Scroll untuk baca artikel
Internasional

Trump Ingin Namai Samudra Atlantik atau Pasifik Jadi Samudra Trump, Bisakah Dunia Mengakuinya?

×

Trump Ingin Namai Samudra Atlantik atau Pasifik Jadi Samudra Trump, Bisakah Dunia Mengakuinya?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Donald Trump dengan latar samudra terkait gagasan penamaan Samudra Trump.
SAMUDRA TRUMP — Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan latar samudra. Trump dilaporkan melontarkan gagasan penamaan Samudra Atlantik atau Pasifik menjadi Trump Ocean. Usulan tersebut belum menjadi keputusan internasional. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melontarkan gagasan penamaan Samudra Atlantik atau Pasifik menjadi Trump Ocean.
  • Nama Ocean of the Americas juga disebut sebagai alternatif perubahan nama samudra tersebut.
  • Usulan itu belum menjadi keputusan internasional. Amerika Serikat tidak dapat menetapkan nama samudra yang mengikat seluruh negara.
  • Trump sebelumnya mengubah penyebutan Teluk Meksiko menjadi Gulf of America untuk penggunaan resmi pemerintah federal AS pada Januari 2025.

JAMLIMA.COM, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menarik perhatian melalui gagasan perubahan nama geografis.

Kali ini, Trump dilaporkan ingin menggunakan nama Trump Ocean atau Samudra Trump untuk Samudra Atlantik maupun Pasifik.

Gagasan tersebut disebut muncul dalam pidatonya di Clarksville, Tennessee, Sabtu (10/10/2026).

Namun, perubahan nama itu belum menjadi kebijakan resmi internasional.

Pernyataan Trump juga memunculkan pertanyaan mengenai kewenangan suatu negara dalam menentukan nama samudra.

Trump Ingin Ada Samudra Bernama Dirinya

Dalam laporan mengenai pidatonya, Trump disebut menginginkan sebuah samudra yang menggunakan namanya.

Ia juga mengemukakan nama Ocean of the Americas atau Samudra Amerika sebagai alternatif.

Pernyataan itu mengingatkan publik pada kebijakan penamaan ulang Teluk Meksiko pada awal masa jabatan keduanya.

Trump sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif yang mengubah penyebutan Teluk Meksiko menjadi Gulf of America dalam penggunaan resmi pemerintah federal AS.

Namun, kebijakan tersebut tidak otomatis mengubah penggunaan nama geografis di negara lain.

Hal serupa berlaku terhadap gagasan penamaan Samudra Trump.

Bisakah Trump Mengubah Nama Samudra?

Pemerintah Amerika Serikat berwenang mengatur penggunaan nama geografis dalam administrasi federalnya.

Namun, kewenangan tersebut tidak otomatis berlaku di negara lain.

Samudra Atlantik membentang di antara Amerika, Eropa, dan Afrika.

Sementara itu, Samudra Pasifik berada di antara Asia, Australia, dan benua Amerika.

Kedua samudra tersebut berkaitan dengan kepentingan banyak negara.

Karena itu, perubahan nama oleh Amerika Serikat tidak otomatis menjadi standar internasional.

Negara lain tetap dapat menggunakan nama geografis dalam sistem pemetaan masing-masing.

Bagaimana Aturan Penamaan Samudra?

Penamaan geografis melibatkan berbagai lembaga nasional dan internasional.

Di Amerika Serikat, United States Board on Geographic Names berperan dalam standardisasi nama geografis pemerintah federal.

Sementara itu, International Hydrographic Organization (IHO) menjalankan kerja sama internasional di bidang hidrografi.

Organisasi tersebut memiliki publikasi mengenai batas dan penamaan wilayah laut.

Namun, IHO tidak dapat memaksakan penggunaan nama geografis kepada seluruh negara.

Dengan demikian, penetapan nama oleh pemerintah AS berbeda dengan penerimaan nama secara internasional.

Berbeda dengan Perubahan Nama Teluk Meksiko

Pada 20 Januari 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif berjudul Restoring Names That Honor American Greatness.

Kebijakan tersebut mengarahkan penggunaan nama Gulf of America dalam administrasi federal AS.

Perintah itu juga mengatur perubahan penyebutan Denali menjadi Mount McKinley dalam penggunaan resmi pemerintah federal.

Namun, negara lain tidak wajib mengikuti perubahan nama Teluk Meksiko.

Hal serupa berlaku apabila pemerintah AS kelak menetapkan nama baru bagi Samudra Atlantik atau Pasifik.

Perubahan dalam dokumen federal tidak sama dengan perubahan nama yang diterima secara global.

Samudra Trump Belum Menjadi Nama Resmi

Hingga Rabu (14/10/2026), belum ada dasar terverifikasi untuk menyatakan Trump Ocean telah menjadi nama resmi samudra.

Gagasan tersebut juga belum menunjukkan adanya kesepakatan internasional mengenai perubahan nama Atlantik atau Pasifik.

Karena itu, Samudra Trump masih harus diperlakukan sebagai gagasan yang dilaporkan, bukan nama geografis resmi.

Perkembangan berikutnya bergantung pada langkah administratif yang mungkin diambil pemerintah AS.

Kalaupun langkah itu dilakukan, negara lain tidak otomatis wajib mengikutinya.


Baca juga: Trump Prediksi Perang AS-Iran Berakhir Usai Pemilu Sela, tetapi Militer AS Justru Bertambah