Scroll untuk baca artikel
Internasional

Kapal Induk Liaoning China Bergerak ke Pasifik Barat, Jepang dan Taiwan Waspada

×

Kapal Induk Liaoning China Bergerak ke Pasifik Barat, Jepang dan Taiwan Waspada

Sebarkan artikel ini
Kapal induk Liaoning CV-16 milik Angkatan Laut China berlayar di laut dengan pesawat tempur di geladaknya.
KAPAL LIAONING - Kapal induk Liaoning (CV-16) milik Angkatan Laut China dalam foto dokumentasi. China mengerahkan gugus tempurnya menuju Pasifik Barat untuk latihan militer pada Rabu (14/10/2026). (Foto: ODIN – U.S. Army)

  • China mengerahkan kapal induk Liaoning bersama gugus tempurnya ke Pasifik Barat pada Rabu, (14/10/2026).
  • Angkatan Laut China menyebut pengerahan tersebut sebagai latihan rutin untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi militer.
  • Beijing menyatakan latihan mengikuti hukum internasional dan tidak menargetkan negara tertentu.
  • Aktivitas militer China mendapat perhatian Jepang dan Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan.

JAMLIMA.COM, BEIJING — China mengerahkan kapal induk Liaoning bersama gugus tempurnya menuju Samudra Pasifik bagian barat, Rabu (14/10/2026).

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA Navy) mengumumkan pengerahan tersebut sebagai bagian dari latihan militer tahunan.

Latihan itu bertujuan menguji kesiapan tempur sekaligus meningkatkan kemampuan pasukan menjalankan operasi laut.

Menurut kantor berita Xinhua, gugus tempur Liaoning bergerak menuju perairan Pasifik Barat untuk menjalankan latihan gabungan.

Pengerahan ini berlangsung ketika China meningkatkan aktivitas militernya di sejumlah wilayah pesisir.

Sementara itu, Jepang dan Taiwan terus mencermati perkembangan keamanan di kawasan tersebut.

China Tegaskan Latihan Tidak Menargetkan Negara Tertentu

Angkatan Laut China menyatakan pengerahan Liaoning merupakan bagian dari program latihan yang telah direncanakan.

Kegiatan tersebut mencakup pengujian kesiapan personel dan kemampuan gugus tempur menjalankan misi.

“Latihan ini sesuai dengan hukum dan praktik internasional yang berlaku serta tidak ditujukan kepada negara atau sasaran tertentu,” demikian pernyataan Angkatan Laut China, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Rabu (14/10/2026).

Namun, Beijing belum mengumumkan koordinat latihan secara terperinci.

Otoritas China juga belum menjelaskan jumlah kapal pengawal dan durasi operasi terbaru.

Jepang Pantau Pergerakan Kapal Induk Liaoning

Pergerakan Liaoning menuju Pasifik Barat mendapat perhatian Jepang.

Wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan operasi penting bagi Angkatan Laut China dan Pasukan Bela Diri Jepang.

Sebelumnya, kedua negara terlibat perselisihan mengenai aktivitas pengawasan militer di sekitar gugus tempur Liaoning.

Pada Juni 2026, Beijing menuding pesawat Jepang melakukan pengintaian jarak dekat yang membahayakan keselamatan operasi.

Namun, Kementerian Pertahanan Jepang membantah tuduhan tersebut.

Jepang menegaskan bahwa militernya menjalankan pengawasan secara profesional dengan mengutamakan keselamatan.

Menurut The Japan Times, peningkatan aktivitas kapal induk China di Pasifik Barat turut memperbesar perhatian Tokyo terhadap keamanan perairan sekitarnya.

Taiwan Awasi Latihan Militer China

Di sisi lain, Taiwan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas militer China.

Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo pada Senin (12/10/2026) menyampaikan bahwa militernya memantau rangkaian latihan tembak langsung China.

Latihan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah pesisir China sepanjang pekan ini.

“Namun, kami berpegang pada prinsip mengantisipasi musuh seluas mungkin. Karena itu, kami akan terus memantau aktivitas mereka, baik latihan penembakan maupun latihan militer,” kata Koo, sebagaimana dikutip Reuters.

Pernyataan tersebut merujuk pada rangkaian latihan militer China, bukan secara khusus pengerahan Liaoning pada 14 Oktober.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Sebaliknya, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan China dan menegaskan hak masyarakatnya menentukan masa depan sendiri.

Liaoning Kembali Beroperasi di Pasifik Barat

Pengerahan terbaru menandai kembalinya Liaoning ke kawasan Pasifik Barat setelah latihan sebelumnya pada pertengahan 2026.

Menurut laporan SBS News, gugus tempur Liaoning menyelesaikan latihan selama sekitar 40 hari sebelum kembali ke pangkalannya di Qingdao pada 22 Juni 2026.

Latihan sebelumnya mencakup penerbangan taktis jarak jauh, penembakan langsung, dukungan operasi, dan penyelamatan.

Kemampuan tersebut penting bagi operasi gugus tempur kapal induk.

Sebab, kapal induk membutuhkan koordinasi pesawat tempur, kapal pengawal, serta sistem pertahanan untuk menjalankan misi di laut terbuka.

Dengan demikian, pengerahan ke Pasifik Barat juga memberikan kesempatan bagi China untuk menguji kemampuan operasi jarak jauh.

Apa Dampaknya terhadap Keamanan Pasifik?

Secara geografis, Pasifik Barat merupakan kawasan strategis yang menghubungkan Asia Timur dengan jalur pelayaran internasional.

Wilayah ini juga menjadi ruang operasi angkatan laut sejumlah negara, termasuk China, Jepang, dan Amerika Serikat.

Karena itu, peningkatan aktivitas militer dapat memperbesar kemungkinan pertemuan jarak dekat antarkekuatan bersenjata.

Namun, latihan militer tidak otomatis menunjukkan persiapan serangan.

Hingga Rabu (14/10/2026), belum ada bukti terverifikasi bahwa pengerahan Liaoning merupakan persiapan serangan terhadap Taiwan.

China secara resmi menyebut kegiatan tersebut sebagai latihan rutin.

Sementara itu, Jepang dan Taiwan tetap mencermati aktivitas militer Beijing untuk mengantisipasi perubahan situasi keamanan kawasan.


Baca juga: Kapal Garibaldi Berlayar ke Indonesia, Akan Lintasi Terusan Suez dengan Kawalan Fregat Italia