Scroll untuk baca artikel
Otomotif

Asuransi Mobil Listrik di Indonesia, Apa Saja yang Wajib Dicek Sebelum Beli Polis?

×

Asuransi Mobil Listrik di Indonesia, Apa Saja yang Wajib Dicek Sebelum Beli Polis?

Sebarkan artikel ini
Asuransi mobil listrik di Indonesia dengan perlindungan baterai, charger, banjir, dan bengkel resmi
ASURANSI MOBIL LISTRIK DI INDONESIA — Pemilik kendaraan listrik perlu mengecek perlindungan baterai, banjir, charger, dan bengkel resmi sebelum membeli polis. (foto/ilustrasi)

Di sinilah konsumen perlu membaca klausula dengan teliti.

Beberapa produk asuransi kendaraan listrik mulai menawarkan perlindungan tambahan terkait risiko kelistrikan.

Selain itu, risiko saat pengisian daya, pembersihan puing baterai, hingga tanggung jawab hukum.

Salah satu laporan industri menyebut produk EV dari Great Eastern memiliki cakupan tambahan terkait risiko kelistrikan.

Termasuk kecelakaan diri akibat listrik, risiko saat pengisian daya, pembersihan puing baterai, dan tanggung jawab hukum.

Namun, cakupan seperti ini tidak otomatis ada di semua polis.

Pemilik kendaraan perlu mengecek apakah charger dan kabel termasuk perlengkapan standar atau perlengkapan tambahan.

PSAKBI mengecualikan perlengkapan tambahan yang tidak tersebut dalam polis.

Dengan kata lain, bila charger tambahan tidak tercatat, klaim bisa berisiko tertolak.

Baca juga: Tips Merawat Baterai Mobil Listrik

Bengkel Resmi Menjadi Faktor Penting

Mobil listrik membutuhkan teknisi yang memahami sistem tegangan tinggi. Tidak semua bengkel umum siap menangani baterai, motor listrik, inverter, dan sistem komputer kendaraan.

Karena itu, polis yang menyediakan bengkel authorized atau bengkel khusus lebih aman untuk EV.

OJK juga mengakui fitur layanan tambahan dalam asuransi kendaraan, termasuk emergency road assistance, mobil pengganti, penggunaan bengkel authorized, dan penggunaan bengkel khusus yang lebih mahal.

Fitur seperti ini dapat dikenakan premi tambahan secara wajar sesuai layanan yang diperjanjikan.

Bagi pemilik mobil listrik, tambahan premi untuk bengkel resmi sering lebih masuk akal daripada memilih premi murah tetapi sulit klaim saat kendaraan rusak berat.