Scroll untuk baca artikel
Internasional

Benin Jadi Negara dengan Kelahiran Kembar Alami Tertinggi, Ini Fakta Terbaru 2026

×

Benin Jadi Negara dengan Kelahiran Kembar Alami Tertinggi, Ini Fakta Terbaru 2026

Sebarkan artikel ini
Anak usia dini Benin untuk berita tingkat kelahiran kembar alami tertinggi di Benin.
KELAHIRAN KEMBAR - Anak usia dini Benin. Penelitian ilmiah menempatkan Benin sebagai negara dengan tingkat kelahiran kembar alami tertinggi di dunia. (Foto: Ist/Jamlima.com)

  • Benin memegang rekor kelahiran kembar alami tertinggi, berdasarkan penelitian yang mencatat 27,9 persalinan kembar per 1.000 persalinan.
  • Penelitian tahun 2025 kembali menempatkan Benin di posisi teratas, dengan angka lebih dari 27 persalinan kembar per 1.000 persalinan.
  • Nigeria memiliki Kota Igbo-Ora, yang dikenal sebagai Ibu Kota Kembar Dunia karena tingginya frekuensi kelahiran kembar.
  • Faktor genetik dan usia ibu berkaitan dengan kelahiran kembar, sedangkan dugaan pengaruh makanan tertentu belum terbukti sebagai penyebab langsung.

JAMLIMA.COM, BENIN — Benin, negara di Afrika Barat, tercatat sebagai pemegang rekor tingkat kelahiran kembar alami tertinggi di dunia. Penelitian ilmiah terbaru kembali memperkuat posisi negara tersebut.

Sementara itu, Nigeria memiliki Kota Igbo-Ora yang terkenal sebagai Twin Capital of the World atau Ibu Kota Kembar Dunia.

Fenomena ini menjadi perhatian ilmuwan karena frekuensi kelahiran kembar berbeda antarpopulasi.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik, usia ibu, dan riwayat persalinan berkaitan dengan peluang kelahiran kembar.

Benin Memegang Rekor Kelahiran Kembar Alami

Guinness World Records mencatat Benin sebagai negara dengan tingkat kelahiran kembar alami tertinggi.

Catatan tersebut mengacu pada penelitian Twinning Across the Developing World yang terbit pada 2011.

Penelitian itu menemukan 27,9 persalinan kembar per 1.000 persalinan di Benin.

Dengan kata lain, sekitar 28 dari setiap 1.000 persalinan menghasilkan bayi kembar.

Angka tersebut mengukur frekuensi persalinan kembar, bukan jumlah seluruh penduduk yang memiliki saudara kembar.

Selain itu, kategori kelahiran alami membedakan fenomena tersebut dari peningkatan kehamilan kembar akibat teknologi reproduksi berbantu.

2025 Tempatkan Benin di Posisi Teratas

Hasil penelitian dalam jurnal Twin Research and Human Genetics kembali memperkuat temuan tersebut.

Penelitian berjudul Twin Births in 42 Sub-Saharan African Countries from 1986 to 2016: Frequency, Trends and Factors of Variation terbit secara daring pada 22 April 2025.

Jurnal kemudian menerbitkannya dalam Volume 28, Edisi 3, Juni 2025.

Empat peneliti yang menyusun kajian tersebut ialah Adama Ouedraogo, Gilles Pison, Sophie le Coeur, dan Abdramane B. Soura.

Mereka menganalisis 174 survei demografi dari 42 negara Afrika sub-Sahara.

Data penelitian mencakup periode 1986 hingga 2016.

Hasilnya menunjukkan rata-rata 17,4 persalinan kembar per 1.000 persalinan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Benin mencatat angka tertinggi, yakni lebih dari 27 per 1.000 persalinan.

Afrika Barat juga memiliki rata-rata tertinggi antarkawasan, yaitu 20 persalinan kembar per 1.000 persalinan.

Sebaliknya, Afrika bagian selatan mencatat rata-rata sekitar 13 per 1.000 persalinan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa fenomena kelahiran kembar tidak tersebar secara merata di Afrika.

Nigeria Memiliki Kota yang Dijuluki Ibu Kota Kembar Dunia

Selain Benin, Nigeria terkenal dengan tingginya frekuensi kelahiran kembar.

Kota Igbo-Ora di Negara Bagian Oyo mendapat julukan Twin Capital of the World.

Penelitian yang terbit dalam Twin Research and Human Genetics pada Oktober 2025 kembali membahas fenomena tersebut.

Kajian berjudul Genetics, Diet or Divine Blessing? Local and Scientific Explanations for High Dizygotic Twinning in Igbo-Ora, Nigeria mencatat angka historis sekitar 45 kelahiran kembar tidak identik per 1.000 persalinan.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global dalam sejumlah penelitian terdahulu.

Namun, temuan itu menggambarkan komunitas tertentu, bukan seluruh Nigeria.

Karena itu, julukan Ibu Kota Kembar Dunia tidak otomatis menjadikan Nigeria pemegang rekor nasional tertinggi.

Penelitian 2026 Ungkap Angka Kelahiran Kembar Nigeria

Kajian terbaru mengenai kelahiran kembar di Nigeria tersedia melalui SSRN pada 2026.

Penelitian berjudul Prevalence of Twin Births in Nigeria in the Pre-In Vitro Fertilization (IVF) and IVF Eras: A Systematic Review and Meta-Analysis menganalisis 61 artikel ilmiah.

Peneliti menggunakan metode systematic review dan meta-analysis untuk menggabungkan temuan sebelumnya.

Hasilnya menunjukkan prevalensi gabungan kelahiran kembar nasional sebesar 2,82 persen.

Wilayah selatan mencatat prevalensi 2,92 persen. Sementara itu, wilayah utara mencapai 2,52 persen.

Nigeria bagian barat daya memiliki angka lebih tinggi, yakni 3,43 persen.

Temuan tersebut menunjukkan adanya variasi geografis dalam frekuensi kelahiran kembar.

Namun, penelitian ini masih berstatus preprint dan belum dapat diperlakukan sebagai hasil akhir yang telah melalui penelaahan sejawat.

Selain itu, perbedaan metode penelitian membuat angkanya tidak dapat langsung dibandingkan dengan data historis Benin.

Mengapa Banyak Bayi Kembar Lahir di Afrika Barat?

Penelitian menunjukkan bahwa kelahiran kembar dipengaruhi berbagai faktor biologis dan demografi.

Salah satunya ialah kecenderungan genetik yang berkaitan dengan pelepasan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus ovulasi.

Proses tersebut dapat menghasilkan kembar tidak identik atau dizygotic twins.

Kembar tidak identik terbentuk ketika dua sel telur dibuahi oleh dua sperma berbeda.

Sebaliknya, kembar identik atau monozygotic twins berasal dari satu embrio yang membelah.

Kedua mekanisme tersebut memiliki karakteristik biologis berbeda.

Penelitian tahun 2025 juga menemukan variasi tingkat kelahiran kembar berdasarkan kelompok etnis di Afrika sub-Sahara.

Namun, temuan statistik tersebut tidak membuktikan bahwa satu faktor genetik tertentu menjadi penyebab tunggal.

Usia Ibu dan Peluang Kehamilan Kembar

Penelitian lain dalam jurnal Human Reproduction pada 2025 membahas hubungan usia ibu dengan kelahiran kembar.

Kajian berjudul More Twins Expected in Low-Income Countries with Later Maternal Ages at Birth and Population Growth menemukan pola peningkatan peluang kelahiran kembar seiring usia ibu.

Dalam model penelitian tersebut, peluang kelahiran kembar mencapai puncak sekitar usia 39 tahun.

Namun, hasil tersebut menggambarkan hubungan statistik, bukan anjuran untuk menunda kehamilan.

Kehamilan pada usia lebih tua tetap memerlukan perhatian terhadap berbagai risiko kesehatan ibu dan janin.

Apakah Makanan Tertentu Menyebabkan Bayi Kembar?

Fenomena kelahiran kembar di Igbo-Ora juga melahirkan berbagai penjelasan tradisional.

Sebagian masyarakat mengaitkannya dengan makanan berbahan singkong dan sup daun okra yang dikenal sebagai Ilasa.

Penelitian etnografi tahun 2025 mendokumentasikan pandangan tersebut melalui wawancara dan pengamatan masyarakat.

Namun, penelitian itu tidak membuktikan bahwa konsumsi makanan tersebut secara langsung menyebabkan kehamilan kembar.

Peneliti justru menemukan bahwa masyarakat menghubungkan fenomena tersebut dengan berbagai faktor.

Faktor itu mencakup keturunan, lingkungan, makanan, dan kepercayaan budaya.

Karena itu, klaim bahwa makanan tertentu dapat menjamin kehamilan kembar tidak memiliki dasar ilmiah yang memadai.

Kelahiran Kembar Dunia Meningkat Sejak 1980-an

Fenomena kelahiran kembar juga mengalami perubahan secara global.

Penelitian Twin Peaks: More Twinning in Humans Than Ever Before yang terbit pada 2021 menemukan peningkatan tingkat kelahiran kembar dunia.

Angkanya naik dari 9,1 menjadi 12 persalinan kembar per 1.000 persalinan.

Penelitian tersebut membandingkan periode 1980–1985 dengan 2010–2015.

Peningkatan ini berkaitan dengan perubahan usia ibu saat melahirkan dan penggunaan teknologi reproduksi berbantu.

Namun, faktor tersebut tidak menjelaskan seluruh variasi kelahiran kembar alami di Afrika Barat.

Kehamilan Kembar Butuhkan Pantauan Khusus

Dari sisi kesehatan, kehamilan kembar memiliki risiko komplikasi lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal.

Risiko tersebut mencakup persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, dan komplikasi tertentu selama kehamilan.

Karena itu, pemeriksaan antenatal perlu menyesuaikan kondisi ibu dan janin.

Pemeriksaan ultrasonografi membantu memastikan jumlah janin serta menentukan korionisitas dan amnionisitas.

Informasi tersebut penting untuk menyusun pemantauan kehamilan dan mendeteksi komplikasi lebih dini.

Benin Tetap Memegang Rekor

Hingga Senin, 12 Oktober 2026, penelitian yang tersedia masih mendukung Benin sebagai negara dengan tingkat kelahiran kembar alami tertinggi.

Namun, angka 27,9 per 1.000 persalinan berasal dari penelitian historis.

Angka tersebut bukan hasil penghitungan seluruh kelahiran sepanjang 2026.

Sementara itu, Nigeria tetap menarik perhatian karena fenomena kelahiran kembar di Igbo-Ora.

Perbedaan kedua negara memperlihatkan pentingnya membedakan rekor nasional dan fenomena pada komunitas tertentu.

Dengan demikian, Benin memegang rekor berdasarkan penelitian tingkat negara, sedangkan Igbo-Ora dikenal sebagai pusat budaya dan penelitian kelahiran kembar.


Baca juga: Miris, PBB Ungkap Data Terbaru Kematian Anak Dunia Capai 4,9 Juta