Scroll untuk baca artikel
Teknologi

NASA Buka 800 GB Data Artemis II, 11 Ribu Foto dan Video Bulan Dirilis

×

NASA Buka 800 GB Data Artemis II, 11 Ribu Foto dan Video Bulan Dirilis

Sebarkan artikel ini
Astronaut Artemis II mendokumentasikan permukaan Bulan dalam misi NASA yang menghasilkan lebih dari 800 GB data ilmiah.
ARTEMIS II — Astronaut NASA mendokumentasikan permukaan Bulan selama penerbangan Artemis II pada April 2026. NASA merilis lebih dari 800 GB data ilmiah kepada publik, Rabu (7/10/2026). (Foto: NASA)

  • NASA membuka lebih dari 800 GB data ilmiah Artemis II kepada publik pada Rabu, (7/10/2026).
  • Arsip tersebut mencakup lebih dari 11.000 foto dan video Bulan beresolusi penuh.
  • NASA merilis 8,5 jam rekaman pengamatan astronaut, termasuk catatan visual dan gambar beranotasi.
  • Data tersebut membantu penelitian geologi Bulan dan persiapan eksplorasi melalui program Artemis.

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membuka lebih dari 800 gigabita (GB) data ilmiah misi Artemis II kepada publik.

NASA mengumumkan rilis tersebut pada Rabu, (7/10/2026), setelah menyelesaikan pengolahan arsip penerbangan berawak mengelilingi Bulan.

Data itu memuat lebih dari 11.000 foto dan video beresolusi penuh. NASA juga menyertakan rekaman suara serta catatan pengamatan astronaut.

Seluruh materi tersedia melalui Planetary Data System (PDS), pusat arsip terbuka untuk penelitian planet.

Sebagian dokumentasi tersebut sebelumnya belum pernah dipublikasikan.

NASA Rilis 11 Ribu Foto dan Video Bulan

Empat astronaut Artemis II merekam permukaan Bulan menggunakan kamera genggam dan kamera wahana antariksa Orion.

Mereka mendokumentasikan kawah tumbukan, perubahan warna, serta karakteristik bentang alam Bulan.

NASA juga merilis rekaman suara pengamatan ilmiah selama 8,5 jam.

Rekaman tersebut memuat penjelasan astronaut ketika mengamati permukaan Bulan dari ruang angkasa.

Selain itu, NASA menyertakan foto beranotasi yang menunjukkan lokasi dan objek pengamatan.

Kombinasi gambar, suara, dan catatan tersebut membantu ilmuwan menafsirkan kondisi permukaan Bulan.

Dalam pengumuman resminya, NASA menyebut arsip Artemis II sebagai kumpulan data sains planet pertama dalam lebih dari setengah abad yang sebagian besar dihimpun manusia secara langsung.

Pengamatan ini melengkapi hasil penelitian program Apollo dan wahana robotik sebelumnya.

Empat Astronaut Mengamati Sisi Jauh Bulan

Artemis II membawa empat astronaut dalam penerbangan berawak pertama program Artemis.

Mereka terdiri atas Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.

Wiseman bertugas sebagai komandan, sedangkan Glover menjadi pilot.

Koch menjalankan tugas sebagai spesialis misi NASA. Sementara itu, Hansen merupakan astronaut Badan Antariksa Kanada.

NASA meluncurkan Artemis II menggunakan roket Space Launch System (SLS) pada 1 April 2026.

Wahana Orion kemudian membawa seluruh awak mengelilingi Bulan tanpa melakukan pendaratan.

Pada 6 April 2026, astronaut melakukan pengamatan langsung saat melintasi sisi jauh Bulan.

Mereka bergantian memotret, memberi anotasi, dan merekam temuan visual sepanjang penerbangan lintas Bulan.

Selanjutnya, Orion kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai California, pada 10 April 2026.

Berdasarkan catatan NASA, misi tersebut berlangsung selama 9 hari, 1 jam, dan 32 menit.

Kilatan Cahaya Jadi Perhatian Ilmuwan

Salah satu hasil pengamatan Artemis II berkaitan dengan kilatan cahaya pada permukaan Bulan.

Astronaut mencatat lokasi kilatan tersebut melalui gambar beranotasi.

Fenomena itu dapat berkaitan dengan tumbukan meteoroid berukuran kecil.

Namun, penentuan karakteristik tumbukan memerlukan analisis lanjutan.

Para ilmuwan juga mempelajari perbedaan warna dan kecerahan permukaan Bulan.

Variasi tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai komposisi material dan proses geologi.

Berbeda dengan kamera otomatis, astronaut dapat menyesuaikan sasaran pengamatan berdasarkan perubahan yang terlihat.

Mereka juga dapat menjelaskan warna, bentuk, dan kondisi permukaan secara langsung.

Kemampuan tersebut menjadi nilai ilmiah penting dalam eksplorasi Bulan.

NASA Buka Data untuk Penelitian Global

NASA menyediakan arsip Artemis II agar ilmuwan dari berbagai negara dapat mempelajarinya.

Lembaga tersebut turut menerbitkan tiga dokumen ilmiah pendukung.

Dokumen pertama berjudul Artemis II Preliminary Lunar Science Report.

Laporan itu memuat gambaran awal pengamatan ilmiah selama misi.

Dokumen kedua, Artemis II Lunar Science Operations Report, menjelaskan pelaksanaan kegiatan penelitian.

Sementara itu, Artemis II Lunar Science Data User Guide memberikan panduan teknis penggunaan arsip.

Ketiga dokumen membantu peneliti memahami proses pengumpulan dan penafsiran data.

Melalui akses terbuka, ilmuwan dapat membandingkan dokumentasi Artemis II dengan hasil pengamatan Apollo dan wahana antariksa lainnya.

Analisis tersebut berpotensi memperluas pemahaman mengenai sejarah dan perkembangan permukaan Bulan.

Jadi Bekal Eksplorasi Bulan Berikutnya

NASA menggunakan hasil pengamatan Artemis II untuk mendukung perencanaan misi Artemis III dan tahap eksplorasi berikutnya.

Data tersebut membantu tim ilmiah mengevaluasi metode pengamatan manusia di lingkungan antariksa.

Selain itu, NASA dapat memanfaatkan pengalaman awak dalam menentukan sasaran penelitian.

Menurut NASA, perpaduan gambar, rekaman suara, dan catatan astronaut menghasilkan kumpulan data yang dapat diteliti lebih lanjut.

Arsip tersebut juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan manusia dalam pengamatan langsung.

Dengan membuka lebih dari 800 GB data, NASA memberikan akses lebih luas kepada komunitas ilmiah internasional.

Rilis ini menandai kelanjutan penelitian Bulan melalui dokumentasi manusia, lebih dari 50 tahun setelah berakhirnya program Apollo.


Baca juga: NASA Ajak India Bangun Pangkalan di Bulan, ISRO Disiapkan Perkuat Misi Kutub Selatan