Scroll untuk baca artikel
Internasional

Serangan Houthi Guncang Arab Saudi, Bagaimana Nasib Haji 2027 dan Jemaah Umrah Indonesia?

×

Serangan Houthi Guncang Arab Saudi, Bagaimana Nasib Haji 2027 dan Jemaah Umrah Indonesia?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi serangan Houthi terhadap bandara Arab Saudi yang memicu kekhawatiran keamanan perjalanan umrah dan persiapan haji 2027.
HOUTHI - ARAB SAUDI — Serangan Houthi terhadap bandara di Arab Saudi pada Oktober 2026 mengganggu penerbangan dan meningkatkan kewaspadaan jemaah umrah. Hingga 12 Oktober, belum ada keputusan resmi pembatalan haji 2027. (Foto/Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Serangan mematikan. Serangan Bandara King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober 2026 dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.
  • Penerbangan terganggu. Sejumlah maskapai menangguhkan penerbangan ke Riyadh akibat ancaman keamanan.
  • Jemaah waspada. Pemerintah Indonesia mengimbau WNI dan jemaah umrah memantau penerbangan serta arahan resmi.
  • Haji 2027 belum dibatalkan. Belum ada pengumuman resmi pembatalan haji akibat konflik Houthi–Arab Saudi.

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Serangan kelompok Houthi terhadap bandara di Arab Saudi memicu kekhawatiran mengenai keselamatan jemaah umrah Indonesia dan persiapan haji 2027.

Serangan rudal dan proyektil sejak awal Oktober 2026 mengganggu penerbangan di Riyadh. Sejumlah maskapai juga menghentikan sementara layanan menuju ibu kota Arab Saudi tersebut.

Pemerintah Indonesia meminta warga negara Indonesia (WNI), termasuk jemaah umrah, meningkatkan kewaspadaan.

Meski demikian, gangguan penerbangan belum berarti penyelenggaraan haji 2027 akan dibatalkan.

Serangan Houthi Tewaskan Belasan Orang di Riyadh

Situasi keamanan Arab Saudi memburuk setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman.

Pada Kamis (8/10/2026), serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh merusak pesawat komersial milik Saudia.

Reuters melaporkan pesawat tersebut terbakar setelah terkena serpihan proyektil atau material dari pencegatan rudal.

Serangan itu juga menyebabkan gangguan operasional penerbangan.

Dua hari kemudian, Sabtu (10/10/2026), serangan kembali menghantam bandara yang sama.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dan 309 lainnya terluka.

Korban meninggal terdiri atas warga Arab Saudi dan sejumlah warga negara asing.

Associated Press kemudian melaporkan seorang warga India meninggal akibat luka yang dideritanya. Dengan demikian, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 13 orang.

Pada Minggu (11/10/2026), sebuah proyektil kembali menghantam kawasan Bandara King Khalid.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan serangan terbaru menyebabkan kebakaran.

Rangkaian serangan tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan transportasi udara di kawasan.

Houthi Peringatkan Maskapai Hindari Bandara Saudi

Kelompok Houthi kembali mengeluarkan peringatan kepada maskapai, pekerja bandara, dan penumpang pada Minggu (11/10/2026).

Melalui pernyataan yang dilaporkan Reuters, kelompok tersebut meminta maskapai menghindari penggunaan bandara dan wilayah udara Arab Saudi.

Namun, Houthi menyebut pengecualian untuk bandara di kawasan kota suci Makkah dan Madinah.

Pernyataan tersebut merupakan klaim pihak Houthi, bukan jaminan keamanan penerbangan.

Karena itu, keselamatan perjalanan tetap bergantung pada penilaian otoritas penerbangan dan kondisi keamanan aktual.

Pemerintah Indonesia Minta Jemaah Umrah Waspada

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan tersebut juga berlaku bagi jemaah umrah yang sedang menjalankan ibadah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, meminta masyarakat tetap tenang serta mengutamakan keselamatan.

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Sementara itu, KBRI Riyadh meminta WNI menghindari perjalanan yang tidak mendesak menuju Bandara King Khalid.

WNI yang memiliki jadwal penerbangan juga diminta menghubungi maskapai untuk memastikan status keberangkatan.

Langkah tersebut penting agar jemaah tidak datang ke bandara ketika penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan.

Apakah Penerbangan Umrah Indonesia Terganggu?

Gangguan penerbangan menjadi salah satu dampak langsung dari meningkatnya serangan terhadap Arab Saudi.

Reuters melaporkan Lufthansa dan Air India menghentikan sementara penerbangan menuju Riyadh pada Kamis (8/10/2026).

Data perusahaan analisis penerbangan Cirium juga menunjukkan banyak penerbangan dari Riyadh dibatalkan pada hari tersebut.

Namun, kondisi Bandara Riyadh tidak otomatis menggambarkan seluruh operasional penerbangan Arab Saudi.

Perjalanan umrah Indonesia umumnya menggunakan bandara di Jeddah atau Madinah.

Karena itu, dampak terhadap jemaah harus dinilai berdasarkan rute dan maskapai yang digunakan.

Jemaah dengan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah belum tentu mengalami gangguan yang sama dengan penumpang yang transit melalui Riyadh.

Sebaliknya, perubahan jadwal atau pengalihan rute tetap dapat terjadi apabila situasi keamanan meluas.

Untuk menghindari kerugian, calon jemaah perlu memastikan status penerbangan melalui maskapai dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Bagaimana Nasib Haji 2027?

Meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan penyelenggaraan haji 2027.

Namun, hingga Senin (12/10/2026), belum ditemukan pengumuman resmi yang menyatakan haji 2027 dibatalkan akibat serangan tersebut.

Perlu dibedakan antara gangguan penerbangan saat ini dan persiapan haji tahun berikutnya.

Penyelenggaraan haji melibatkan perencanaan transportasi, akomodasi, pelayanan kesehatan, dan perlindungan jemaah.

Seluruh komponen tersebut memerlukan koordinasi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Apabila konflik berlanjut, pemerintah dapat menghadapi kebutuhan penyesuaian pengamanan dan perjalanan.

Namun, kemungkinan tersebut masih berupa risiko, bukan keputusan penyelenggaraan haji.

Tiga Risiko yang Perlu Diantisipasi

Pertama, keamanan penerbangan.

Serangan terhadap fasilitas penerbangan dapat memicu perubahan rute dan pembatasan operasional bandara.

Kedua, biaya transportasi.

Pengalihan rute berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional maskapai.

Meski demikian, belum ada dasar untuk menyimpulkan biaya haji Indonesia pada 2027 pasti meningkat akibat konflik.

Ketiga, perlindungan jemaah.

Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi apabila situasi keamanan mengganggu perjalanan atau pelayanan jemaah.

Ketiga risiko tersebut perlu dipantau tanpa menyimpulkan bahwa ibadah haji tahun depan terancam batal.

Sebanyak 1,48 Juta Jemaah Haji 2026 Datang Melalui Udara

Data resmi General Authority for Statistics (GASTAT) Arab Saudi menunjukkan jumlah jemaah haji 2026 mencapai 1.707.301 orang.

Sebanyak 1.546.655 orang merupakan jemaah dari luar Arab Saudi.

Dari jumlah jemaah internasional tersebut, sebanyak 1.485.729 orang tiba melalui jalur udara.

Sementara itu, 54.429 jemaah menggunakan jalur darat dan 6.497 orang melalui jalur laut.

Artinya, sekitar 96 persen jemaah internasional mengandalkan transportasi udara untuk mencapai Arab Saudi.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya keamanan penerbangan dalam penyelenggaraan haji.

Namun, statistik haji 2026 tidak dapat digunakan untuk memprediksi secara pasti dampak konflik terhadap musim haji 2027.

Besarnya pengaruh tetap bergantung pada perkembangan keamanan dan kebijakan otoritas terkait.

Jemaah Indonesia Perlu Mengikuti Informasi Resmi

Bagi calon jemaah umrah, perkembangan keamanan Arab Saudi perlu menjadi perhatian sebelum keberangkatan.

Jemaah sebaiknya memastikan jadwal penerbangan, menghubungi penyelenggara perjalanan, dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Sementara itu, calon jemaah haji 2027 perlu menunggu informasi resmi mengenai jadwal dan ketentuan penyelenggaraan.

Serangan Houthi telah menimbulkan korban jiwa serta gangguan penerbangan di Arab Saudi.

Namun, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa seluruh perjalanan umrah terhenti atau penyelenggaraan haji 2027 dibatalkan.

Keselamatan jemaah menjadi prioritas, sedangkan keputusan mengenai haji 2027 harus mengacu pada pengumuman resmi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.


Baca juga: Houthi Kuasai Titik Strategis Bab al-Mandab, Serangan Rudal dan Drone Tekan Arab Saudi