Scroll untuk baca artikel
EntertainmentNasional

Kronologi Guruh Soekarnoputra Wafat: Sempat Dirawat Empat Minggu, Kritis di ICU hingga Dimakamkan Dekat Fatmawati

×

Kronologi Guruh Soekarnoputra Wafat: Sempat Dirawat Empat Minggu, Kritis di ICU hingga Dimakamkan Dekat Fatmawati

Sebarkan artikel ini
Guruh Soekarnoputra sebelum wafat dalam usia 73 tahun
GURUH SOEKARNOPUTRA WAFAT — Guruh Soekarnoputra wafat di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun setelah menjalani perawatan intensif. (Foto: Ils/Ist/Jamlima.com)

  • Kondisi kesehatan Guruh Soekarnoputra disebut menurun sekitar satu tahun sebelum wafat.
  • Ia sempat dirawat sekitar empat minggu di RS Medistra, membaik, lalu kembali memburuk hingga menjalani perawatan intensif di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.
  • Keluarga menyebut Guruh sempat mengalami tiga kali kejang dan tidak sadarkan diri. Diagnosis penyakitnya tidak diumumkan.
  • Guruh wafat Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Guruh Soekarnoputra wafat setelah kondisi kesehatannya menurun sekitar satu tahun dan menjalani perawatan di dua rumah sakit di Jakarta.

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra mengembuskan napas terakhir di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB.

Ia meninggal dalam usia 73 tahun.

Sebelum wafat, keluarga mengungkap perjalanan kesehatan Guruh.

Yakni, mulai dari rawat inap sekitar empat minggu di RS Medistra hingga kondisi kritis di Siloam Semanggi.

Namun, keluarga tidak membuka diagnosis penyakitnya.

Hingga pemakaman selesai, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab medis kematian Guruh.

Setahun Kondisi Menurun

Keponakan Guruh, Didi Mahardika, menyebut kondisi kesehatan pamannya menurun sekitar satu tahun terakhir.

Didi menyampaikan hal itu ketika Guruh menjalani perawatan intensif pada Kamis (24/9/2026).

“Beliau sudah 1 tahun ini kondisinya tidak sehat,” kata Didi.

Meski demikian, keluarga tidak menjelaskan penyakit yang mendasari penurunan kondisi tersebut.

Karena itu, informasi tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan diagnosis maupun penyebab kematiannya.

Empat Minggu di Medistra

Sebelum masuk Siloam Semanggi, Guruh sempat menjalani rawat inap di RS Medistra, Jakarta.

Menurut Didi, perawatan berlangsung sekitar empat minggu.

Kondisi Guruh sempat membaik sebelum kembali menurun.

Keluarga tidak mengungkap tanggal pasti awal dan akhir perawatan.

Karena itu, durasi empat minggu tetap merujuk pada keterangan keluarga.

Kondisi Kembali Memburuk

Setelah sempat membaik, kesehatan Guruh kembali menurun hingga membutuhkan penanganan intensif.

Ia kemudian dirawat di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.

Pada Kamis (24/9/2026), Didi menyebut Guruh belum sadarkan diri dan masih berada dalam pengawasan tim dokter.

Keluarga saat itu meminta masyarakat mendoakan kesembuhannya.

Sempat Tiga Kali Kejang

Menjelang kondisi kritis, keluarga menyebut Guruh sempat mengalami tiga kali kejang.

Setelah episode tersebut, Guruh dilaporkan tidak sadarkan diri dan menjalani pengawasan intensif.

Secara medis, kejang dapat muncul pada berbagai kondisi dan tidak langsung menunjukkan satu diagnosis tertentu.

Karena keluarga dan rumah sakit tidak mengumumkan hasil pemeriksaan medis.

Kritis di ICU

Memasuki Kamis hingga Jumat, 24–25 September 2026, Guruh berada dalam kondisi kritis.

Ia menjalani perawatan intensif di ICU Siloam Semanggi dan belum sadarkan diri.

Tim dokter terus memantau kondisinya. Keluarga juga masih berharap kesehatannya membaik.

Namun, pada Sabtu dini hari, Guruh meninggal dunia.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kemudian mengonfirmasi kabar tersebut.

Penyakit Tidak Diungkap

Sejak awal, keluarga memilih tidak membuka penyakit yang diderita Guruh.

Didi mengatakan keluarga memang meminta agar diagnosis Guruh tidak lebih dulu disampaikan kepada publik.

Hingga Sabtu malam, keluarga maupun rumah sakit belum mengumumkan penyebab medis kematiannya.

Karena itu, informasi yang mengaitkan wafatnya Guruh dengan penyakit tertentu tetap belum terverifikasi.

Wafat Pukul 04.16 WIB

Guruh meninggal pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta Selatan.

Sejumlah tokoh datang memberikan penghormatan terakhir sebelum keluarga membawa jenazah ke pemakaman.

Dimakamkan di Karet Bivak

Setelah keluarga menyalatkan jenazah, ambulans membawa Guruh menuju TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Jenazah tiba sekitar pukul 13.25 WIB.

Keluarga kemudian memakamkan Guruh di area makam keluarga yang berdekatan dengan pusara ibundanya, Fatmawati.

Megawati Soekarnoputri bersama keluarga menghadiri prosesi pemakaman dan menaburkan bunga di pusara Guruh.

Rangkaian pemakaman berakhir sekitar pukul 14.45 WIB.

Fakta Medis Tetap Terbatas

Data yang tersedia menunjukkan kondisi kesehatan Guruh menurun sekitar satu tahun.

Ia sempat dirawat sekitar empat minggu di RS Medistra, membaik, lalu kembali menurun hingga menjalani perawatan intensif di Siloam Semanggi.

Keluarga juga menyebut Guruh sempat tiga kali kejang dan tidak sadarkan diri sebelum wafat.

Namun, rangkaian tersebut merupakan kronologi kondisi kesehatan, bukan diagnosis.

Tanpa keterangan resmi dokter, keluarga, atau rumah sakit, belum ada dasar untuk menyebut penyakit tertentu sebagai penyebab wafat Guruh Soekarnoputra.

Pemisahan antara kronologi klinis dan diagnosis penting agar pemberitaan tetap akurat dan tidak berkembang menjadi spekulasi medis.