Scroll untuk baca artikel
InternasionalTeknologi

CEO YouTube Tolak Ikuti Kesepakatan Perlindungan Anak Meta, Neal Mohan Tegaskan Punya Sistem Sendiri

×

CEO YouTube Tolak Ikuti Kesepakatan Perlindungan Anak Meta, Neal Mohan Tegaskan Punya Sistem Sendiri

Sebarkan artikel ini
lustrasi CEO YouTube Neal Mohan menolak mengikuti kesepakatan perlindungan anak Meta senilai sekitar US$18 miliar
**PERLINDUNGAN ANAK DIGITAL —** Ilustrasi CEO YouTube Neal Mohan yang menolak mengikuti kesepakatan perlindungan anak Meta. Mohan menegaskan YouTube memiliki sistem sendiri, termasuk kontrol orang tua dan perlindungan pengguna remaja. Meta sebelumnya mencapai penyelesaian sekitar US$18 miliar. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • CEO YouTube Neal Mohan menolak gagasan mengikuti skema keselamatan anak yang disepakati Meta dengan puluhan jaksa agung negara bagian AS.
  • Mohan mengatakan YouTube telah lama membangun sistem perlindungan bagi anak dan remaja.
  • Meta menyebut nilai keseluruhan penyelesaiannya sekitar US$18 miliar selama 10 tahun.
  • Sebagian pembayaran Meta berkaitan dengan penerapan standar serupa oleh YouTube dan TikTok.

JAMLIMA.COM, NEW YORK — CEO YouTube Neal Mohan menolak gagasan agar YouTube mengikuti skema perlindungan pengguna muda yang disepakati Meta dengan puluhan jaksa agung negara bagian Amerika Serikat.

Mohan menegaskan YouTube telah memiliki sistem sendiri untuk melindungi anak dan remaja.

“Kami telah berinvestasi untuk memastikan anak muda aman di platform kami sejak lama,” kata Mohan kepada CNN dalam acara Made on YouTube, Rabu, (23/9/2026).

Menurut Mohan, YouTube akan terus memperkuat sistem tersebut. Ia juga menilai karakter YouTube berbeda dengan Facebook dan Instagram milik Meta.

Perbedaan itu terlihat dari pola penggunaan YouTube. Pengguna kini tidak hanya menonton melalui ponsel, tetapi juga semakin banyak melalui televisi.

Meta Dorong Standar Serupa

Pernyataan Mohan muncul setelah Meta mendorong YouTube dan TikTok menerapkan standar keselamatan yang serupa.

Meta pada Agustus 2026 mencapai penyelesaian hukum terkait gugatan tentang dampak Facebook dan Instagram terhadap anak dan remaja.

Gugatan tersebut menuduh Meta menggunakan desain produk yang dapat mendorong penggunaan kompulsif di kalangan pengguna muda.

Meta tidak mengakui kesalahan dalam penyelesaian tersebut.

Namun, perusahaan menyetujui pembayaran dengan nilai keseluruhan sekitar US$18 miliar selama 10 tahun, menurut Reuters dan dokumen perusahaan.

Kantor Jaksa Agung California menyebut pembayaran kepada negara bagian dapat mencapai US$17 miliar, tergantung pemenuhan sejumlah ketentuan.

California diperkirakan menerima sekitar US$1,5 miliar hingga US$2,1 miliar apabila kesepakatan mendapat persetujuan pengadilan.

Batasi Penggunaan Remaja

Kesepakatan itu juga membawa sejumlah perubahan pada Facebook dan Instagram.

Meta antara lain harus menerapkan batas penggunaan harian secara default bagi pengguna di bawah 18 tahun.

Perusahaan juga akan membatasi penggunaan pada malam hari dan menghentikan notifikasi pada jam sekolah.

Selain itu, Meta harus memperkuat verifikasi usia dan pengawasan orang tua.

Jumlah like juga akan disembunyikan bagi sebagian pengguna di bawah 18 tahun.

Auditor independen akan mengawasi penerapan sejumlah ketentuan tersebut.

Jaksa Agung California Rob Bonta mengatakan perubahan itu bertujuan menekan risiko bagi pengguna muda.

“Meta telah setuju melakukan transformasi besar yang akan mengurangi risiko bahaya dari platformnya,” kata Bonta.

YouTube dan TikTok Disorot

Ada bagian penting lain dalam penyelesaian Meta.

Meta menyebut sekitar 70 persen pembayaran, atau sekitar US$12,7 miliar, akan dialokasikan kepada negara bagian selama 10 tahun.

Sementara sekitar 30 persen lainnya, sekitar US$5,3 miliar, berkaitan dengan sejumlah persyaratan yang melibatkan YouTube dan TikTok.

Salah satunya menyangkut penerapan pembatasan waktu harian, mode malam, dan sistem verifikasi usia.

Meta juga mengaitkan sebagian pembayaran tambahan dengan kemungkinan YouTube dan TikTok mengikuti skema serupa.

Dengan pola itu, penyelesaian Meta tidak hanya mengubah Facebook dan Instagram. Kesepakatan tersebut juga mendorong standar keselamatan yang lebih luas di industri media sosial.

Namun, Mohan belum menunjukkan keinginan membawa YouTube masuk ke skema tersebut.

YouTube Pilih Sistem Sendiri

YouTube menyatakan telah lama mengembangkan mekanisme perlindungan untuk pengguna muda.

Pada Januari 2026, perusahaan memperluas kontrol orang tua pada akun remaja.

Orang tua dapat membatasi durasi penggunaan YouTube Shorts. Batas tersebut bahkan bisa diatur menjadi nol pada akun yang diawasi.

YouTube juga menyediakan pengingat waktu istirahat dan tidur, akun terawasi, serta pengalaman berbeda berdasarkan usia pengguna.

Selain itu, perusahaan menggunakan teknologi estimasi usia berbasis machine learning untuk membantu mengenali pengguna remaja.

Sistem tersebut memungkinkan YouTube menerapkan perlindungan sesuai kelompok usia.

Mohan mengatakan perusahaan juga bekerja dengan pakar eksternal dalam menyusun kebijakan keselamatan anak.

Menurut dia, YouTube tidak harus menyalin pendekatan Meta karena karakter kedua layanan berbeda.

Tekanan Hukum Berlanjut

Meski memilih jalur sendiri, YouTube tetap menghadapi tekanan hukum terkait dampak platform digital terhadap anak dan remaja.

CNN melaporkan YouTube dan Meta dinyatakan bertanggung jawab dalam perkara terpisah di Los Angeles pada Maret 2026.

Perkara itu terkait klaim bahwa desain platform berkontribusi terhadap penggunaan adiktif dan gangguan kesehatan mental seorang pengguna muda.

Kedua perusahaan berencana mengajukan banding.

Di luar perkara tersebut, sejumlah perusahaan teknologi masih menghadapi gugatan dari individu, keluarga, dan distrik sekolah di Amerika Serikat.

Perdebatan kini bergeser.

Isunya bukan lagi sekadar apakah platform harus melindungi anak, tetapi seberapa jauh pembatasan harus diterapkan dan apakah standar yang sama perlu berlaku di seluruh platform.

Meta memilih menjalankan perubahan melalui penyelesaian hukum dan pengawasan independen.

YouTube mengambil jalur berbeda. Perusahaan tetap mengandalkan kontrol orang tua, pembatasan berdasarkan usia, dan fitur keselamatan yang dikembangkan sendiri.