Scroll untuk baca artikel
Internasional

Jelang Pemilu AS, Survei Trump Anjlok ke 31 Persen, Ketidakpuasan Publik Meluas

×

Jelang Pemilu AS, Survei Trump Anjlok ke 31 Persen, Ketidakpuasan Publik Meluas

Sebarkan artikel ini

  • Survei Reuters/Ipsos mencatat persetujuan terhadap kinerja Donald Trump turun menjadi 31 persen, terendah selama dua masa kepresidenannya.
  • Tekanan biaya hidup dan kenaikan harga bensin memperbesar ketidakpuasan masyarakat Amerika Serikat.
  • Demokrat mengungguli Republik dengan perolehan 47 berbanding 35 persen dalam survei pilihan partai untuk Kongres.
  • Pemilu paruh waktu pada 3 November 2026 menjadi momentum penting bagi kendali politik di Kongres AS.

JAMLIMA.COM, WASHINGTON – Tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump merosot menjadi 31 persen menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November 2026.

Hasil survei Reuters/Ipsos yang dirilis Senin (19/10/2026) mencatat angka terendah selama dua masa kepresidenan Trump.

Persetujuan terhadap kinerjanya turun satu poin persentase dibandingkan dua pekan sebelumnya.

Penurunan ini terjadi ketika masyarakat Amerika menghadapi tekanan biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar.

Selain itu, konflik militer dengan Iran turut memperburuk kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi.

Ekonomi Jadi Sumber Ketidakpuasan

Persoalan ekonomi menjadi tekanan utama bagi pemerintahan Trump menjelang pemilu Kongres.

Hanya 33 persen responden menyetujui cara Trump menangani perekonomian.

Sebaliknya, 68 persen memberikan penilaian negatif terhadap kebijakan ekonominya.

Kenaikan harga bensin menjadi salah satu perhatian masyarakat.

Tekanan tersebut semakin terasa sejak konflik Iran mengganggu pasar energi.

Situasi ini menambah tantangan bagi Trump, yang sebelumnya menjanjikan pengendalian inflasi dan penurunan biaya hidup.

Reuters melaporkan bahwa ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi turut memengaruhi pandangan pemilih terhadap Partai Republik.

Namun, hasil survei tidak membuktikan bahwa seluruh penurunan dukungan Trump disebabkan satu kebijakan tertentu.

Demokrat Unggul 12 Poin atas Republik

Tekanan terhadap Trump juga terlihat dalam survei pilihan partai untuk pemilu Kongres.

Sebanyak 47 persen pemilih terdaftar memilih Demokrat. Sementara itu, 35 persen mendukung Republik.

Selisih 12 poin tersebut menjadi keunggulan terbesar Demokrat dalam rangkaian survei Reuters/Ipsos pada siklus pemilu 2026.

Dukungan pemilih perempuan turut memperlebar jarak kedua partai.

Sebanyak 50 persen responden perempuan memilih Demokrat, sedangkan 32 persen mendukung Republik.

Meski demikian, survei nasional belum menggambarkan hasil akhir pemilu.

Sebab, pemilihan anggota Kongres berlangsung melalui persaingan di setiap negara bagian dan daerah pemilihan.

Dengan demikian, keunggulan suara nasional tidak otomatis menghasilkan jumlah kursi yang sama.

Pemilu Kongres Jadi Ujian Politik Trump

Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pemilu paruh waktu atau midterm elections pada Selasa, 3 November 2026.

Pemungutan suara tersebut memperebutkan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat dan sekitar sepertiga kursi Senat.

Saat ini, Partai Republik memegang mayoritas tipis di kedua kamar Kongres.

Perubahan komposisi kursi dapat memengaruhi agenda pemerintahan Trump selama dua tahun terakhir masa jabatannya.

Jika Demokrat menguasai salah satu kamar, pengawasan terhadap kebijakan Gedung Putih dapat meningkat.

Sebaliknya, apabila Republik mempertahankan mayoritas, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk melanjutkan agenda legislatifnya.

Karena itu, persaingan Kongres menjadi penting bagi kedua partai.

Survei Melibatkan 1.679 Responden

Reuters/Ipsos menggelar survei pada 16–19 Oktober 2026 terhadap 1.679 orang dewasa Amerika Serikat.

Dari jumlah tersebut, 1.279 responden tercatat sebagai pemilih terdaftar.

Ipsos menggunakan panel survei berbasis probabilitas dengan pengumpulan data secara daring.

Margin kesalahan untuk keseluruhan responden mencapai ±2,4 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Artinya, angka 31 persen merupakan estimasi statistik berdasarkan sampel, bukan penghitungan langsung terhadap seluruh warga Amerika.

Hasil survei juga perlu dibedakan menurut pertanyaannya.

Angka 31 persen mengukur persetujuan terhadap kinerja presiden.

Sementara itu, perolehan 47 dan 35 persen menunjukkan preferensi pemilih terhadap partai dalam pemilu Kongres.

Keduanya menggambarkan kondisi politik yang berkaitan, tetapi tidak mengukur hal yang sama.

Tekanan Politik Menjelang Pemungutan Suara

Penurunan persetujuan terhadap Trump menambah perhatian terhadap persaingan politik Amerika Serikat.

Di satu sisi, Demokrat memperoleh keunggulan dalam survei nasional.

Di sisi lain, Republik masih memiliki basis dukungan di sejumlah wilayah.

Persoalan biaya hidup, harga energi, dan kebijakan luar negeri menjadi bagian dari perdebatan kedua partai.

Hasil survei memperlihatkan adanya ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah.

Namun, angka tersebut belum dapat memastikan perubahan kendali Kongres.

Keputusan akhir tetap berada di tangan pemilih Amerika Serikat pada 3 November 2026.


Baca juga: Trump Ingin Namai Samudra Atlantik atau Pasifik Jadi Samudra Trump, Bisakah Dunia Mengakuinya?