Scroll untuk baca artikel
Internasional

Kerusuhan Barcelona Berujung 128 Penangkapan, Mayoritas Anak di Bawah Umur

×

Kerusuhan Barcelona Berujung 128 Penangkapan, Mayoritas Anak di Bawah Umur

Sebarkan artikel ini
Kerusuhan Barcelona 2026, polisi menghadapi massa di tengah kebakaran dan kerusakan pertokoan
KERUSUHAN BARCELONA – Ilustrasi kerusuhan yang melibatkan ratusan pemuda di Barcelona, Spanyol, Sabtu (24/10/2026). Polisi menangkap 128 orang dan menyelidiki jaringan media sosial yang diduga menggerakkan demonstrasi. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Polisi menangkap 128 orang setelah demonstrasi pemuda berujung kerusuhan di Barcelona, Spanyol, Sabtu (24/10/2026).
  • Sebanyak 72 orang atau 56,25 persen dari mereka yang ditangkap masih berusia di bawah 18 tahun.
  • Kerusuhan merusak 23 tempat usaha, memicu puluhan kebakaran, dan melukai sejumlah polisi.
  • Polisi menyelidiki jaringan media sosial yang diduga menggerakkan demonstrasi melalui TikTok dan aplikasi percakapan.

JAMLIMA.COM, BARCELONA – Kerusuhan melanda pusat Kota Barcelona, Spanyol, setelah ratusan pemuda berkumpul melalui ajakan media sosial, Sabtu (24/10/2026).

Aksi tersebut berakhir dengan penangkapan 128 orang. Sebanyak 72 di antaranya masih berusia di bawah 18 tahun.

Kepolisian Catalonia, Mossos d’Esquadra, kini menyelidiki pihak yang menggerakkan demonstrasi.

Penyelidikan mencakup penyebaran ajakan melalui TikTok serta komunikasi menggunakan WhatsApp dan Telegram.

Menurut laporan El Pais, sejumlah grup percakapan juga membahas penjarahan toko dan cara menghindari pengawasan polisi.

Namun, aparat belum memastikan siapa pengendali utama jaringan tersebut.

Demonstrasi Pemuda Berubah Menjadi Kerusuhan

Sekitar 600 pemuda berkumpul di kawasan Plaça de Catalunya pada Sabtu sore.

Sebagian peserta mengenakan pakaian hitam dan menutupi wajah mereka.

Awalnya, demonstrasi membawa slogan Instituts Indignats yang berkaitan dengan gerakan pelajar di Prancis.

Namun, situasi berubah ketika sejumlah kelompok membakar tempat sampah dan mendirikan barikade.

Mereka juga melemparkan benda keras ke arah polisi.

Kerusuhan kemudian meluas ke kawasan pertokoan. Sejumlah peserta memecahkan kaca dan mengambil barang dagangan.

Polisi mengerahkan pasukan pengendali massa untuk membubarkan kelompok yang melakukan kekerasan.

Sebanyak 72 Anak di Bawah Umur Ditangkap

Kepolisian Catalonia memperbarui jumlah penangkapan menjadi 128 orang pada Minggu (25/10/2026).

Sebanyak 122 orang yang ditangkap merupakan laki-laki, sedangkan enam lainnya perempuan.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, 72 orang masih berusia di bawah 18 tahun.

Kerusuhan juga merusak 23 tempat usaha. Sementara itu, petugas pemadam menangani 33 kejadian kebakaran.

Kantor berita EFE melaporkan 15 polisi terluka, termasuk empat petugas yang mengalami cedera serius.

Polisi Selidiki Jaringan Anonim di TikTok

Penyelidikan turut mengarah pada platform anonim bernama Blocus.

Platform tersebut diduga menyebarkan ajakan demonstrasi melalui media sosial.

Komisaris Kepala Mossos d’Esquadra, Silvia Cata, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan aparat keamanan Eropa.

Kerja sama itu bertujuan menelusuri penyebaran ajakan dan kemungkinan keterlibatan pihak dari luar Spanyol.

Sebelumnya, polisi memperkirakan sekitar 300 orang akan mengikuti demonstrasi.

Namun, jumlah peserta dan tingkat kekerasan melampaui perkiraan awal.

Aparat kini memeriksa komunikasi digital serta peran masing-masing orang yang ditangkap.

Pemerintah Catalonia Kecam Kekerasan

Presiden Pemerintah Catalonia, Salvador Illa, mengecam kerusuhan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak demokratis. Namun, hak tersebut tidak membenarkan kekerasan.

Illa juga meminta aparat mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Wali Kota Barcelona Jaume Collboni menyatakan pemerintah kota akan menempuh langkah hukum terhadap pelaku perusakan.

Kerusuhan Barcelona Jadi Sorotan

Kerusuhan Barcelona memperlihatkan peran media sosial dalam mempercepat mobilisasi massa.

Dalam kasus ini, penyelidik menelusuri penggunaan TikTok, WhatsApp, dan Telegram.

Meski demikian, keterlibatan seseorang dalam grup digital tidak otomatis membuktikan tindak pidana.

Polisi tetap harus mengidentifikasi perbuatan setiap orang berdasarkan bukti.

Hingga Senin (26/10/2026), penyelidikan terhadap pihak yang diduga mengorganisasi kerusuhan masih menjadi perhatian aparat Catalonia.


Baca juga: Krisis Kemanusiaan Iran Memburuk: Lebih 2.600 Tewas, Puluhan Ribu Warga Ditangkap