- Tim gabungan menggagalkan dugaan penyelundupan sekitar 4 ton sianida asal Filipina di Gorontalo Utara.
- Operasi mengungkap 80 karung sianida serta mengamankan empat ABK Filipina.
- Aparat membongkar jalur pengiriman setelah mengikuti pergerakan kapal hingga truk di Tolinggula.
- Tiga penindakan Kodaeral VIII menghasilkan temuan total 6,25 ton sianida.
JAMLIMA.COM, GORONTALO — Pergerakan kapal dari Filipina berujung pada pengungkapan dugaan penyelundupan sekitar 4 ton sianida di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.
Tim gabungan menemukan 80 karung yang diduga berisi sianida.
Operasi itu juga mengamankan satu pamboat, satu truk, dua awak truk, serta empat ABK berkewarganegaraan Filipina.
Lanal Gorontalo mencatat hasil penimbangan mencapai 4.185,35 kilogram atau sekitar 4,1 ton.
Adapun Kodaeral VIII membulatkan jumlah tersebut menjadi sekitar 4 ton.
Lacak Pergerakan Muatan
Operasi bermula dari informasi intelijen mengenai pengiriman bahan kimia dari Filipina pada Jumat, (25/9/2026).
Sekitar pukul 01.00 Wita, tim mendeteksi pamboat yang diduga menurunkan muatan di sekitar muara Pulau Lango, wilayah Tolinggula.
Setelah kapal merapat, sejumlah orang memindahkan muatan ke sebuah truk. Kendaraan itu kemudian meninggalkan lokasi.
Tim darat mengikuti pergerakannya hingga sekitar pukul 03.55 Wita.
Aparat akhirnya menghentikan truk di sekitar gudang padi di Tolinggula dan menemukan puluhan karung yang diduga berisi sianida.
Pada saat bersamaan, tim laut memburu pamboat menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai BC 30006.
Pengejaran berakhir di perairan Umu Paleleh-Molangato, kawasan perbatasan Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
Aparat mengamankan empat ABK berkewarganegaraan Filipina.
Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan menceburkan diri ke laut dan masih dalam pencarian.
Muatan Capai 4.185 Kilogram
Pemeriksaan terhadap muatan menemukan 80 karung yang diduga berisi sianida asal Filipina.
Total beratnya mencapai 4.185,35 kilogram.
Tim turut menyita satu pamboat asal Filipina dan truk Hino bernomor polisi DM 8023 FA.
Operasi tersebut melibatkan R8QR Lanal Gorontalo, Satgas Tombak 26-L Pusintelal, Bea Cukai Gorontalo, serta Polairud Polda Gorontalo.
Setelah operasi selesai, aparat membawa barang bukti dan pihak yang diamankan untuk pemeriksaan serta pengembangan kasus.
Tiga Operasi Ungkap 6,25 Ton Sianida
Pengungkapan di Tolinggula menjadi bagian dari tiga penindakan Kodaeral VIII di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyebut aparat menemukan total 125 karung sianida dengan berat sekitar 6,25 ton.
Rangkaian operasi sebelumnya menemukan 45 karung sianida seberat 2,25 ton di perairan Manado.
Kemudian, operasi di Tolinggula menghasilkan temuan sekitar 4 ton dalam 80 karung.
Selain sianida, aparat menemukan 20 karung produk pengganti sianida merek Jin Chan dengan berat 500 kilogram di Pelabuhan Amurang.
Kodaeral VIII menaksir nilai pasar seluruh barang dalam rangkaian penindakan itu mencapai Rp4,685 miliar. Potensi pajaknya diperkirakan Rp559,03 juta.
“Seluruh barang bukti selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Dery dalam konferensi pers di Manado, Selasa, (29/9/2026).
Hingga Kamis, (1/10/2026), aparat masih mengembangkan penyelidikan.
Termasuk penelusuran berlanjut untuk mengungkap jaringan di balik pengiriman bahan kimia tersebut.





































