- Sekitar 18 unit Maung mulai digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat pemerintah.
- Menteri koordinator dan sejumlah kepala lembaga menjadi kelompok pengguna awal.
- Pemerintah mendistribusikan Maung secara bertahap sehingga belum seluruh menteri menggunakannya.
- Penggunaan Maung memperluas pemanfaatan kendaraan produksi dalam negeri di lingkungan pemerintah.
JAMLIMA.COM, JAKARTA — Sekitar 18 unit Maung mulai digunakan sebagai mobil dinas menteri koordinator dan sejumlah kepala lembaga.
Penggunaan tahap awal terlihat sejak Senin (5/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi salah satu pejabat yang telah menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine.
Airlangga tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menggunakan Maung putih berpelat RI 24.
“Baru sebagian, kepala lembaga dan Menko dulu, ada 18 kalau tidak salah,” kata Airlangga.
Pernyataan itu menunjukkan angka 18 merupakan jumlah yang disebut Airlangga untuk tahap awal. Sementara itu, pemerintah masih mendistribusikan kendaraan secara bertahap.
Distribusi Maung Masih Bertahap
Airlangga mengatakan pemerintah telah melakukan pengadaan Maung pada 2026. Namun, pengiriman belum menjangkau seluruh pejabat yang akan menggunakannya.
“Pengadaannya kan sudah dilakukan tahun ini, jadi pengirimannya aja masih terbatas,” ujarnya.
Ia juga memastikan anggaran pengadaan telah tersedia.
“Anggaran sudah beres,” kata Airlangga.
Dengan demikian, penggunaan sekitar 18 unit tersebut menjadi fase awal. Belum semua anggota Kabinet Merah Putih menerima Maung sebagai kendaraan dinas.
Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, misalnya, mengatakan belum menerima kendaraan tersebut pada Senin. Ia memastikan akan menggunakan Maung setelah unit tersedia.
Sebaliknya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia telah menerima dan menjajal kendaraan itu.
Bahlil, Cak Imin hingga AHY Mulai Gunakan Maung
Bahlil menilai Maung nyaman untuk mendukung kegiatan kedinasan.
“Bagus, cinta NKRI. Nyaman,” kata Bahlil.
Ia juga menilai kendaraan tersebut mampu bersaing di kelas premium.
“Sangat kompetitif. Kita harus cinta produk dalam negeri,” ujarnya.
Selain Bahlil, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mulai menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine berpelat RI 27.
“Bangga buatan Indonesia!” kata Muhaimin.
Menurut dia, penggunaan kendaraan nasional oleh pejabat dapat memperluas ruang bagi produk dalam negeri.
“Kita ingin masyarakat bangga pada produk dalam negeri,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono juga menggunakan Maung.
AHY pertama kali memakainya saat menghadiri HUT ke-81 TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.
“Memang benar ada kendaraan operasional produksi Pindad, Maung Garuda,” kata AHY, Selasa (6/10/2026).
Menurut AHY, penggunaan kendaraan tersebut dapat membantu mempromosikan sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.
Dari Mobil Presiden ke Kendaraan Dinas Pejabat
Penggunaan Maung oleh jajaran kabinet bukan kebijakan yang muncul tiba-tiba.
Presiden Prabowo Subianto telah menggunakan MV3 Garuda Limousine sejak pelantikannya sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.
PT Pindad mengembangkan kendaraan tersebut dari platform MV3 dengan mengutamakan perlindungan dan kenyamanan.
Kemudian, dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahan, Prabowo meminta jajarannya menggunakan Maung.
“Sebentar lagi Saudara-saudara semua harus pakai Maung,” kata Prabowo.
Arahan itu memperkuat dorongan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan kendaraan produksi nasional.
Rencana tersebut sebenarnya telah bergulir sejak awal pemerintahan Prabowo. Pada November 2024, Pindad menyatakan tengah mempersiapkan MV3 Garuda untuk kendaraan dinas menteri dan jajarannya.
Pindad menangani proses desain, pengembangan, manufaktur, perakitan, pengujian hingga evaluasi. Untuk komponen yang belum tersedia di Indonesia, perusahaan masih bekerja sama dengan mitra global.
Spesifikasi Maung MV3 Garuda Limousine
MV3 Garuda Limousine dikembangkan dari keluarga kendaraan Maung generasi ketiga.
Untuk versi kepresidenan, Pindad mencatat panjang kendaraan sekitar 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter.
Bobotnya mencapai sekitar 2,95 ton.
Mesinnya menghasilkan tenaga 202 PS atau sekitar 199 HP yang disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan.
Pindad membatasi kecepatan maksimum varian kepresidenan pada 100 kilometer per jam.
Selain itu, versi kepresidenan menggunakan composite armor dan kaca antipeluru level B5/B6.
Pindad juga memasang run-flat tyre agar kendaraan tetap dapat bergerak ketika ban kehilangan tekanan.
Namun, spesifikasi tersebut berlaku untuk MV3 Garuda Limousine versi kepresidenan.
Belum ada dasar untuk menyimpulkan seluruh Maung yang dialokasikan kepada menteri memakai konfigurasi perlindungan yang identik.
700 Maung Sebelumnya Diserahkan kepada TNI-Polri
Sebelum masuk ke lingkungan pejabat sipil, keluarga Maung telah digunakan dalam jumlah besar untuk pertahanan dan keamanan.
Pada 1 Maret 2025, Kementerian Pertahanan menyerahkan 700 unit Maung MV3 kepada TNI dan Polri.
TNI AD menerima 400 unit. TNI AL dan TNI AU masing-masing memperoleh 100 unit.
Sementara itu, Mabes TNI mendapat 50 unit dan Brimob Polri menerima 50 unit.
Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kontrak Kementerian Pertahanan yang berjalan sejak 2022.
Kini, penggunaan Maung memasuki fase baru.
Kendaraan produksi Pindad mulai bergerak dari lingkungan pertahanan menuju aktivitas harian pejabat sipil.
Produk Dalam Negeri Masuk Garasi Pejabat
Meski demikian, angka sekitar 18 unit belum berarti seluruh anggota kabinet telah menerima kendaraan baru.
Airlangga menegaskan pengiriman masih terbatas. Karena itu, menko dan sejumlah kepala lembaga menjadi kelompok awal sebelum distribusi diperluas.
Penggunaan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi strategi pemerintah mendorong produk otomotif nasional.
Maung kini tidak hanya tampil dalam seremoni kenegaraan atau operasi pertahanan. Kendaraan itu mulai menjalankan fungsi sehari-hari sebagai mobil dinas pejabat.
Bagi Pindad, fase ini juga menjadi pengujian langsung di ruang publik.
Kualitas, kenyamanan, keandalan, layanan purnajual, serta konsistensi pasokan akan menjadi parameter penting jika pemerintah memperluas penggunaannya.
Untuk saat ini, sekitar 18 unit yang disebut Airlangga menandai tahap awal.
Dari garasi para menko dan kepala lembaga, Maung mulai mengambil tempat sebagai kendaraan dinas buatan Indonesia.
Baca juga: Pabrik Bus Listrik Diresmikan, Prabowo: Potensi Hemat Rp80 Triliun per Tahun





































