Scroll untuk baca artikel
Otomotif

Membedah Bus Scania: Kelas Premium, Tenaga Buas, dan Konsekuensi Biayanya

×

Membedah Bus Scania: Kelas Premium, Tenaga Buas, dan Konsekuensi Biayanya

Sebarkan artikel ini
Kelebihan dan kekurangan bus Scania untuk perjalanan AKAP
OTOMOTIF - Bus Scania dikenal sebagai sasis premium untuk rute AKAP dan pariwisata jarak jauh. (foto/ilustrasi)

  • Bus Scania unggul pada tenaga besar, torsi tinggi, dan kestabilan untuk rute AKAP maupun wisata jarak jauh.
  • Suspensi udara, transmisi Opticruise, serta retarder membuat perjalanan lebih nyaman dan mendukung keselamatan.
  • Efisiensi bahan bakar bergantung pada kondisi rute, bobot bodi, cara mengemudi, dan perawatan, bukan hanya merek sasis.
  • Harga investasi serta biaya perbaikan komponen premium perlu dihitung matang sebelum operator memilih Scania.

JAMLIMA.COM, OTOMOTIF — Bus Scania dikenal sebagai salah satu pilihan sasis premium di Indonesia, terutama untuk layanan AKAP dan pariwisata.

Tenaga besar, kenyamanan, serta perangkat keselamatan menjadi daya tarik utamanya.

Namun, Scania tidak selalu menjadi pilihan paling tepat untuk seluruh operator.

Harga investasi, kebutuhan perawatan, dan risiko biaya perbaikan harus masuk perhitungan sebelum membeli.

Mesin bertenaga untuk rute jauh

Scania banyak dipilih untuk rute jarak jauh dan medan berat karena karakter mesinnya bertorsi besar pada putaran rendah.

Kondisi ini membantu bus tetap bertenaga saat membawa penumpang penuh atau melewati tanjakan.

United Tractors dalam publikasi Februari 2026 menyebut Scania K450CB-6×2 memakai mesin DC13 berkapasitas 13.000 cc.

Mesin tersebut disebut menghasilkan tenaga hingga 450 hp dan torsi 2.350 Nm pada putaran 1.000–1.300 rpm.

Torsi besar di putaran rendah membuat bus tidak perlu bekerja pada rpm tinggi untuk memperoleh tenaga.

Selain itu, karakter ini mendukung perjalanan lebih stabil di jalan tol dan tanjakan.

Sasis K450CB memakai konfigurasi tiga gandar 6×2*4. Gandar belakangnya dapat ikut membelok.

Sehingga membantu pengemudi ketika membawa bus panjang bermanuver.

Dengan gross vehicle weight atau GVW hingga 26,5 ton, sasis ini dapat digunakan untuk bodi premium seperti Super High Deck hingga double decker.

Kenyamanan menjadi kekuatan Scania

Kenyamanan merupakan alasan lain mengapa Scania banyak dipakai di kelas premium.

Sasis ini mengandalkan suspensi udara pada setiap gandar dan transmisi Opticruise.

Sistem tersebut membantu perpindahan gigi terasa lebih halus.

Penumpang juga dapat merasakan getaran dan hentakan yang lebih minim, terutama saat bus menempuh perjalanan jauh.

Bagi pengemudi, transmisi Opticruise mengurangi beban saat harus sering berpindah gigi.

Pengemudi pun dapat lebih fokus pada kondisi jalan.

Meski demikian, kenyamanan akhir tidak hanya ditentukan oleh sasis.

Kualitas bodi karoseri, setelan suspensi, jenis ban, distribusi beban, hingga cara mengemudi tetap sangat menentukan.

Fitur keselamatan untuk perjalanan antarkota

Pada varian yang dipasarkan di Indonesia, Scania dilengkapi perangkat seperti Electronic Braking System atau EBS.

Terdapat juga Anti-lock Braking System atau ABS, retarder, serta hill-hold.

Retarder menjadi fitur penting ketika bus melewati turunan panjang.

Sistem ini membantu menahan laju kendaraan sehingga rem utama tidak bekerja terus-menerus dan risiko panas berlebih dapat ditekan.

Hill-hold juga membantu menjaga bus tidak mundur ketika berhenti di tanjakan.

Sementara itu, EBS dan ABS membantu pengereman lebih terkontrol.

Namun, fitur keselamatan bukan pengganti kemampuan pengemudi.

Operator tetap perlu memastikan sopir mendapat pelatihan khusus, terutama untuk pemakaian retarder, transmisi otomatis, dan teknik berkendara di jalan menurun.

Efisiensi BBM bergantung kondisi operasi

Scania mengklaim generasi powertrain Super untuk bus dan coach dapat menghemat bahan bakar hingga 8 persen.

Hal ini khusus pada mesin 13 liter dan hingga 10 persen pada mesin 11 liter.

Klaim ini berlaku pada konfigurasi dan kondisi pengujian tertentu.

Niklas Berglund, ahli pengembangan sasis bus Scania, menjelaskan bahwa penghematan bahan bakar tidak hanya berasal dari mesin.

“Kami menyempurnakan mesin, sistem pengolahan emisi, gearbox, gardan belakang, dan sistem kontrol terintegrasi. Keuntungannya bukan hanya dari mesin, tetapi dari gabungan seluruh komponen, perangkat lunak pintar, dan kalibrasi yang tepat,” kata Berglund dalam penjelasan Scania pada 22 Januari 2026.

Artinya, efisiensi bahan bakar dipengaruhi oleh satu kesatuan sistem.

Karena itu, konsumsi solar tiap bus bisa berbeda meski memakai merek dan tipe sasis yang sama.

Bobot bodi, jumlah penumpang, kondisi jalan, kemacetan, tekanan ban, gaya mengemudi, serta kualitas perawatan akan memengaruhi hasil akhirnya.

Sistem emisi perlu dirawat disiplin

Scania K450CB disebut menggunakan standar emisi Euro 5 dengan teknologi Selective Catalytic Reduction atau SCR.

Teknologi ini membutuhkan cairan AdBlue untuk membantu menekan emisi nitrogen oksida dari gas buang.

Keunggulannya, emisi kendaraan dapat lebih terkendali. Sistem ini juga memungkinkan mesin diatur untuk bekerja lebih efisien.

Sebaliknya, operator perlu memastikan AdBlue tersedia dan sesuai spesifikasi.

Pemeriksaan sensor, sistem after-treatment, serta komponen pendukung juga tidak boleh diabaikan.

Jika sistem emisi bermasalah, performa bus dapat terganggu.

Karena itu, Scania lebih sesuai bagi operator yang sudah memiliki jadwal perawatan preventif yang disiplin.

Nicklas Sandberg, Product Manager Scania People Transport, menyebut teknologi powertrain terbaru Scania juga dirancang untuk memperpanjang masa pakai mesin.

“Powertrain baru meningkatkan usia pakai mesin hingga 25 persen dibanding platform sebelumnya, dari sekitar 1,6 juta kilometer menjadi 2 juta kilometer,” ujar Sandberg.

Angka tersebut merupakan klaim pabrikan dan tetap bergantung pada pola operasi serta kualitas perawatan unit.

Kekurangan Scania: investasi dan biaya perbaikan

Kelemahan utama Scania terletak pada biaya investasi dan perbaikan komponen besar.

Sebagai sasis premium, Scania memakai teknologi mesin, transmisi, elektronik, dan sistem emisi yang lebih kompleks.

Kompleksitas ini memberi keunggulan dalam performa.

Namun, operator membutuhkan teknisi terlatih, suku cadang asli, serta anggaran pemeliharaan yang memadai.

Laporan detikOto pada 2021 mengulas perbaikan bus Scania K360iB milik operator yang mengalami kerusakan komponen transmisi setelah kecelakaan.

Konsultan Bus and Coach Laksana, Lang Widya Praba Wasista, menyebut biaya penggantian satu unit bak persneling yang ia dengar dari pemilik bus mencapai Rp400 juta.

“Kalau ganti bak persneling satu gelondong itu Rp400 juta, fantastis sekali,” kata Lang Widya.

Keterangan tersebut tidak dapat dijadikan patokan harga seluruh komponen Scania saat ini.

Namun, kasus itu menunjukkan biaya perbaikan komponen besar pada bus premium dapat sangat tinggi.

Periksa spesifikasi unit sebelum membeli

Calon pembeli perlu meminta spesifikasi tertulis sebelum membeli.

Sebab, laman produk UT untuk K450CB-6×2*4 masih menampilkan data yang berbeda.

Judul dan uraian pemasaran menyebut tenaga 450 hp.

Namun, bagian spesifikasi pada halaman yang sama masih memuat angka 410 hp dan torsi 2.000 Nm.

Perbedaan itu dapat berkaitan dengan pembaruan model atau materi lama.

Karena itu, operator sebaiknya meminta brosur unit terbaru, nomor spesifikasi, tahun produksi, cakupan garansi, hingga ketersediaan suku cadang secara tertulis.

Telisik umum

Scania layak menjadi pilihan untuk operator yang melayani rute jauh, medan berat, perjalanan antarkota, dan pasar penumpang premium.

Tenaga besar, kenyamanan, fitur keselamatan, serta potensi efisiensi menjadi nilai kuatnya.

Namun, Scania membutuhkan modal awal dan sistem perawatan yang matang.

Untuk rute pendek, jalan sempit, atau utilisasi armada rendah, operator perlu menghitung total biaya kepemilikan secara detail sebelum mengambil keputusan.