajah atau face registration untuk memperkuat proses identifikasi.
Enam Orang Diamankan
Selain empat korban meninggal, aparat menemukan enam orang lain di lokasi kejadian.
Polisi kemudian membawa keenamnya ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan.
Mereka masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.
Namun, kepolisian belum menyimpulkan status maupun keterlibatan keenam orang tersebut.
Penyidik masih mendalami identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan hubungan mereka dengan kelompok bersenjata.
Karena itu, status mereka masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Senjata Rakitan dan Amunisi Disita
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kontak tembak.
Barang bukti tersebut terdiri atas satu pucuk senjata api rakitan laras panjang.
Aparat juga menemukan 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Selain itu, petugas menyita tiga unit telepon seluler.
Barang bukti tersebut selanjutnya menjadi bagian dari penyidikan dan pengembangan kasus.
Dalami Kasus Kekerasan
Satgas Damai Cartenz menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap sejumlah tindak pidana di Yahukimo.
Salah satu penyidikan berkaitan dengan DPO Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim.
DPO tersebut terkait kasus pembunuhan Yonathan Arruan dan Asri Obet.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Statistik, Distrik Dekai, pada 30 April 2023.
Selain itu, Satgas mendalami kaitan dengan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk.
Kasus tersebut terjadi pada 21 hingga 22 Maret 2025.
Penanganannya tercatat dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim.
Namun, penyidik masih melakukan pendalaman untuk menentukan keterlibatan masing-masing pihak dalam rangkaian kasus tersebut.
Pengamanan Yahukimo
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum.
Satgas juga meningkatkan pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan lanjutan.
“Kami tetap mengedepankan tindakan yang terukur serta sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Faizal.
Satgas meminta masyarakat Yahukimo tetap tenang.
Warga juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Aparat menyatakan pendalaman terhadap insiden dan jaringan kelompok bersenjata di Yahukimo masih berlanjut.
















