Scroll untuk baca artikel
InternasionalNasional

Investor Asing Lepas Saham Rp1,49 Triliun dalam Sehari, BMRI hingga BBRI Jadi Sasaran

×

Investor Asing Lepas Saham Rp1,49 Triliun dalam Sehari, BMRI hingga BBRI Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini
Investor asing jual saham RI saat net sell mencapai Rp1,49 triliun
NET SELL ASING — Tekanan pasar saham Indonesia saat investor asing mencatat net sell Rp1,49 triliun dalam sehari dan IHSG turun 1,20 persen. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Investor asing mencatat net sell Rp1,49 triliun di seluruh pasar saham Indonesia.
  • Khusus pasar reguler, jual bersih asing mencapai Rp1,42 triliun.
  • BMRI, BBRI, TLKM, BUMI, dan ANTM menjadi saham yang paling banyak dilepas.
  • IHSG turun 1,20 persen dan ditutup pada level 6.298,61.

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Investor asing mencatat net sell Rp1,49 triliun di pasar saham Indonesia dalam sehari.

Aksi jual bersih itu terjadi di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (24/9/2026).

Tekanan asing berjalan beriringan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 76,31 poin atau 1,20 persen ke level 6.298,61.

Khusus di pasar reguler, net sell asing mencapai Rp1,42 triliun.

Investor asing membukukan pembelian sekitar Rp2,48 triliun, sementara nilai penjualan mencapai Rp3,90 triliun.

Tekanan jual tersebut meningkat tajam dibanding sehari sebelumnya.

Pada Rabu (23/9/2026), asing mencatat net sell sekitar Rp468,26 miliar di pasar reguler.

Sehari kemudian, nilai jual bersih itu melonjak lebih dari tiga kali lipat.

BMRI Paling Dilepas

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing.

Nilai jual bersih asing pada BMRI mencapai Rp531,94 miliar.

Tekanan tersebut ikut menyeret harga saham BMRI turun 2,86 persen ke Rp4.070 per saham.

Setelah BMRI, asing melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI dengan nilai net sell Rp141,17 miliar.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM menyusul dengan jual bersih Rp84,60 miliar.

Investor asing juga mencatat net sell pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp74,90 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp51,65 miliar.

Tekanan berlanjut pada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp39,69 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp32,59 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp32,03 miliar.

Sementara itu, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat jual bersih asing Rp31,93 miliar.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul Rp26,55 miliar.

Besarnya tekanan pada BMRI, BBRI, dan TLKM menunjukkan aksi jual asing banyak menyasar saham berkapitalisasi besar.

Saham-saham tersebut juga memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan IHSG.

Semua Sektor Merah

Tekanan pasar tidak hanya terjadi pada saham-saham tertentu.

Seluruh 11 sektor dalam klasifikasi IDX-IC berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis.

Sektor barang baku mencatat pelemahan paling dalam, yakni 2,17 persen.

Untuk sektor industri menyusul dengan penurunan 2,09 persen.

Kemudian Sektor properti turun 1,66 persen, sedangkan sektor keuangan melemah 1,32 persen.

Aktivitas perdagangan tetap tinggi.

Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp11,23 triliun.

Sebanyak 29,31 miliar saham berpindah tangan melalui sekitar 1,66 juta transaksi.

Sebanyak 462 saham melemah. Hanya 188 saham menguat, sementara 144 saham bergerak stagnan.

Koreksi tersebut sekaligus menghapus sebagian penguatan IHSG sehari sebelumnya.

Pada Rabu, IHSG sempat melonjak 1,56 persen dan ditutup pada level 6.374,91.

Faktor Global Membayangi

Tekanan jual asing terjadi saat pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen global.

Pergerakan harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury, serta nilai tukar rupiah menjadi perhatian investor.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar.

Kondisi itu berpotensi mendorong sebagian modal keluar dari pasar negara berkembang.

Harga minyak juga ikut menjadi sorotan.

Kenaikan harga energi berpotensi menambah tekanan inflasi global.

Pasar kemudian mengaitkannya dengan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, terutama Federal Reserve.

Karena itu, pergerakan dana asing di BEI tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik.

Investor juga terus menimbang arah suku bunga global, harga komoditas, nilai tukar, dan sentimen terhadap aset berisiko.

Asing Tetap Beli

Meski mencatat jual bersih besar, investor asing tidak sepenuhnya meninggalkan pasar saham Indonesia.

Mereka masih membeli sejumlah saham secara selektif.

PT Astra International Tbk (ASII) mencatat net buy asing sekitar Rp24,41 miliar.

Sedangkan saham ASII juga naik 0,42 persen ke Rp4.770 per saham.

Di pasar reguler, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan pembelian bersih asing sekitar Rp20,4 miliar.

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) juga mencatat net buy sekitar Rp20,1 miliar.

Data tersebut menunjukkan investor asing masih memilih saham tertentu meski secara keseluruhan mencatat arus keluar.

Dengan net sell Rp1,49 triliun dalam sehari dan tekanan besar pada sejumlah saham berkapitalisasi jumbo.

Sehingga ergerakan dana asing kembali menjadi salah satu indikator yang dicermati pasar menjelang perdagangan berikutnya.