Scroll untuk baca artikel
Nasional

Ustazah Hajar Viral di TikTok Ternyata AI, Kemenag dan MUI Ingatkan Publik Jangan Berguru pada Mesin

×

Ustazah Hajar Viral di TikTok Ternyata AI, Kemenag dan MUI Ingatkan Publik Jangan Berguru pada Mesin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ustazah Hajar viral di TikTok yang disebut sebagai karakter AI
USTAZAH HAJAR VIRAL — Sosok penceramah perempuan yang viral di TikTok menjadi sorotan setelah diketahui dibuat menggunakan teknologi AI. (foto/ilustrasi)

  • Ustazah Hajar viral di TikTok setelah publik mengetahui sosok tersebut merupakan karakter buatan AI.
  • Kemenag mengingatkan AI hanya boleh menjadi alat bantu, bukan pengganti guru atau mubaligh.
  • MUI menegaskan umat tidak bisa berguru kepada AI tanpa rujukan, sanad, dan penanggung jawab yang jelas.
  • Fenomena ini membuka perdebatan tentang transparansi, akuntabilitas, dan etika dakwah digital.

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Sosok Ustazah Hajar mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial setelah publik mengetahui bahwa figur penceramah perempuan yang viral di TikTok itu bukan manusia asli, melainkan karakter yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Fenomena ini menarik perhatian karena Ustazah Hajar tampil sangat realistis. Dalam sejumlah video yang beredar, sosok tersebut terlihat seperti penceramah perempuan berhijab yang berbicara di depan mikrofon. Gaya penyampaian, tampilan visual, hingga suara yang rapi membuat sebagian pengguna media sosial awalnya mengira figur itu merupakan ustazah sungguhan.

Akun TikTok @nia.hajar_s ikut menjadi sorotan setelah video-video dakwahnya viral. Berdasarkan pantauan media pada akhir Juni 2026, akun tersebut tercatat memiliki sekitar 1 juta pengikut dan 12,1 juta tanda suka.

Namun, fakta bahwa sosok tersebut merupakan hasil AI kemudian memunculkan pertanyaan besar. Publik mulai mempertanyakan batas penggunaan teknologi dalam konten keagamaan, terutama jika materi yang disampaikan menyangkut dalil, tafsir, hukum agama, dan nasihat spiritual.


Baca juga : Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software


 

Kemenag: AI Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Mubaligh

Kementerian Agama ikut merespons kemunculan Ustazah Hajar. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menilai fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi digital sudah masuk semakin jauh ke ruang dakwah.

Menurut Thobib, AI memang dapat membantu memperluas akses informasi keagamaan. Namun, masyarakat tetap harus menempatkan teknologi tersebut secara proporsional.