Scroll untuk baca artikel
Otomotif

Baret Visor Helm Jangan Asal Diamplas, Panduan Produsen Ternyata Berbeda

×

Baret Visor Helm Jangan Asal Diamplas, Panduan Produsen Ternyata Berbeda

Sebarkan artikel ini
Pengendara memeriksa baret pada visor helm sebelum melakukan perawatan atau pemolesan.
BARET VISOR HELM — Pengendara memeriksa goresan pada visor helm. Amplas dan compound dapat menyamarkan baret, tetapi berisiko mengikis lapisan pelindung visor. Produsen helm menyarankan penggantian jika goresan mulai mengganggu pandangan. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Amplas dan compound dapat menyamarkan baret, tetapi bekerja dengan mengikis permukaan visor.
  • Visor modern bisa memiliki hard coating yang berisiko rusak akibat proses abrasif.
  • Produsen helm menyarankan visor diganti jika goresan mulai mengganggu pandangan.

JAMLIMA.COM, OTOMOTIF — Baret pada mika atau visor helm kerap dianggap bisa diatasi dengan amplas halus dan compound.

Cara tersebut sudah lama beredar di internet dan masih mudah ditemukan hingga sekarang.

Namun, ketika metode populer itu dibandingkan dengan petunjuk sejumlah produsen helm, terdapat perbedaan penting.

Produsen seperti SHOEI dan AGV lebih menyarankan penggantian ketika visor sudah tergores dan mengganggu pandangan.

Sementara HJC menekankan perawatan visor tanpa bahan abrasif maupun cairan kimia keras.

Cara Lama Populer

Metode menghilangkan baret dengan amplas dan compound bukan hal baru.

Suzuki Indonesia, misalnya, pernah memuat metode tersebut pada 20 Juli 2019.

Visor terlebih dahulu dicuci menggunakan air sabun.

Permukaan yang masih basah kemudian diamplas perlahan menggunakan amplas halus sekitar grit 1.500 hingga 2.200.

Setelah permukaan tampak kusam, visor dikeringkan lalu dipoles menggunakan white compound.

Namun, artikel tersebut juga menyarankan pengguna mencoba metode itu lebih dahulu pada bagian dekat engsel.

Jika goresan terlalu banyak atau terlalu dalam, penggantian visor tetap menjadi pilihan.

Artinya, amplas dan compound bukan metode tanpa konsekuensi.

Keduanya bekerja secara abrasif pada permukaan visor.

Baret Tidak Hilang

Compound tidak benar-benar mengisi atau menghapus goresan.

Bahan abrasif yang sangat halus bekerja dengan meratakan permukaan di sekitar baret.

Perbedaan kedalaman antara bagian yang tergores dan permukaan sekitarnya menjadi lebih kecil.

Akibatnya, baret terlihat lebih samar.

Pada polycarbonate, proses tersebut berarti sebagian kecil permukaan ikut terkikis.

Semakin dalam sebuah goresan, semakin banyak permukaan yang harus diratakan jika ingin menyamarkannya.

Di sinilah masalah menjadi lebih kompleks.

Visor bukan sekadar lembar plastik bening.

Kualitas optik dan lapisan permukaannya ikut menentukan kejernihan pandangan pengendara.

Ada Lapisan Pelindung

Sejumlah visor modern menggunakan polycarbonate dengan lapisan pelindung pada permukaannya.

SHOEI, misalnya, menggunakan hard coating pada sejumlah visor untuk meningkatkan ketahanan terhadap goresan.

Lapisan tersebut juga dirancang untuk mempertahankan kejernihan pandangan dengan distorsi minimal.

Konsekuensinya, metode yang dapat digunakan pada lembar polycarbonate biasa belum tentu aman untuk semua visor helm.

Tindakan abrasif berpotensi ikut mengikis lapisan permukaan tersebut.

Hal yang sama perlu diperhatikan pada visor dengan anti-fog coating, warna, efek mirror atau iridium.

Karena itu, jenis material dan lapisan visor perlu diketahui sebelum melakukan pemolesan.

Pabrikan Lebih Ketat

Panduan produsen helm cenderung mengambil pendekatan lebih konservatif.

SHOEI menyebut goresan pada visor dapat mengganggu pandangan, terutama ketika terkena hujan atau pantulan cahaya.

Produsen asal Jepang tersebut menyarankan penggantian jika visor sudah tergores dan mengganggu visibilitas.

AGV memberikan arahan serupa.

Produsen asal Italia itu meminta visor diganti ketika sudah tergores, rusak, atau tidak lagi dapat dibersihkan dengan baik.

Untuk perawatan sehari-hari, AGV merekomendasikan kain lembut, air hangat dan sabun netral bila diperlukan.

Penggunaan bensin, benzene, pembersih kaca serta pelarut kimia tidak dianjurkan.

HJC juga memperingatkan pemilik helm agar tidak sembarangan menggunakan cairan pembersih kimia.

Bahan tertentu dapat menimbulkan haze atau efek berkabut dan mengganggu kualitas optik visor.

HJC merekomendasikan air hangat dan kain lembut.

Menggosok terlalu keras juga perlu dihindari.

Debu atau kotoran yang masih menempel dapat berubah menjadi partikel abrasif dan menghasilkan goresan baru.

Masalahnya Visibilitas

Baret pada visor bukan hanya persoalan penampilan.

Goresan dapat semakin terasa ketika berkendara pada malam hari.

Technical Director NHK Johannes Cokrodiharjo pernah menjelaskan bahwa visor dengan banyak baret dapat menurunkan visibilitas.

Cahaya kendaraan dari arah berlawanan dapat terlihat menyebar atau menimbulkan efek pendar ketika melewati permukaan yang penuh goresan.

Karena itu, penggantian visor dianjurkan ketika baretnya sudah banyak.

Pandangan serupa pernah disampaikan penggiat komunitas belajar helm.

Menurutnya, amplas dan compound lebih tepat dianggap sebagai upaya meminimalkan tampilan lecet.

Proses yang tidak tepat justru berpotensi menambah kerusakan pada permukaan visor.

Baret Ringan Bagaimana?

Baret mikro berbeda dengan goresan yang sudah dalam.

Pada lembar polycarbonate tanpa lapisan khusus, goresan superfisial secara teknis dapat dikurangi menggunakan plastic polish yang memang dirancang untuk plastik bening.

Namun, hal itu tidak berarti metode tersebut aman digunakan pada semua visor helm.

Visor dapat memiliki hard coating, lapisan anti-fog, warna atau lapisan reflektif dengan karakter berbeda.

Pemolesan berpotensi ikut mengikis lapisan tersebut.

Karena itu, petunjuk perawatan dari produsen helm tetap menjadi rujukan utama.

Jangan hanya melihat apakah baret berhasil menjadi samar.

Perhatikan pula apakah proses tersebut mengubah kejernihan atau karakter permukaan visor.

Jangan Asal Amplas

Perbandingan antara metode DIY dan panduan produsen menunjukkan satu hal penting.

Amplas dan compound memang dapat membuat beberapa goresan terlihat berkurang.

Namun, visor yang terlihat kembali mengilap belum tentu memiliki kondisi permukaan yang sama seperti sebelumnya.

Pada visor dengan coating, proses abrasif justru dapat mengikis lapisan buatan pabrikan.

Untuk baret sangat ringan, langkah pertama yang paling aman adalah membersihkan visor sesuai petunjuk produsennya.

Gunakan air, sabun netral jika diperbolehkan, serta kain lembut atau microfiber yang bersih.

Jangan menggosok visor ketika permukaannya masih penuh debu.

Hindari pula langsung menggunakan amplas, compound, pasta gigi, cairan kimia keras atau pemanasan tanpa mengetahui material dan lapisan visor.

Jika baret sudah dalam, berada tepat di bidang pandang, menyebabkan distorsi, atau membuat cahaya kendaraan terlihat menyebar pada malam hari, penggantian visor menjadi pilihan yang sejalan dengan panduan produsen.

Pada akhirnya, tujuan perawatan visor bukan sekadar membuat permukaannya kembali mengilap.

Hal yang lebih penting adalah mempertahankan pandangan pengendara tetap jernih dan aman selama berada di jalan.