- Audi A6 Sportback e-tron performance menempuh 1.338 km hanya dengan satu kali pengisian baterai.
- Jarak itu 561 km atau sekitar 72 persen lebih jauh dari jangkauan WLTP hingga 777 km.
- Rekor dicetak Miko Marczyk di jalan umum Polandia dengan konsumsi hanya 7,09 kWh/100 km.
- Hasil tersebut masuk Guinness World Records untuk mobil listrik produksi.
JAMLIMA.COM, JAKARTA — Audi A6 Sportback e-tron performance mencatat pencapaian baru dalam efisiensi mobil listrik. Sedan listrik itu mampu menempuh 1.338 kilometer hanya dengan satu kali pengisian baterai.
Jarak tersebut melampaui jangkauan resmi WLTP hingga 777 kilometer. Artinya, mobil menempuh tambahan 561 kilometer atau sekitar 72 persen lebih jauh dibanding angka pengujian standar tersebut.
Pencapaian itu dibukukan pembalap reli Polandia sekaligus juara European Rally Championship 2025, Miko Marczyk. Audi mengumumkan keberhasilan tersebut pada Kamis, (24/9/2026).
Marczyk membawa Audi A6 Sportback e-tron performance melintasi Polandia selama lebih dari 45 jam tanpa mengisi ulang baterai. Hasil tersebut kemudian tercatat dalam Guinness World Records untuk jarak terjauh yang ditempuh mobil listrik produksi dengan satu kali pengisian daya.
Melaju 1.338 Km
Perjalanan dimulai pada 11 September 2026 pukul 01.55 waktu setempat.
Marczyk mengikuti jalur Sungai Vistula dengan melewati Krakow, Sandomierz, Warsawa, Toruń, dan Grudziądz. Ia kemudian mencapai Hel di pesisir Laut Baltik sebelum berbalik melalui rute yang sebagian besar sama.
Mobil akhirnya berhenti setelah menempuh 1.338 kilometer dan berada di jalan selama lebih dari 45 jam.
Uji tersebut juga bukan berlangsung di lintasan tertutup.
Audi menyebut mobil dikendarai di jalan umum dengan lalu lintas normal. Beberapa bagian perjalanan bahkan berlangsung ketika jam sibuk.
Suhu rata-rata selama perjalanan sekitar 15 derajat Celsius. Pada satu bagian perjalanan di Grudziądz, suhu turun hingga sekitar 7 derajat Celsius.
Konsumsi Sangat Rendah
Kunci utama pencapaian tersebut terletak pada efisiensi energi.
Audi mencatat konsumsi rata-rata mobil hanya 7,09 kWh per 100 kilometer. Angka ini jauh di bawah konsumsi kombinasi resmi A6 Sportback e-tron performance yang berada pada kisaran 13,6 hingga 15,8 kWh/100 km.
Marczyk mengatakan kemampuan mobil bahkan melampaui perkiraannya.
“Bahkan bagi saya, hasil 1.338 kilometer merupakan kejutan yang menyenangkan,” kata Marczyk, seperti dikutip Audi.
Ia menggunakan beberapa teknik untuk menghemat energi. Di antaranya membaca kondisi jalan lebih awal, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak, menjaga tekanan ban, serta memaksimalkan sistem pengereman regeneratif.
Teknik tersebut membuat energi yang biasanya terbuang saat mobil melambat dapat dikembalikan ke baterai.
Baterai 94,9 kWh
Audi A6 Sportback e-tron performance menggunakan baterai berkapasitas 100 kWh bruto atau 94,9 kWh neto.
Mobil dibangun menggunakan Premium Platform Electric (PPE) dengan arsitektur kelistrikan 800 volt.
Motor listriknya menghasilkan tenaga hingga 367 hp, sementara akselerasi dari 0–100 km/jam dapat dicapai dalam 5,4 detik.
Sistem regeneratifnya mampu menghasilkan daya hingga 220 kW. Audi menyebut sekitar 95 persen proses pengereman dalam penggunaan sehari-hari dapat ditangani melalui sistem recuperation.
Faktor lain datang dari aerodinamika.
A6 Sportback e-tron memiliki koefisien hambatan udara hanya Cd 0,21. Audi menyebut angka tersebut menjadikannya salah satu mobil paling aerodinamis yang pernah diproduksi perusahaan.
Hambatan udara menjadi faktor penting pada kendaraan listrik. Audi memperkirakan sekitar 40 persen konsumsi energi Sportback dalam siklus WLTP berkaitan dengan hambatan aerodinamika.
Lampaui WLTP 561 Km
Secara resmi, Audi mencantumkan jangkauan A6 Sportback e-tron performance hingga 777 kilometer berdasarkan WLTP untuk konfigurasi yang digunakan dalam catatan rekor terbaru.
Dengan hasil 1.338 kilometer, Marczyk membawa mobil tersebut sekitar 561 kilometer lebih jauh.
Jika dihitung dalam persentase, jaraknya sekitar 72 persen di atas jangkauan WLTP.
Rekor ini juga melewati catatan sebelumnya sejauh 1.205 kilometer. Dengan demikian, A6 e-tron menambah jarak sekitar 133 kilometer dari rekor mobil listrik produksi sebelumnya.
Namun, angka 1.338 kilometer tidak berarti setiap pemilik Audi A6 e-tron dapat memperoleh jarak serupa dalam penggunaan sehari-hari.
Pencapaian tersebut merupakan uji efisiensi dengan teknik berkendara yang secara khusus dirancang untuk menghemat energi.
Kecepatan, suhu, kondisi jalan, penggunaan pendingin udara, elevasi, tekanan ban, serta gaya mengemudi dapat mengubah konsumsi listrik dan jangkauan mobil.
Karena itu, WLTP hingga 777 kilometer tetap menjadi acuan yang lebih relevan untuk membandingkan jangkauan resmi kendaraan.
Meski demikian, rekor 1.338 kilometer menunjukkan seberapa jauh efisiensi sebuah mobil listrik dapat ditingkatkan ketika aerodinamika, teknologi baterai, regenerasi energi, dan teknik mengemudi bekerja secara optimal.





































